Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2022

Hot Wheels "Mars Rover Curiosity" (2014)

Mainan diecast Hot Wheels "Mars Rover Curiosity" (2014).

Curiosity, kendaraan rover penjelajah nirawak milik NASA yang beroperasi di planet Mars sejak tahun 2012 sampai sekarang.

Cukup banyak penampakan UFO di planet Mars yang terekam (entah disengaja atau tidak disengaja) oleh Curiosity dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.

Harga Rp50.000. Untuk pembelian kontak ke: kabarufo@gmail.com

Senin, 13 Juni 2022

NASA Bentuk Tim Khusus untuk Pelajari Fenomena UFO

ilustrasi (gambar: metro.co.uk)

KabarUFO, Jakarta - NASA umumkan kalau mereka akan bentuk tim khusus untuk pelajari fenomena UFO. Seperti apa?

Dilansir dari situs resmi NASA, pihak NASA pada Kamis (9/6) mengumumkan bahwa mereka akan membentuk tim khusus untuk pelajari fenomena UFO.

"Tim ini nantinya akan mengumpulkan data dari kejadian-kejadian di langit yang tak bisa diidentifikasi sebagai pesawat atau fenomena alam -- dari sudut pandang sains," ujar pihak NASA di konferensi pers online yang diselenggarakan pada 9 Juni 2022.

Pihak NASA mengatakan bahwa mereka tertarik mempelajari fenomena UFO dari sudut pandang keamanan. Studi ini akan dimulai pada musim gugur tahun ini, dan diperkirakan akan memakan waktu sembilan bulan.

"Kami punya peralatan dan tim yang bisa membantu meningkatkan pemahaman akan fenomena ini. Itu adalah definisi dari sains," ujar Thomas Zurbuchen, dari Science Mission Directorate, NASA.

Tim NASA untuk mempelajari fenomena UFO ini nantinya akan dipimpin oleh pakar astrofisika David Spergel, yang juga presiden di Simons Foundation, New York.

"Kami akan mengientifikasi data-data dari warga sipil, pemerintah, perusahaan-perusahaan, dan lain-lain," ujar David Spergel.

Tonton video rekaman konferensi pers online dari NASA terkait studi fenomena UFO, di bawah ini.

Kamis, 30 Desember 2021

NASA Rekrut 24 Orang Ahli Agama untuk Mempelajari Reaksi Manusia Terhadap Eksistensi Alien

ilustrasi (foto: National Geographic)

KabarUFO, Jakarta - NASA rekrut 24 ahli agama (teolog) untuk mempelajari seperti apa reaksi manusia terhadap eksistensi alien.
 
Dilansir dari New York Post, NASA bekerjasama dengan para ahli agama dari Center for Theological Inquiry (CTI) di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, untuk mempelajari reaksi manusia terhadap eksistensi alien.

Dr. Andrew Davison dari University of Cambridge adalah salah satu dari 24 orang ahli agama yang diikutsertakan dalam proyek kerjasama ini.

Davison mengatakan kalau penelitiannya sudah melihat bagaimana teologi dan astrobiologi sering jadi topik di berbagai tulisan populer dalam kurun waktu 150 tahun terakhir.

Buku karya Davison yang bakal dirilis tahun depan, Astrobiology and Christian Doctrine, akan banyak meng-cover kegiatan kerjasama antara NASA dengan CTI ini.

Astrobiology and Christian Doctrine karya Davison nantinya juga akan berisi catatan bahwa banyak orang akan berpaling ke agama untuk mencari panduan, jika kehidupan alien ditemukan (diumumkan -red), dan apa artinya hal tersebut (eksistensi alien) bagi martabat manusia.

"Deteksi kehidupan alien mungkin akan hadir 10 tahun lagi atau di masa depan, jika hal itu terjadi, maka studi ini akan sangat berguna," tulis Davison untuk bukunya nanti.

NASA Akan Ungkap Kehidupan Alien ke Kalangan Agamawan?

