Tampilkan postingan dengan label alien. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alien. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Oktober 2023

Jim Sullivan, Musisi Folk yang Hilang Diculik UFO?

Jim Sullivan (foto: Intisari Online)

Jim Sullivan (1940 - 1975) adalah seorang musisi asal San Diego, California, Amerika Serikat. Nama Sullivan cukup besar di kalangan komunitas ufologi. Mengapa?

Nama Sullivan besar di komunitas ufologi karena album solo debutnya yang berjudul U.F.O (1969). Album yang bernuansakan soft-rock / psychedelic-folk tersebut untuk lirik-liriknya memang mengangkat tema extraterrestrial dan supranatural.

Pada 6 Maret 1975 Jim Sullivan menghilang tanpa jejak di New Mexico, Amerika Serikat. Beberapa pemercaya teori konspirasi yakin kalau Sullivan hilang diculik oeh alien; sesuai dengan tujuan hidup & kepercayaan dari Sullivan itu sendiri.

Lirik-lirik di album U.F.O (1969) juga seperti memprediksi hilangnya Sullivan beberapa tahun sesudahnya.

Album U.F.O (1969) sendiri sudah dirilis ulang beberapa kali pasca hilangnya Sullivan, yakni pada tahun 2010, 2011, & 2019.

Dengarkan album U.F.O (1969) di bawah ini.

Kamis, 14 September 2023

Kronologis Lengkap UFO Hearing oleh Kongres Meksiko (12 / 9 / 2023)

KabarUFO coba membuat kronologi lengkap acara hearing topik UFO oleh Kongres Mexico yang berlangsung pada 12 September 2023. Cek tulisannya di bawah ini.

Pada 21 Agustus 2023, wartawan ternama Meksiko, Jaime Maussan, mengumumkan bahwa Kongres Meksiko juga akan menggelar hearing (dengar pendapat) topik UFO pada 12 September 2023.

Beberapa tokoh penting di dunia ufologi saat ini yang diundang adalah:
- Letnan Ryan Graves, pilot US Navy
- Purnawirawan Kapten Robert Salas (US Air Force)
- Profesor Avi Loeb (Universitas Harvard)
- dll.

Acara hearing topik UFO oleh Kongres Meksiko pun berlangsung pada 12 September 2023 pukul empat sore waktu setempat.

Di bawah ini adalah video rekaman acara hearing tersebut. Durasi tiga jam lebih.


Highlight di UFO hearing Kongres Meksiko tersebut tentu saja diungkapnya dua (diduga) mayat alien. Di video, momen pengungkapannya mulai di jam ke 2:27:45

Data mayat-mayat alien tersebut dipresentasikan oleh Ahli Bedah Angkatan Laut Meksiko, José de Jesús Zalce Benítez, yang juga menjabat sebagai Head of the Mexico Navy Department of Legal and Forensic Medicine.

Sementara data genomika dipresentasikan oleh Ricardo Rangel Martinez, spesialis di bidang imunogenetika dan histokompatibilitas.

Berikut beberapa tautan untuk data analisis DNA dari mayat-mayat (diduga) alien tersebut:

https://trace.ncbi.nlm.nih.gov/Traces/?view=run_browser&acc=SRR21031366&display=analysis

https://trace.ncbi.nlm.nih.gov/Traces/?view=run_browser&acc=SRR20755928&display=analysis

https://trace.ncbi.nlm.nih.gov/Traces/?view=run_browser&acc=SRR20458000&display=analysis

Mayat-mayat alien ini ditemukan di dalam sebuah tambang, di kota Palpa dan Nazca, di Peru pada tahun 2015. Penanggalan radiokarbon mayat alien diperkirakan berusia 1000 tahun.

Lalu, mayat-mayat ini ketika pertama kali ditemukan masih dalam kondisi utuh, bukan yang sudah melalui proses mumifikasi.

Mayat-mayat ini ketika pertama kali ditemukan juga bebas dari bekas luka, atau tanda-tanda manipulasi lainnya, yang bisa mengindikasikan praktik penipuan di era modern.

Mayat-mayat alien ini sudah melewati beberapa analisis ilmiah, termasuk:
- Tes DNA
- Tes Karbon-14 (radiokarbon)
- Tes Sinar-X
- Tes Computed Tomography (CT) Scan
 
Kemudian, mayat-mayat alien ini juga sudah diteliti oleh berbagai ilmuwan yang tergabung di LSM penelitian arkeologi di Peru, Instituto Inkarri-Cusco, sepanjang tahun 2017-2018.

Salah satu mayat alien ini disebut sebagai "Humanoid Reptile", karena setelah dironsen, di dalam perutnya terlihat tiga buah telur.

Cek artikel lengkap penelitian mayat-mayat alien tersebut di SINI, dan lihat foto-fotonya di bawah ini.




Jumat, 21 Juli 2023

Link Live-Streaming Hearing UFO di Kongres AS (26 / 7 / 2023)

Link live-streaming dengar pendapat (hearing) tentang UFO oleh House Oversight Committee (komite investigasi utama DPR Amerika Serikat) 26 Juli 2023 jam 10 pagi.

Waktu Indonesia Bagian Barat berarti 27 Juli pukul 21:00.

Tiga orang yang akan bersaksi adalah:
1. Letnan Ryan Graves, seorang pilot pesawat jet F/A-18 Super Hornet di US Navy selama 10 tahun.
2. Komandan David Fravor, pensiunan pilot Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), yang telah berkarir di dunia militer selama 24 tahun.
3. David Grusch, veteran Angkatan Udara AS yang pernah dinas di Afghanistan pada tahun 2013. Grusch juga pernah bekerja di National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) [2021 - 2022], National Reconnaissance Office (NRO) & Unidentified Aerial Phenomena Task Force (UAPTF) [2019 - 2021].

Tonton live streaming-nya melalui video di bawah ini.

Minggu, 16 Juli 2023

Kongres AS Melalui Amandemen UU, Berencana Ungkap Teknologi UFO dan Bukti Biologis dari Alien

KabarUFO, Washington - Para Senator Amerika Serikat melakukan Amandemen (perubahan) undang-undang agar pemerintah AS merilis dokumen-dokumen rahasia terkait UFO & alien.

Dilansir dari Reuters, para Senator AS melalui usaha Bipartisan (kerjasama dari dua partai utama) antara Partai Demokrat dan Partai Republik, menawarkan Amandemen untuk UU National Defense Authorization Act for Fiscal Year 2023 (NDAA 2023), yakni undang-undang otorisasi pertahanan nasional AS untuk tahun anggaran 2023, yang di dalamnya ada ketentuan mengatur tentang perlindungan whistle-blower / saksi untuk kasus-kasus UFO.

NDAA 2023 sendiri resmi disahkan oleh Presiden Joe Biden pada 23 Desember 2022.