Pada tahun 2020 terungkap sebuah dokumen resmi dari Gedung Putih yang mengisyaratkan kalau tahun 2021 ini NASA berencana untuk ungkap kehidupan alien ke kalangan agama di seluruh dunia. Baca beritanya di SINI.

Senin, 25 Oktober 2021

Bos NASA Bicara tentang UFO, Alien & Multiverse

KabarUFO, Jakarta - Orang nomor satu di NASA, Bill Nelson, di wawancara terbarunya bicara tentang UFO, alien & multiverse. Seperti apa?

Administrator NASA, Bill Nelson, di wawancara terbarunya oleh Larry Sabato untuk program Center for Politics, University of Virginia, pada 19 Oktober 2021, bicara tentang UFO, alien & multiverse.

"Sebelum wawancara ini selesai, saya bahkan belum berbicara tentang pencarian kehidupan di luar bumi. Menurut anda apa yang kami lakukan di Mars? Kami mencari kehidupan. Ini adalah bagian dari misi NASA. Itulah yang akan dicari oleh teleskop ini. Apakah ada planet lain di tempat lain yang ada kehidupan?" ujar Nelson di penghujung wawancara tersebut.

"Jadi, ini adalah misi yang terus kami cari — apa, siapa di luar sana? Siapa kita? Bagaimana kita bisa sampai di sini? Bagaimana kita menjadi seperti kita saat ini? Bagaimana kita bisa berkembang? Bagaimana kita bisa beradab? Dan apakah kondisi (di Bumi) sama dengan (planet yang) di luar sana, di alam semesta yang memiliki miliaran matahari lain, di miliaran galaksi lain — sangat besar sehingga saya tidak dapat membayangkannya," lanjut orang nomor satu di NASA tersebut.

Ketika pewawancara, Larry Sabato, coba menggali jawaban dari Nelson, tentang pendapatnya akan UFO; apakah itu pesawat milik Rusia, China, atau alien, Bill Nelson menjawab:

"Saya tidak tahu jawabannya. Tapi pendapat saya pribadi adalah alam semesta begitu besar, dan bahkan sekarang ada teori kalau mungkin ada alam semesta lainnya, dan jika itu masalahnya, siapa saya untuk mengatakan bahwa planet Bumi adalah satu-satunya lokasi untuk bentuk kehidupan yang beradab dan terorganisir seperti kita?" pungkas Nelson.

Sebelumnya pada 28 Juni 2021 terungkap dokumen yang menyatakan keinginan NASA (di bawah kepemimpinan Bill Nelson) untuk mengungkap kasus UFO ke publik. Baca beritanya di sini.

Administrator adalah jabatan tertinggi di NASA. Bill Nelson mulai menempati jabatan tersebut per 3 Mei 2021.

Tonton video wawancara Bill Nelson oleh Larry Sabato untuk program Center for Politics, University of Virginia, di bawah ini. Mereka mulai membicarakan topik UFO dan alien di menit ke 53:10.

Minggu, 04 Juli 2021

Dokumen Internal NASA Kuak Rencana untuk Mulai Selidiki Fenomena UFO


KabarUFO, Jakarta - Mungkin saja NASA (National Aeronautics and Space Administration) selama 61 tahun terakhir selalu berbohong kepada masyarakat terkait fenomena UFO, tapi di tahun 2021 ini sepertinya mulai ada perubahan positif di internal mereka.

Sebuah dokumen internal NASA yang dirilis oleh situs The Black Vault perlihatkan kalau agensi luar angkasa AS tersebut akan mulai ikut menyelidiki fenomena UFO.

Dokumen internal NASA tersebut berjudul 'NASA INTERVIEW PREP DOCUMENT', dan dirilis untuk kalangan sendiri pada 28 Mei 2021.

Pihak The Black Vault meminta akses resmi ke pihak NASA via metode FOIA (Freedom of Information Act), pada 7 Juni 2021. Kemudian pihak NASA mengabulkan permintaannya dengan memberikan dokumen internal mereka pada 28 Juni 2021.