Amandemen UU ini dilakukan secara bersama oleh: Pemimpin Mayoritas Senat, Chuck Schumer (Senator Senior New York dari Partai Demokrat), Mike Rounds (Senator Junior South Dakota dari Partai Republik), Marco Rubio (Senator Junior Florida dari Partai Republik) & Kirsten Gillibrand (Senator Junior New York dari Partai Demokrat).

Amandemen untuk NDAA 2023 ini berjudul "Unidentified Anomalous Phenomena Disclosure" dan berisi total 64 halaman.

Inti dari amandemen "Unidentified Anomalous Phenomena Disclosure" adalah, agar pemerintah AS membuka dokumen-dokumen tentang UFO & alien yang selama ini bersifat rahasia untuk masyarakat, bahkan untuk tingkat Kongres.

Amandemen ini rencananya akan ditawarkan oleh para Senator Bipartisan tersebut ke Kongres, yang akan mulai pendanaan NDAA 2023 per tanggal 1 Oktober 2023 nanti.

"Selama puluhan tahun, warga AS terpesona oleh objek-objek misterius, dan sudah saatnya mereka mendapatkan jawabannya," ujar Senator Schumer.

"Publik memiliki hak untuk mempelajari teknologi dari mahkluk cerdas non manusia dan fenomena yang tak bisa dijelaskan," tambah Senator New York tersebut.

Amandemen ini nantinya akan mengharuskan pihak US National Archives and Records Administration untuk mengumpulkan dokumen-dokumen UFO dari semua lembaga pemerintahan terkait, di bawah agenda 'pengungkapan (UFO) segera', dan direksi pengawasan juga harus bisa harus memberikan alasan untuk menjaga kerahasiaan sebuah dokumen.

"Tujuan kami adalah untuk memastikan kredibilitas terkait dengan penyelidikan atau catatan penyimpanan material-material yang berhubungan dengan UFO," ungkap Senator Mike Rounds.

Dengan UU hasil Amandemen ini nantinya, dokumen-dokumen rahasia AS harus bisa dibuka setelah 25 tahun pasca dibuat, kecuali Presiden AS memutuskan untuk tetap menutup dokumen-dokumen rahasia tersebut dengan alasan keamanan nasional.

Lalu, Amandemen UU ini juga memberikan wewenang luas ke pihak pemerintah federal atas teknologi-teknologi UFO dan bukti-bukti biologis dari alien, yang sebelumnya dipegang oleh pihak swasta.

Unduh Amandemen "Unidentified Anomalous Phenomena Disclosure" di SINI.

Sabtu, 15 Juli 2023

Kelompok Hacktivist Global, Anonymous, Umumkan Project Disclosure; Situs untuk Para Whistleblower Kasus UFO dari Seluruh Dunia


KabarUFO, Jakarta - Di momen ufo / alien disclosure yang kian dekat, Kelompok hacktivist global, Anonymous, umumkan Project Discosure. Apakah itu?

Kelompok hacktivist global Anonymous umumkan Project Disclosure; sebuah situs pelaporan khusus untuk para whistleblower kasus-kasus UFO / alien-encounter dari seluruh dunia.

Melalui tweet mereka di Twitter pada tanggal 15 Juli 2023, pihak Anonymous umumkan keterangan resmi dari Project Disclosure.


"Kami tengah mengerjakan sebuah situs terbuka/publik yang aman (Secure Drop), yang akan anonim bagi siapa pun yang menggunakannya. Kami akan mengundang para whistleblower dari seluruh dunia untuk memberikan informasi yang mereka punya, terkait subjek UFO dan alien,"

Tonton videonya di bawah ini.

 
 
Klik ke SINI untuk mengakses situs Project Disclosure.

Minggu, 25 Juni 2023

RUU AS Terbaru Bakal Ungkap UFO dalam Waktu Enam Bulan ke Depan

ilustrasi (gambar: Politico)

KabarUFO, Jakarta - RUU Senat Intelijen terbaru beri waktu enam bulan kepada para pihak pemegang material UFO agar menyediakannya ke pihak AARO.

Dilansir dari Liberation Times, RUU Senat Intelijen terbaru beri waktu enam bulan kepada para pihak pemegang material UFO agar menyediakannya untuk pihak AARO.

All-domain Anomaly Resolution Office / AARO adalah unit khusus untuk penyelidikan kasus-kasus UFO yang berada di bawah wewenang Kantor Sekretaris Pertahanan AS.

AARO baru berdiri tahun 2022, dan merupakan lanjutan dari Advanced Aerospace Threat Identification Program / AATIP (2007 - 2012). AATIP berada di bawah naungan Defense Intelligence Agency (DIA)

Pihak United States Senate Select Committee on Intelligence (SSCI) telah menyetujui RUU Intelligence Authorization Act (IAA) for 2024, yang di dalamnya meliputi ketentuan tentang Unidentified Anomalous Phenomena (UAP / UFO).

Unduh file PDF RUU Intelligence Authorization Act (IAA) for 2024 di SINI.

RUU IAA 2024, yang terhubung dengan National Defense Authorization Act / NDAA (Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS) ini, diperkirakan akan ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Biden pada Desember 2023 nanti.

Beberapa catatan penting di UU Intelligence Authorization Act (IAA) for 2024 adalah penangguhan pendanaan dari pemerintah AS untuk program-program penelitian UFO (milik pemerintah) yang ilegal, serta pemberian amnesti / pengampunan hukum kepada para kontraktor pertahanan / pihak swasta yang diduga memiliki material UFO / alien.

Mengenai ketentuan amnesti yang diusulkan, pihak kontraktor pertahanan dan entitas lain yang memiliki materi atau informasi terkait UFO, yang diperoleh dari atau melalui pemerintah AS, harus secara sukarela mengungkapkannya ke pihak AARO, dalam waktu 60 hari sejak RUU  IAA 2024 resmi jadi undang-undang.

Selanjutnya, dalam waktu 180 hari, setiap kontraktor pertahanan yang termasuk dalam lingkup undang-undang baru ini harus menyediakan informasi atau materi yang diungkapkan; untuk penilaian, analisis, dan inspeksi. Dan itu termasuk 'semua materi yang berasal dari luar Bumi'.

Jika ketentuan di atas dipatuhi, maka setiap kontraktor pertahanan  / pihak swasta yang terkait dengan potensi program UFO ilegal tidak akan menghadapi 'tindak pidana atau perdata'.

Ketentuan lain yang diusulkan di IAA 2024 bertujuan untuk menarik dana dari kegiatan UFO (milik pemerintah) yang ilegal dan dilindungi di bawah payung 'akses khusus (special access)' atau 'akses terbatas (restricted access)'.

Ini berlaku jika kegiatan tersebut dilakukan 'tidak formal, tidak resmi, tidak eksplisit, dan tidak secara khusus dideskripsikan, dijelaskan, ke pihak komite-komite di Kongres AS'.

Dan kegiatan spesifik apa yang dimaksud Kongres?

'Merekrut, mempekerjakan, melatih, memperlengkapi, dan mengoperasikan, dan menyediakan keamanan untuk, personel pemerintah atau kontraktor swasta dengan misi primer, sekunder, atau kontingensi, untuk menangkap, memulihkan, dan mengamankan pesawat UFO, atau bagian dan komponen dari pesawat UFO tersebut.'

Lebih lanjut, RUU tersebut menyebutkan kegiatan terkait UFO lainnya, yang menunjukkan kecurigaan komite Kongres AS terkait kemungkinan adanya rekayasa teknologi dari pesawat UFO.

'Menganalisis pesawat UFO atau potongan atau komponennya, termasuk untuk tujuan menentukan sifat, komposisi bahan, metode pembuatan, asal, karakteristik, penggunaan dan aplikasi, kinerja, modalitas operasional, atau rekayasa balik dari teknologi atau komponen pesawat UFO tersebut.'


Kegiatan lainnya yang akan mengakibatkan penarikan dana dari pihak AS untuk program (milik pemerintah AS) yang berkaitan dengan teknologi rahasia dari sistem propulsi milik pesawat UFO.

‘Pengembangan teknologi propulsi, atau pesawat ruang angkasa yang menggunakan teknologi, sistem, atau subsistem propulsi, yang didasarkan pada atau berasal dari atau terinspirasi oleh inspeksi, analisis, atau rekayasa teknologi dari pesawat UFO yang diperbaiki.’

‘Setiap pesawat ruang angkasa yang menggunakan teknologi propulsi selain propelan kimia, tenaga surya, atau dorongan ion listrik.’

Senin, 05 Juni 2023

Mantan Intelijen Pentagon: "Pemerintah AS Menyimpan Beberapa Pesawat Milik Alien"

KabarUFO, Jakarta - Mantan intelijen Pentagon mengatakan kalau pemerintah Amerika Serikat menyimpan beberapa pesawat milik alien. Seperti apa?

Dilansir dari The Debrief, David Charles Grusch (36), mengatakan bahwa pemerintah AS menyimpan beberapa pesawat milik non manusia, sejak puluhan tahun yang lalu.

David Charles Grusch adalah veteran Angkatan Udara AS yang pernah dinas di Afghanistan pada tahun 2013. Lalu Grusch pernah bekerja di National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) [2021 - 2022], National Reconnaissance Office (NRO) & Unidentified Aerial Phenomena Task Force (UAPTF) [2019 - 2021].

NGA dan NRO itu berada di bawah naungan US Department Of Defense / Pentagon, sementara UAPTF itu berada di bawah naungan Office of Naval Intelligence (Kantor Intelijen Angkatan Laut AS).

Grusch mengatakan kalau pengumpulan potongan maupun satu pesawat (UFO) utuh sudah dilakukan sejak puluhan yang lalu, dan dilakukan oleh: pemerintah AS, negara-negara sekutu AS, dan perusahaan-perusahaan swasta yang bekerjasama dengan pihak militer AS.

"Hasil analisa menyatakan kalau objek-objek yang berhasil ditemukan adalah bukan milik manusia, berdasarkan dari tulisan bahasa (morfologi) di pesawat tersebut, dan bahan material dari pesawat itu sendiri," ungkap Grusch.

Pengungkapan (disclosure) yang dilakukan oleh David Grusch ini dilindungi oleh undang-undang National Defense Authorization Act for Fiscal Year 2023 (NDAA 2023), yakni undang-undang otorisasi pertahanan nasional AS untuk tahun anggaran 2023, yang di dalamnya ada ketentuan mengatur tentang perlindungan whistle-blower / saksi untuk kasus-kasus UFO.

Selain David Grusch, ada juga whistleblower lainnya yang maju, yakni Jonathan Grey, yang saat ini bekerja di National Air and Space Intelligence Center (NASIC).

"Fenomena alien itu nyata. Kita tidak sendirian. Pengumpulan UFO yang jatuh itu tidak hanya dilakukan AS saja, karena UFO adalah fenomena global," jelas Grey.

Pada 9 Mei 2023 David Grusch akhirnya maju untuk bicara, di saluran televisi NewsNation, dan diwawancara oleh Ross Coulthart (The Sydney Morning Herald / ABC TV / dll.). Wawancara tersebut baru tayang resmi hari ini (6/6).

Tonton videonya di bawah ini.

Minggu, 28 Mei 2023

Profesor di Stanford University: "100% Alien Sudah Ada di Bumi Sejak Lama"

KabarUFO, Jakarta - Seorang profesor di Stanford University mengatakan kalau 100% alien sudah ada di Bumi sejak lama.

Profesor Garry Nolan dari Stanford University mengatakan kalau ia yakin 100% bahwa alien sudah ada di Bumi, dan keberadaan mereka di Bumi sudah sejak lama.

Garry Nolan mengatakan hal tersebut ketika menjadi salah satu pembicara di konferensi SALT iConnections, yang berlangsung di The Glasshouse, Manhattan, New York, pada 16-18 Mei 2023.

Nolan adalah Profesor bidang Department of Microbiology and Immunology di Stanford University. Beliau juga telah menerbitkan 130 lebih artikel sains, mendapat penghormatan sebagai salah seorang dari 25 penemu terbaik di Stanford University, serta memiliki puluhan penghargaan di bidang sains.

Semenjak tahun 2020, Garry Nolan mulai ditarik masuk oleh pihak Unidentified Aerial Phenomena Task Force (UAPTF), CIA, dan Pentagon, untuk ikut meneliti sampel-sampel material dari berbagai kasus UFO.

Tonton videonya di bawah ini.

Senin, 08 Mei 2023

Rabu, 21 September 2022

Emco "Monster Flex series 3: Alien" (2022)

Emco "Monster Flex series 3: Alien" (2022). Mainan figur yang elastis. Glow in the dark!

Tinggi 14 cm. Harga Rp80.000. Untuk pembelian kontak ke: kabarufo@gmail.com

Kamis, 30 Desember 2021

NASA Rekrut 24 Orang Ahli Agama untuk Mempelajari Reaksi Manusia Terhadap Eksistensi Alien

ilustrasi (foto: National Geographic)

KabarUFO, Jakarta - NASA rekrut 24 ahli agama (teolog) untuk mempelajari seperti apa reaksi manusia terhadap eksistensi alien.
 
Dilansir dari New York Post, NASA bekerjasama dengan para ahli agama dari Center for Theological Inquiry (CTI) di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, untuk mempelajari reaksi manusia terhadap eksistensi alien.