Dokumen 'NASA INTERVIEW PREP DOCUMENT' tersebut berisi rencana NASA untuk tahun 2021 ke depan, selama periode kepemimpinan Presiden Joe Biden.

Salah satu poin dalam rencana NASA yang ada dalam dokumen tersebut ialah "Search for Life, Technosignatures, and UAP/UFOs"

Search for Life, Technosignatures, and UAP/UFOs


Public and media interest in the topic of Unidentified Aerial Phenomenon/Unidentified Flying Objects (UAP/UFOs) has seen an uptick in recent weeks following reports about the Department of Defense’s release of three unclassified Navy videos. Likewise, the 2021 Intelligence Authorization Act, signed in December 2020, stipulated the government had 180 days to gather and analyze data from disparate agencies. Below is our response to the public and media who call for NASA comment:


- One of NASA’s key goals is the search for life in the universe. To date, NASA has yet to find any credible evidence of extraterrestrial life, however, NASA is exploring the solar system and beyond to help us answer fundamental questions, including whether we are alone in the universe. We stand ready to support the rest of the government in the search for life in the universe, be it close to home, on the planets or moons of our solar system, or deeper into space.

Bill Nelson, Administrator NASA, pada 2 Juni 2021 juga menyatakan keinginannya untuk menggerakkan NASA dalam mengungkap fenomena UFO.

Unduh dokumen 'NASA INTERVIEW PREP DOCUMENT' di SINI.

Jumat, 03 April 2020

Penampakan Armada UFO di Orbit Bumi dalam Tiga Bulan Terakhir


KabarUFO, Jakarta - Tiga bulan terakhir, mulai Februari hingga April 2020 ini penampakan UFO di sekitar orbit Bumi meningkat. Tapi penampakannya bukan satu-dua buah saja, melainkan satu armada!

Entah apakah ada hubungannya dengan wabah global virus Corona / Covid 19, tapi penampakan UFO di sekitar orbit Bumi meningkat dalam kurun waktu tiga bulan terakhir (Februari - April 2020). Penampakannya pun bukan hanya satu-dua buah, melainkan satu armada!


Pihak NASA selalu menyiarkan secara langsung (live feed) tampilan video dari kamera stasiun ISS (International Space Station) melalui link berikut. Para pengguna internet di mana pun juga pun bisa menyaksikan siaran langsung tersebut. Banyak astronom amatir yang berhasil melihat dan merekam ke video penampakan UFO, dari live streaming ISS tersebut. Untuk tiga bulan terakhir ini penampakan UFO yang terekam sungguh masif jumlahnya.

Pada 21 Februari 2020, saluran YouTube Skywatch International, merekam video live feed ISS ketika NASA melacak pergerakan UFO di orbit Bumi selama 22 menit, sebelum akhirnya UFO tersebut menghilang ke kegelapan luar angkasa.Tonton videonya di bawah ini. Tonton pula video rekaman aslinya milik pihak ISS melalui tautan berikut ini.


Kemudian pada tanggal 27 Februari 2020, saluran YouTube, Weird Things In Space, merekam penampakan banyak UFO di luar angkasa sekitaran orbit Bumi, dari live feed stasiun ISS. Tonton videonya di bawah ini.


Kemudian pada 1 Maret 2020 pukul 16:25 untuk zona waktu Dublin, Edinburgh, Lisbon dan London, saluran YouTube UFOGent merekam video penampakan armada UFO di sisi terang Bumi, dari siaran langsung stasiun ISS. Tonton videonya di bawah ini.


Kemudian pada tanggal 4 Maret 2020 saluran YouTube UFOGent juga merekam video penampakan UFO yang seperti sedang berubah wujud kamuflasenya, ketika meninggalkan Bumi. Tonton videonya di bawah ini.


Lanjut lagi pada pertengahan Maret 2020 saluran YouTube FEDERAÇÃO GALÁCTICA OFICIAL, juga merekam penampakan UFO di dekat stasiun ISS, sebelum akhirnya (seperti biasa) NASA langsung memotong secara sepihak siaran langsung live feed tersebut. Tonton videonya di bawah ini.