Dr. Andrew Davison dari University of Cambridge adalah salah satu dari 24 orang ahli agama yang diikutsertakan dalam proyek kerjasama ini.

Davison mengatakan kalau penelitiannya sudah melihat bagaimana teologi dan astrobiologi sering jadi topik di berbagai tulisan populer dalam kurun waktu 150 tahun terakhir.

Buku karya Davison yang bakal dirilis tahun depan, Astrobiology and Christian Doctrine, akan banyak meng-cover kegiatan kerjasama antara NASA dengan CTI ini.

Astrobiology and Christian Doctrine karya Davison nantinya juga akan berisi catatan bahwa banyak orang akan berpaling ke agama untuk mencari panduan, jika kehidupan alien ditemukan (diumumkan -red), dan apa artinya hal tersebut (eksistensi alien) bagi martabat manusia.

"Deteksi kehidupan alien mungkin akan hadir 10 tahun lagi atau di masa depan, jika hal itu terjadi, maka studi ini akan sangat berguna," tulis Davison untuk bukunya nanti.

NASA Akan Ungkap Kehidupan Alien ke Kalangan Agamawan?

Pada tahun 2020 terungkap sebuah dokumen resmi dari Gedung Putih yang mengisyaratkan kalau tahun 2021 ini NASA berencana untuk ungkap kehidupan alien ke kalangan agama di seluruh dunia. Baca beritanya di SINI.

Selasa, 28 Desember 2021

Jenderal TNI Hendropriyono Konfirmasi Kalau UFO Pernah Mendarat di Senayan Pada Tahun 1959

KabarUFO, Jakarta - Jenderal TNI (Purnawirawan) Abdullah Mahmud Hendropriyono mengkonfirmasi kalau UFO pernah mendarat di Senayan pada tahun 1959. Seperti apa?

Jenderal TNI A.M. Hendropriyono di acara peluncuran buku Catatan Merah dari Putera Bung Karno (2021) karya Guntur Soekarnoputra, yang digelar secara online via Zoom pada 10 April 2021, mengatakan kalau UFO pernah mendarat di Senayan pada tahun 1959.

Hendropriyono mengatakan hal tersebut dengan maksud untuk menambahkan cerita dari Guntur Soekarnoputra di salah satu bab di buku Catatan Merah dari Putera Bung Karno, yang mana Guntur pernah mengalami Close Encounters of the Second Kind (melihat penampakan UFO dari dekat, serta mendapatkan efek fisik dan psikologis kepada para saksi mata) di Jakarta pada dekade 80-an.

"UFO pernah mendarat di lokasi tempat pembangunan Stadion Senayan pada tahun 1959. Saat itu kawasan Senayan baru hanya lapangan tanah merah saja," terang Hendropriyono yang juga mantan Kepala di Badan Intelijen Negara (BIN) periode tahun 2001 - 2004.

Konstruksi pembangunan Stadion Utama Senayan (sekarang bernama Stadion Utama Gelora Bung Karno) dimulai pada 8 Februari 1960 dan selesai pada 21 Juli 1962.

Guntur Soekarnoputra atau yang biasa dipanggil Mas Tok adalah anak pertama dari Presiden Soekarno dan ibu negara Fatmawati.

Catatan Merah dari Putera Bung Karno (2021) adalah buku keempat karya Guntur. Ide pembuatan buku ini dimulai sejak tahun 1995.

Buku ini membahas beberapa peristiwa nasional, mulai dari tahun 1962 hingga sekarang.

"Buku ini juga merupakan kumpulan tulisan saya yang sudah pernah dimuat di berbagai media, mulai dari Kompas, Media Indonesia, Suara Pembaruan, hingga ke BeritaSatu," terang Mas Tok.

Tonton videonya di bawah ini. Simak mulai menit ke 25:37 sampai 33:08.

Pada Agustus 2020 Guntur Soekarnoputra mengirim tulisan ke Media Indonesia tentang pengalamannya melihat UFO di Jakarta pada tanggal 23 Mei 1981. Berikut adalah kutipan tulisannya:

Saya pribadi pernah menjadi saksi UFO mendarat di DKI Jakarta tepatnya di Jl. Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di sebelah rumah almarhumah Ibu Fatmawati Soekarno yang saat itu dihuni oleh adik saya, Guruh Sukarno Putra, dan menjadi markas dari kelompok muda-mudi Swara Maharddhika yang terkenal.

Saat itu, Guruh sebagai Ketua Umum Swara Maharddhika sedang melatih anggota-anggota Swara Maharddhika agar mereka menguasai tarian rakyat Sulawesi Selatan, yaitu tari Pakarena. Tari ini diiringi oleh tiga orang penabuh kendang yang menabuh kendangnya secara bertalu-talu.

Rupanya suara kendang yang bertalu-talu sampai berhari-hari itu frekuensinya tepat sama dengan frekuensi yang dimiliki oleh UFO tadi. Secara populer UFO dapat kita sebutkan sebagai piring terbang. Akibat adanya kesamaan frekuensi, piring terbang tadi mendarat di kawasan datangnya sumber frekuensi yakni rumah kosong di sebelah rumah yang ditempati Guruh. Hal tersebut diketahui ketika setelah latihan usai di sore hari mendekati Maghrib.

Seorang pembantu bernama Samadi tengah membersihkan ruangan latihan. Saat itu ia memperhatikan di tembok pagar belakang rumah secara remang-remang melihat bayangan seseorang sedang bertengger di atas tembok. Ia mengira orang tersebut adalah pencuri yang hendak meloncat pagar untuk masuk ke rumah. Akan tetapi, anehnya Samadi tidak dapat berbuat apa-apa. Dia hanya terdiam melongo tak bergerak sedikit pun.

Anggota Swara Maharddhika yang belum pulang dan sedang minum es, tiba –tiba berteriak karena mereka melihat sebuah piring terbang melayang ke udara dari halaman belakang rumah tempat mereka latihan tadi. Mereka berteriak histeris, “Piring terbang, piring terbang!" Dan langsung tancap gas motor mereka untuk mengikuti ke mana arah piring terbang tadi melayang.

Rupanya piring terbang tersebut terbang melayang ke arah Stadion utama Gelora Bung Karno. Sekitar empat orang anggota Swara Maharddhika yang naik motor mengejar piring terbang tadi ke arah GBK melihat benda tersebut melakukan hovering (melayang-layang) tepat di atas kubah stadion utama untuk beberapa saat. Karena pagar stadion utama dalam keadaan terkunci, mereka cuma bisa mengawasi piring terbang tadi dari pagar stadion.

Sayang di kala itu belum ada handphone untuk bisa memotret. Tak berapa lama setelah melayang-layang, tiba-tiba dengan kecepatan kilat piring terbang tadi melesat ke angkasa dan hilang dari pandangan.

Esok paginya, Guruh segera menghubungi Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) serta melaporkan kejadian tersebut. Hari itu juga tim dari Lapan yang dipimpin Marsekal Muda RJ Salatun datang dan memeriksa seluruh lokasi kejadian, termasuk memeriksa Samadi.

Saat pemeriksaan sebagai penasihat Swara Maharddhika, saya hadir untuk melihat-lihat kondisi di lokasi kejadian. Oleh RJ Salatun, saya dilarang mendekati lokasi pagar karena lokasi tersebut masih penuh dengan radiasi elektro magnetik yang membuat pohon-pohon pisang tetangga belakang hangus terbakar.

Peristiwa piring terbang yang disaksi-kan oleh lebih dari tiga orang itu, menurut RJ Salatun, dapat dikategorikan sebagai peristiwa akurat, benar-benar terjadi dan harus didokumentasikan. Apalagi diperkuat dengan adanya kasus Samadi yang tampak linglung. Rupanya dia terkena extra terestrial syndrome. Hal ini biasa dialami oleh orang-orang yang kepergok bertemu dengan alien.

Kamis, 04 November 2021

Inisiasi Pencarian Alien dari Universitas Harvard Gaet Staf Pentagon & Anggota Komite Intelijen AS

KabarUFO, Jakarta - Inisiasi pencarian alien dari Universitas Harvard, The Galileo Project, menggaet dua tokoh ufologi ternama saat ini, yang juga mantan staf di pemerintahan/militer Amerika Serikat.

The Galileo Project pada 30 Oktober 2021 resmi mengumumkan afiliasi dengan Luis Elizondo dan Christopher Mellon, sebagai bagian dari ilmuwan-ilmuwan proyek mereka.

The Galileo Project adalah proyek pencarian bukti artefak teknologi milik alien, yang dicetuskan oleh Profesor Avi Loeb dari Universitas Harvard pada 26 Juli 2021.

Avi Loeb adalah orang yang pertama kali menemukan "Oumuamua" pada 19 Oktober 2017. Kemudian Profesor Loeb menulis tentang Oumuamua untuk The Astrophysical Journal Letters yang terbit pada tanggal 12 November 2018.

Oumuamua ukurannya sangat besar (sebesar stadion), orbit-nya tak biasa, kecepatannya sangat tinggi, berwarna merah, serta bentuknya tak mirip asteroid pada umumnya. Profesor Avi Loeb berasumsi kalau objek misterius tersebut mungkin adalah roket riset / pesawat milik alien.

Baca artikel tentang The Galileo Project yang KabarUFO tulis di SINI.

Luis Elizondo pernah bekerja di Angkatan Darat AS (US Army) selama 20 tahun sebagai US Army Counterintelligence Special Agent. Ia bertugas untuk berbagai operasi intelijen militer AS di Afganistan, Amerika Selatan dan Teluk Guantanamo (Kuba).

Kemudian pada tahun 2008 hingga 2017 Elizondo bekerja sebagai Direktur di Advanced Aerospace Threat Identification Program (AATIP) yang berada di bawah naungan Under Secretary of Defense for Intelligence / USD(I).

Setelah keluar dari AATIP, Elizondo bergabung di To The Stars Academy (TTSA) bentukan Tom Delonge, mantan vokalis/gitaris di band Blink-182.

TTSA lah yang pihak yang dianggap menyebar ke publik, tiga video UFO (“FLIR,” “GIMBAL,” dan “GOFAST”) yang direkam oleh US Navy, sehingga video-video tersebut viral di seluruh dunia.

Baca artikel tentang Luis Elizondo yang KabarUFO tulis di SINI.

Sementara Christopher Mellon adalah mantan Deputy Assistant Secretary of Defense for Intelligence di pemerintahan Bill Clinton and George W Bush.

Mellon juga pernah menjawab sebagai Staff Director di United States Senate Select Committee on Intelligence.

Mellon juga sempat tergabung di To The Stars Academy (TTSA) bersama dengan Luis Elizondo.

Mudah-mudahan dengan bergabungnya dua sosok berintegritas tinggi ini mampu membantu pihak The Galileo Project untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kita selama ini tentang UFO dan alien.

Senin, 25 Oktober 2021

Bos NASA Bicara tentang UFO, Alien & Multiverse

KabarUFO, Jakarta - Orang nomor satu di NASA, Bill Nelson, di wawancara terbarunya bicara tentang UFO, alien & multiverse. Seperti apa?

Administrator NASA, Bill Nelson, di wawancara terbarunya oleh Larry Sabato untuk program Center for Politics, University of Virginia, pada 19 Oktober 2021, bicara tentang UFO, alien & multiverse.

"Sebelum wawancara ini selesai, saya bahkan belum berbicara tentang pencarian kehidupan di luar bumi. Menurut anda apa yang kami lakukan di Mars? Kami mencari kehidupan. Ini adalah bagian dari misi NASA. Itulah yang akan dicari oleh teleskop ini. Apakah ada planet lain di tempat lain yang ada kehidupan?" ujar Nelson di penghujung wawancara tersebut.

"Jadi, ini adalah misi yang terus kami cari — apa, siapa di luar sana? Siapa kita? Bagaimana kita bisa sampai di sini? Bagaimana kita menjadi seperti kita saat ini? Bagaimana kita bisa berkembang? Bagaimana kita bisa beradab? Dan apakah kondisi (di Bumi) sama dengan (planet yang) di luar sana, di alam semesta yang memiliki miliaran matahari lain, di miliaran galaksi lain — sangat besar sehingga saya tidak dapat membayangkannya," lanjut orang nomor satu di NASA tersebut.

Ketika pewawancara, Larry Sabato, coba menggali jawaban dari Nelson, tentang pendapatnya akan UFO; apakah itu pesawat milik Rusia, China, atau alien, Bill Nelson menjawab:

"Saya tidak tahu jawabannya. Tapi pendapat saya pribadi adalah alam semesta begitu besar, dan bahkan sekarang ada teori kalau mungkin ada alam semesta lainnya, dan jika itu masalahnya, siapa saya untuk mengatakan bahwa planet Bumi adalah satu-satunya lokasi untuk bentuk kehidupan yang beradab dan terorganisir seperti kita?" pungkas Nelson.

Sebelumnya pada 28 Juni 2021 terungkap dokumen yang menyatakan keinginan NASA (di bawah kepemimpinan Bill Nelson) untuk mengungkap kasus UFO ke publik. Baca beritanya di sini.

Administrator adalah jabatan tertinggi di NASA. Bill Nelson mulai menempati jabatan tersebut per 3 Mei 2021.