Lalu pada 24 Maret 2020 pukul 01:15 siang, seorang astronom amatir yang bernama Gina Colvin Hill asal Salem, Indiana, Amerika Serikat, memotret langit di tempat tinggalnya, yang ketika sudah diberi filter ke foto hasil jepretannya terlihat banyak sekali UFO yang sedang berkamuflase, karena tidak terlihat oleh mata telanjang. Tonton videonya di bawah ini.


Pada 30 Maret 2020 ketika pihak NASA menyiarkan live feed dari stasiun ISS juga terlihat satu armada UFO di orbit Bumi. Tonton video rekaman asli milik pihak ISS di sini. Video baru dimulai di menit ke-50. Cek gambar screenshoot-nya di bawah ini.




Menurut anda apa yang sedang terjadi? Apapun yang bakal terjadi, tetaplah waspada.

Senin, 16 Maret 2020

UFO Raksasa Terekam oleh Kamera NASA Masuki Tata Surya


KabarUFO, Jakarta - UFO ukuran raksasa terekam oleh kamera NASA masuki Tata Surya, dan momen tersebut dikuak ke publik pertama kali oleh astronom asal Brazil. Seperti apa?

Seorang astronom asal Brazil bernama Vasco Fernandes menemukan foto-foto hasil tangkapan satelit NASA ketika sebuah UFO ukuran raksasa mendekati Bumi.

Momen tersebut terjadi pada tanggal 29 Februari 2020, dan terekam oleh instrumen/kamera Sun Earth Connection Coronal and Heliospheric Investigation (SECCHI) di satelit / pesawat nirawak STEREO-A (Solar Terrestrial Relations Observatory) milik NASA.

Hasil tangkapan dari Fernandes tersebut dijadikan video berdurasi delapan detik.


"Semua foto saya dapatkan dari situs STEREO / SECCHI, dan menjadikannya sebuah video via software Vegas Pro," terang Fernandes.

"Nampaknya UFO tersebut berukuran dua setengah kali Bumi," Fernandes coba beranalisa.

STEREO sendiri adalah sebuah misi dari NASA untuk pengamatan Matahari. Pada tahun 2006 NASA meluncurkan dua pesawat nirawak / satelit STEREO untuk mengorbit di Matahari, yakni STEREO-A dan STEREO-B. Namun pada tahun 2014 kontak dengan satelit STEREO-B hilang, sedangkan STEREO-A hingga kini masih tetap beroperasi.

Klik ke tautan berikut untuk melihat foto-foto objek tersebut via situs STEREO / SECCHI nya NASA.

Tonton videonya di bawah ini. Objek paling sebelah kiri di video adalah: Matahari, yang diikuti oleh Merkurius, Venus dan Terra (Bumi). UFO raksasa tersebut masuk dari sebelah kanan.

Selasa, 05 November 2019

"NASA Punya Tim Khusus untuk Edit/Hapus Foto-foto UFO Sebelum Dirilis ke Publik"



KabarUFO, Jakarta - Banyak sekali penampakan UFO yang terlihat di luar angkasa, baik itu bukti foto maupun video. Tapi jangan berharap jika ada foto UFO yang bakal dirilis oleh pihak NASA. Mengapa?

Beberapa video wawancara dengan para whistleblower yang diunggah ke YouTube perlihatkan kesaksian kalau pihak NASA memang memiliki tim khusus untuk mengedit foto/video bukti keberadaan UFO di luar angkasa, sebelum dirilis ke publik.

Video-video yang diunggah oleh akun YouTube resmi Dr. Steven Greer perlihatkan kesaksian dari dua whistlerblower penting di dunia ufologi, yakni Donna Hare dan Karl Wolfe.

Donna Hare

Donna Hare adalah seorang karyawan di Philco Ford, perusahaan kontraktor NASA. Philco Ford adalah perusahaan kontraktor NASA yang mengerjakan konsol untuk misi Gemini, Apollo, Skylab, dan Space Shuttle hingga tahun 1998.