Tonton video wawancara Bill Nelson oleh Larry Sabato untuk program Center for Politics, University of Virginia, di bawah ini. Mereka mulai membicarakan topik UFO dan alien di menit ke 53:10.

Sabtu, 24 Juli 2021

Profesor Universitas Harvard Inisiasi Proyek Pencarian Bukti Artefak Teknologi Milik Alien

KabarUFO, Jakarta - Profesor dari Universitas Harvard di bidang astrofisika dan kosmologi, Abraham "Avi" Loeb, menginisiasi proyek pencarian bukti artefak teknologi milik alien.

Profesor Avi Loeb dari Universitas Harvard menginisiasi The Galileo Project, proyek pencarian bukti artefak teknologi milik alien.

Peluncuran resmi The Galileo Project akan dilakukan pada hari Senin (26 Juli 2021) waktu Amerika Serikat secara live di akun YouTube mereka.

Avi Loeb adalah orang yang pertama kali menemukan "Oumuamua" pada 19 Oktober 2017. Kemudian Profesor Loeb menulis tentang Oumuamua untuk The Astrophysical Journal Letters yang terbit pada tanggal 12 November 2018.

Oumuamua ukurannya sangat besar (sebesar stadion), orbit-nya tak biasa, kecepatannya sangat tinggi, berwarna merah, serta bentuknya tak mirip asteroid pada umumnya. Profesor Avi Loeb berasumsi kalau objek misterius tersebut mungkin adalah roket riset / pesawat milik alien.

UFO Bukan Lagi Topik Tabu di Kalangan Sains

Semenjak pemerintah AS merilis laporan resmi tentang UFO pada 25 Juni 2021 kemarin, topik UFO tak lagi dianggap tabu di kalangan sains. Media sains ternama macam Scientific American bahkan mulai menulis artikel tentang UFO & alien.
 

Lalu ilmuwan terkenal seperti Eric Weinstein yang sebelumnya terkenal skeptis terhadap topik UFO, akhirnya melakukan permintaan maaf terbuka, dan menyatakan akan ikut berpartisipasi dalam meneliti fenomena UFO.

Jumat, 25 Juni 2021

Ini Dia Laporan Resmi Pemerintah Amerika Serikat tentang UFO

KabarUFO, Jakarta - Akhirnya pemerintah Amerika Serikat, melalui pihak Office Of The Director of National Intelligence (ODNI), pada 25 Juni 2021 merilis secara resmi laporan tentang UFO yang dinanti oleh banyak orang.

Laporan tersebut berisikan sembilan lembar halaman dikerjakan oleh pihak ODNI berdasarkan kerja dari tim Unidentified Aerial Phenomena Task Force (UAPTF) selama enam bulan, berdasarkan data-data kasus UFO di AS selama 17 tahun (2004 - 2021).

Yang menarik dari laporan ini ada di halaman tiga, paragraf lima. Karena "lainnya" juga masuk ke kategori pemicu munculnya UFO.

"There are probably multiple types of UAP requiring different explanations based on the range of appearances and behaviors described in the available reporting.  Our analysis of the data supports the construct that if and when individual UAP incidents are resolved they will fall into one of five potential explanatory categories: airborne clutter, natural atmospheric phenomena, USG or U.S. industry developmental programs, foreign adversary systems, and a catchall 'other' bin,"

"Mungkin ada beberapa jenis UAP (Unidentified Aerial Phenomena) yang memerlukan penjelasan berbeda, berdasarkan rentang penampakan dan perilaku yang dijelaskan dalam pelaporan. Analisis data kami mendukung teori bahwa/jika sebuah kasus UAP berhasil disimpulkan, fenomena tersebut akan jatuh ke dalam satu dari lima kategori potensi penjelasan: pesawat, fenomena alam, pesawat program rahasia AS, teknologi milik negara lain, dan 'lainnya',"


Apa maksud dari kata "Lainnya" di sini?

Di halaman enam paragraf pertama, pihak ODNI menjelaskan maksud dari kata "Other / Lainnya".

"Although most of the UAP described in our dataset probably remain unidentified due to limited data or challenges to collection processing or analysis, we may require additional scientific knowledge to successfully collect on, analyze and characterize some of them.  We would group such objects in this category pending scientific advances that allowed us to better understand them.  The UAPTF intends to focus additional analysis on the small number of cases where a UAP appeared to display unusual flight characteristics or signature management,"

"Meskipun sebagian besar UAP yang dideskripsikan di dalam kumpulan data kami tetap tidak teridentifikasi karena keterbatasan data atau waktu untuk pemrosesan atau analisisnya, kami mungkin memerlukan tambahan pengetahuan ilmiah agar bisa mengumpulkan - menganalisis - mengkarakterisasi beberapa di antaranya. Kami akan mengelompokkan objek-objek tersebut dalam kategori ini, sambil menunggu kemajuan ilmiah yang memungkinkan kami untuk lebih memahaminya. UAPTF (Unidentified Aerial Phenomena Task Force) bermaksud untuk memfokuskan analisis tambahan pada kasus-kasus di mana UAP muncul dengan menampilkan karakteristik penerbangan yang tidak biasa,"


Di halaman empat pihak ODNI juga menyayangkan minimnya data milik pemerintah/militer untuk laporan ini, karena mekanisme pelaporan kasus UFO untuk pihak US Navy baru ada pada Maret 2019. Lalu mekanisme pelaporan kasus UFO untuk US Air Force baru ada pada November 2020.

Office of the Director of National Intelligence adalah sebuah lembaga independen yang dipimpin oleh Director of National Intelligence / DNI (Direktur Intelijen Nasional). DNI adalah pimpinan dari National Security Agency / NSA (Badan Keamanan Nasional), yang merupakan bagian dari United States Intelligence Community / IC (Komunitas Intelijen Amerika Serikat).

DNI juga bekerja sebagai penasihat untuk Presiden dan NSA terkait masalah intelijen untuk keamanan nasional Amerika Serikat.

Unduh laporan resmi pihak Amerika Serikat untuk kasus UFO tersebut di SINI.

Kamis, 24 Juni 2021

Mantan Pegawai Pentagon yang membuat Topik UFO Mendunia sejak Empat Tahun Terakhir, Akhirnya Bicara Kalau Alien Itu Memang Ada

KabarUFO, Jakarta - Luis Elizondo, orang yang membuat topik UFO kembali mendunia sejak empat tahun terakhir ini akhirnya menyiratkan kalau alien itu memang ada.

Sebelumnya Luis Elizondo jika diwawancara oleh media selalu "bermain aman" dengan berkata "kita mungkin tidak sendiri di dalam semesta ini". Selalu menyebut kata "mungkin", tidak langsung berterus terang berkata kalau alien itu ada.

Tiga tahun terakhir Luis Elizondo selalu diwawancara oleh media-media mainstream, baru tahun 2021 ia mulai keliling di sirkuit komunitas ufologi, dengan menjadi narsum di sejumlah podcast oleh media / tokoh bidang ufologi.

Ketika diwawancara oleh para pelaku di komunitas ufologi, Luis Elizondo berbicara lebih terbuka dan membahas lebih dalam, ketimbang ketika diwawancara oleh media mainstream; di mana ia berbicara lebih hati-hati dan hanya membahas topik UFO di permukaannya saja.

Pada 22 Juni 2021, Luis Elizondo diwawancara oleh saluran YouTube, Theories of Everything with Curt Jaimungal. Wawancara tersebut disiarkan secara langsung (live-streaming) dengan membuka fitur live chat dengan para penonton.

Tiga momen besar di wawancara ini

Ada tiga momen besar di wawancara ini, yang pertama adalah ketika salah satu penonton di live-streaming tersebut bertanya ke pada Luis:

"If the general public knew or saw what you saw, what the next week look like? How the public would react?"

"Jika masyarakat umum tahu atau melihat apa yang Anda lihat
(ketahui), bakal seperti apa pekan depan? Akan seperti apa reaksi publik?"

Luis Elizondo pun menjawab:

"Somber"

"Suram / depresi"


Kemudian Luis Elizondo melanjutkan, kalau masyarakat akan menghela nafas tiap harinya (menyikapi realitas baru tersebut) dan coba merefleksikan realitas baru tersebut ke diri mereka dan masyarakat.

"Masyarakat akan serius menanggapi hal ini, bukan dengan cara berpesta di jalanan, seperti di film-film Hollywood,"

"Bakal lebih banyak lagi orang-orang yang serius ke agama, dan makin banyak pula orang yang meninggalkan agama, karena realitas ini. Pertanyaan-pertanyaan tentang teologi / ilmu agama akan hilang,"

"Lalu orang-orang yang selama ini membohongi masyarakat tentang topik UFO akan dikucilkan oleh masyarakat dan mungkin perlu mengganti nama mereka. Kemudian orang-orang yang selama ini berjuang dalam bidang ufologi akan dianggap sebagai pahlawan kebenaran,"

"Dan komunitas sains dan akademik harus melakukan introspeksi besar-besaran, mengapa mereka terus mengulangi kesalahan yang sama sejak kasus Galileo Galilei,"
(FYI, ilmuwan Galileo dulu dihukum dan dikucilkan oleh dunia sains dan kalangan gereja, karena menentang keyakinan saat itu kalau Bumi adalah pusat dari alam semesta).

"Mungkin dengan realitas baru ini, ras manusia di seluruh dunia akan bersatu,"

Tonton videonya di bawah ini, cek di jam ke 1:08:23.

 
 
Momen penting kedua di wawancara ini adalah ketika Luis Elizondo menjelaskan beberapa jenis UFO beserta ukurannya:

1. UFO bentuk piring terbang. Biasanya seukuran mobil sport.
2. UFO bentuk silinder / cigar. Biasanya seukuran bus sekolah.
3. UFO bentuk segitiga. Biasanya ukurannya sangat besar.

Cek di menit ke 1:24.

Momen penting ketiga di wawancara ini adalah ketika debunker terkenal, Mick West, bertanya: "Jika anda betul yakin UFO itu teknologi milik alien, lalu mengapa anda sangat peduli akan NDA, dan tidak rilis saja ke publik, semua bukti-bukti yang anda miliki?"

* keterangan: Non Disclosure Agreement (NDA) adalah perjanjian kerahasiaan antara dua pihak untuk menjaga kerahasiaan informasi dan atau material tertentu, yang mereka bagi bersama akses / informasinya, namun tidak diijinkan untuk diketahui oleh pihak di luar mereka (pihak ketiga). NDA umumnya diaplikasikan di pekerjaan bidang militer dan pemerintahan.

Luis Elizondo pun menjawab pertanyaan tersebut secara panjang lebar dengan nada sedikit emosi, yang intinya kalau ia akan tetap memegang teguh kode etik pekerjaan terdahulunya sebagai orang pemerintahan & militer.

Elizondo berkata kalau ia terus akan memperjuangkan disclosure / pengungkapan topik UFO dari sisi pemerintah, karena menurutnya hanya dari cara (yang benar) itu saja disclosure bisa terjadi.

Cek di menit ke 39:01.

Mengenal Luis Elizondo

Luis Elizondo pernah bekerja di Angkatan Darat AS (US Army) selama 20 tahun sebagai US Army Counterintelligence Special Agent. Ia bertugas untuk berbagai operasi intelijen militer AS di Afganistan, Amerika Selatan dan Teluk Guantanamo (Kuba).

Kemudian pada tahun 2008 hingga 2017 Elizondo bekerja sebagai Direktur di Advanced Aerospace Threat Identification Program (AATIP) yang berada di bawah naungan Under Secretary of Defense for Intelligence / USD(I).

Setelah keluar dari AATIP, Elizondo bergabung di To The Stars Academy (TTSA) bentukan Tom Delonge, mantan vokalis/gitaris di band Blink-182.

TTSA lah yang pihak yang dianggap menyebar ke publik, tiga video UFO yang direkam oleh US Navy, sehingga video-video tersebut viral di seluruh dunia.

Lalu, TTSA pula yang membuat topik UFO kembali mendunia mulai tahun 2017 hingga sekarang, melalui dua (1 & 2) artikel oleh The New York Times, yang membahas tentang video UFO US Navy dan AATIP.

Terakhir topik UFO mendunia adalah pada akhir dekade 40-an hingga awal dekade 50-an, pasca kasus Roswell tahun 1947.

Minggu, 30 Mei 2021

Para Sutradara "The X-Files", "Men In Black" & "Arrival" Angkat Bicara Tentang Topik UFO yang Kini Sedang Ramai

KabarUFO, Jakarta - "The X-Files", "Men In Black" & "Arrival" adalah serial televisi & film dengan tema alien yang paling berpengaruh dalam kurun waktu 28 tahun terakhir. Apa pendapat para sutradara dan produser dari film-film tersebut, ketika UFO kembali jadi headline berita di mana-mana sejak empat tahun terakhir ini?

Dilansir dari NBC News, Chris Carter, penulis cerita dan produser serial televisi "The X-Files", menyatakan kegembiraannya akan topik UFO yang kini jadi headline di mana-mana.

"(topik UFO) Ini adalah sesuatu yang saya sangat tertarik sejak lama, jadi sangatlah menyenangkan ketika akhirnya masuk ke tajuk utama (headline) berita-berita," ujar Carter.

Barry Sonnenfeld, sutradara dari trilogi film "Men In Black", mengatakan kalau ia merasa takut akan hal ini.