Hare ketika bekerja di Philco Ford berkantor di Gedung A NASA, pada tahun 1970-1971. Hare menjelaskan bahwa ketika dirinya sedang bekerja pada masa itu, salah satu rekan Hare menjelaskan kalau kerjanya adalah untuk mengedit foto-foto bukti keberadaan UFO di luar angkasa, sebelum dirilis ke publik."Saya juga kaget kalau ternyata NASA memiliki protokol seperti itu (menghapus foto-foto UFO sebelum dirilis ke publik)," ungkap Hare.

Ketika bekerja di sana Donna Hare juga mendengar informasi dari karyawan Johnson Space Center lainnya kalau beberapa astronot yang melihat UFO dan ingin membeberkan hal tersebut ke publik, akan mendapat ancaman.

Tonton video testimoni dari Donna Hare di bawah ini. Wawancara direkam pada awal dekade 2000-an dan baru diunggah ke YouTube pada tahun 2013.


Karl Wolfe

Karl Wolfe adalah seorang tentara di US Air Force yang mengabdi mulai tanggal 18 Januari 1964 hingga 18 Oktober 1968. Terakhir di US Air Force Wolfe berpangkat sebagai Sersan.

Pada masa 1964-1968 Wolfe bekerja sebagai teknisi elektronik di pangkalan udara militer Langley Air Force Base, Virginia, AS, di bagian tenant National Security Agency (NSA) dan ia memiliki otoritas tingkat tinggi di pangkalan tersebut.

Wolfe bercerita kalau pada Juli 1965 ia dipanggil oleh seorang Sersan bernama Taylor, karena sedang ada masalah dengan lunar orbiter dan Wolfe dipanggil untuk memeriksanya.

Ketika sedang memeriksa sistem lunar orbiter tersebut, Wolfe dikasih lihat foto-foto permukaan Bulan yang perlihatkan adanya struktur-struktur bangunan buatan. "Nampaknya kita telah menemukan sebuah pangkalan di sisi gelap Bulan," ujar Sersan tersebut.

Patut dicatat kalau misi berawak NASA (Apollo 11) baru dilakukan pada tahun 1969. Lunar orbiter dioperasikan beberapa tahun sebelum misi tersebut, yang gunanya untuk memotret calon lokasi pendaratan misi Apollo 11 di Bulan.

"Ada bangunan yang berbentuk oval, ada bangunan tinggi seperti menara komunikasi, yang semuanya seperti tergabung dalam kesatuan cluster/kompleks," ungkap Wolfe.

"Saya kira nantinya penemuan (pangkalan militer misterius di Bulan) tersebut bakal diumumkan secara resmi ke publik oleh NASA, tapi setelah menunggu puluhan tahun ternyata hal tersebut tidak kunjung dilakukan," tambahnya.

Karl Wolfe menanyakan mengapa foto-foto Bulan dan planet lainnya yang dirilis resmi ke publik oleh NASA itu kebanyakan beresolusi rendah. "Padahal sejak dekade 60-an NASA sudah memiliki teknologi untuk memotret dengan hasil resolusi tinggi," ujar Wolfe.

Tonton video testimoni dari Karl Wolfe di bawah ini. Wawancara direkam pada awal dekade 2000-an dan baru diunggah ke YouTube pada tahun 2013.


Video-video ini diunggah di saluran YouTube resmi milik Steven M.Greer, pakar ufologi ternama. Dr. Greer juga merupakan pendiri dari Center for the Study of Extraterrestrial Intelligence (CSETI) dan Disclosure Project, yang bertujuan untuk mencari pengungkapan informasi-informasi rahasia tentang UFO.

Minggu, 25 Agustus 2019

Pesawat Antariksa Nirawak Voyager 2 NASA Diretas Alien?


KabarUFO, Jakarta - Hari ini waktu AS (25/8/1989), 30 tahun yang lalu, pesawat antariksa nirawak Voyager 2 milik NASA berhasil mencapai planet Neptunus. Tapi pada tahun 2010 Voyager 2 seperti diretas oleh pihak asing. Alien kah?