"Menakutkan. Jika ada alien di luar sana, saya tidak bisa bayangkan kalau mereka itu baik, dan saya tidak berpikir kalau kita (manusia) layak untuk diperlakukan baik. Terimalah kenyataan kalau manusia adalah virus di planet ini," ujar Sonnenfeld.

Aaron Ryder, produser film "Arrival" (2016) & "Donnie Darko" (2001), mengatakan ketika ia syuting film Arrival pada tahun 2015, ia yakin kalau suatu hari nanti bakal ada bukti yang tak bisa disangkal akan keberadaan UFO dan alien.

"Saya kaget, mengapa membutuhkan waktu selama ini agar informasi tersebut bisa keluar. Saya heran, mengapa kita tidak meminta pengungkapan (disclosure) ini lebih dini. Mengapa buktinya harus dirahasiakan? Sekarang sudah saatnya,"

70 tahun sejak peristiwa Roswell 1947, akhirnya pada tahun 2017 topik UFO mulai kembali ramai, berkat video-video UFO yang dirilis ke publik, pihak Pentagon yang mengakui video-video tersebut otentik, serta media-media mainstream di seluruh dunia yang mulai mengangkat topik ini.

Rencananya bulan Juni 2021 nanti, pemerintah Amerika Serikat akan merilis informasi terbaru ke publik tentang fenomena UFO ini. Mari kita bersiap.

Jumat, 23 April 2021

Konferensi Tahunan Kristen Katolik Amerika Serikat Tahun Ini Akan Membahas Topik Tentang Alien

KabarUFO, Jakarta - Seiring dengan perkembangan zaman dalam hal publik menyikapi fenomena UFO dan alien yang kian terbuka sejak empat tahun terakhir ini, kalangan agamawan di Amerika Serikat juga makin terbuka dalam membahas topik UFO dan alien. Contohnya konferensi Kristen Katolik yang akan digelar di AS bulan Juni tahun ini.

Dilansir dari The Debrief, pihak Society of Catholic Scientists telah menjadwalkan acara konferensi tahunan mereka, SCS Conference, untuk tahun ini yang akan digelar pada 4-6 Juni 2021.

SCS 2021 rencananya akan digelar pada tanggal 4-6 Juni 2021 di Washington DC Hilton Hotel, Washington DC, Amerika Serikat, dengan mengusung tema 'E.T., A.I., and Minds Beyond the Human'.

Konferensi tahunan ini akan menghadirkan para pakar di dunia pendidikan dan teologi.

"Bakal ada 13 diskusi yang digelar nantinya," ujar Dr. Stephen Barr, Presiden di Society of Catholic Scientists.

Separuh dari diskusi-diskusi tersebut akan membahas tentang extraterrestrial life, dan akan menghadikan para pakar ternama di bidang tersebut," jelas Dr. Barr.

Para pembicara yang akan membahas tentang kehidupan di luar Bumi, di konferensi ini adalah:
- Jonathan Lunine, Direktur di Cornell Center for Astrophysics and Planetary Science.
- Dr. Karin Öberg, Profesor Astronomy and Director of Undergraduate Studies di Harvard University.
- Simon Conway Morris, Direksi di Evolutionary Palaeobiology at the University of Cambridge.
- Christopher Baglow, Direktur di Science and Religion Initiative of the McGrath Institute for Church Life dari University of Notre Dame.

Menurut Dr. Barr, tujuan dari konferensi ini adalah untuk menghapus stigma kalau sains dan agama itu tidak bisa dicampur aduk.

"Jika orang-orang telaah lebih jauh lagi, ada banyak perkumpulan ilmuwan, yang di dalamnya banyak yang menganut agama Katolik," tambah Stephen Barr.

Cek detail dari acara konferensi 2021 SCS Conference di SINI.


Tahun Ini NASA Akan Ungkap Kehidupan Alien ke Kalangan Agamawan?


Sebelumnya pada Juni 2020 terungkap di dua buah dokumen resmi pemerintah AS, kalau NASA tahun ini (2021) akan ungkap eksistensi kehidupan alien ke berbagai kalangan agamawan di muka Bumi ini.

 

Dokumen yang berjudul A Budget For America's Future - Fiscal Year 2021 keluaran pihak Office of Management and Budget (OMB) di Gedung Putih mengisyaratkan kalau tahun 2021 nanti NASA berencana menyiapkan seluruh agama di dunia untuk penemuan kehidupan ekstraterrestrial.

Pendanaan untuk NASA sebesar 1 juta Dollar, dalam rangka persiapan pengungkapan kehidupan ekstraterrestrial ke kalangan agama di seluruh dunia ini juga terkait dengan catatan Congressional Record - Senate pada tanggal 10 Januari 2017.

Baca beritanya di SINI.

Kamis, 17 Desember 2020

Mantan Direktur CIA Periode 2013-2017: "Fenomena UFO Bisa Jadi Jenis Aktivitas dari Bentuk Kehidupan Lain"

KabarUFO, Jakarta - Topik tentang UFO pada tahun 2020 jadi semakin ramai dan kian banyak orang-orang penting yang angkat bicara. Kini giliran mantan Direktur CIA (Central Intelligence Agency) yang membicarakan hal tersebut.

Mantan Direktur di CIA periode 2013-2017, John Brennan, ketika diwawancara mengenai topik UFO oleh pakar ekonomi dari George Mason University, Tyler Cowen, mengatakan kalau manusia itu arogan jika menganggap tidak ada kehidupan lain selain di Bumi, dan fenomena UFO bisa jadi merupakan jenis aktivitas dari bentuk kehidupan lain.

"Saya pikir sedikit angkuh dan arogan jika kita percaya kalau tidak ada bentuk kehidupan lain (selain di Bumi) di alam semesta ini," ujar Brennan, ketika diwawancara oleh Tyler Cowen di acara podcast Converstations With Taylor, yang diunggah ke YouTube pada 16 Desember 2020.

"Beberapa dari fenomena (UFO) yang akan kita terus lihat ke depannya, akan tetap misterius, faktanya, beberapa fenomena (UFO) ini adalah hasil dari sesuatu yang kita belum pahami, dan bisa jadi melibatkan jenis aktivitas dari, yang beberapa orang bilang, merupakan bentuk kehidupan lain," paparnya.

John Owen Brennan menjabat sebagai Direktur di Central Intelligence Agency (CIA) sejak Maret 2013 hingga Januari 2017.

Tyler Cowen adalah seorang Profesor Ekonomi dari George Mason University. Cowen banyak menulis artikel tentang ekonomi di berbagai media seperti: The New York Times, Bloomberg, The New Republic, The Wall Street Journal, Forbes, Newsweek dan Wilson Quarterly.   

Tonton videonya di bawah ini.

Tonton juga video wawancara penuhnya di bawah ini.