Dilansir dari Physics Astronomy, pada tanggal 22 April 2010 pesawat antariksa nirawak Voyager 2 berhasil melewati batas Tata Surya, namun tiba-tiba mengalami malfungsi secara misterius.

"Ketika sudah berjarak 10 miliar mil dari Bumi, tiba-tiba Voyager 2 mengirim ke Bumi data-data dalam bahasa yang kita tidak pahami. Itu bisa saja disebut sebagai bahasa alien," ungkap Kevin Baines, ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory, NASA, dari tahun 1984 hingga sekarang.

Baines menambahkan kalau ada seseorang atau sesuatu yang meretas masuk ke sistem komunikasi Voyager 2 pada tanggal 22 April 2010.

"Setelah mengecek sistem dengan tautan data lain yang tim Voyager 2 miliki, mereka mengatakan kalau tidak ada yang salah dengan pesawat antariksa nirawak tersebut. Hanya satu sistem saja yang error," terang Baines.

Setelah dicek kembali, ditemukan kalau kode binari pada sistem perintah di Voyager 2 adalah '0' yang kemudian tergantikan oleh angka '1'.

Mengganti satu bit data saja sudah mengisyaratkan kalau ada pihak tak dikenal telah memasuki sistem komputer di Voyager 2.

Mengganti kode binari adalah salah satu trik yang digunakan para peretas, karena metode tersebut bisa mematikan komputer bahkan hingga merusak data. Jika kasus ini dilakukan oleh peretas dari Bumi sepertinya tidak mungkin, karena jaraknya yang sangat amat jauh, yakni 10 miliar mil.


Yang sebagaimana kita ketahui Voyager 2 memang membawa piringan plat emas yang berisi pesan dari manusia untuk peradaban maju yang mungkin bisa menemukan pesawat antariksa nirawak tersebut di masa depan. Jadi apakah sudah ada alien yang menemukan pesan kita, para manusia, di Voyager 2?

Setelah tiga pekan akhirnya para ilmuwan NASA bisa memulihkan kembali sistem komunikasi di Voyager 2. Tapi hingga kini belum diketahui apa yang menyebabkan anomali di sistem komunikasi pesawat antariksa nirawak tersebut.

Voyager 2 adalah sebuah pesawat antariksa tak berawak (nirawak) milik NASA, Amerika Serikat, yang diluncurkan pada 20 Agustus 1977. Voyager 2 menjadi pesawat antariksa pertama yang mencapai Uranus dan Neptunus.

Misi utama Voyager 2 berakhir ketika berhasil mengeksplorasi planet Neptunus pada 2 Oktober 1989, setelah sebelumnya mengunjungi planet Uranus pada tahun 1986, dan Saturnus pada 1981.

Voyager 2 kini tengah menjalani misi tambahan untuk menjelajahi luar Tata Surya, dan telah beroperasi selama 42 tahun tiga hari, per tanggal 23 Agustus 2019. Hingga kini Voyager 2 tetap kontak-kontakan dengan Bumi melalui jaringan NASA Deep Space Network.


Voyager 2 membawa piringan plat emas yang berisi foto-foto dan informasi mengenai Bumi dan mahkluk-mahkluk di dalamnya. Piringan emas tersebut juga berisi sapaan dalam berbagai bahasa Bumi (termasuk di dalamnya sapaan oleh Sekjen PBB dan Presiden AS).

Selain itu, piringan emas di Voyager 2 juga berisi suara-suara di Bumi, seperti suara ikan paus, bayi menangis, ombak, serta musik (di dalamnya termasuk karya-karya penting dari Wolfgang Amadeus Mozart, Blind Willie Johnson, Chuck Berry, Valya Balkanska, dan lain-lain).

Tonton videonya di bawah ini.

Sabtu, 20 Juli 2019

NASA Hapus 40 Roll Film Dokumentasi Misi Apollo 11?


KabarUFO, Jakarta - Hari ini (20/7) adalah perayaan 50 tahun mendaratnya misi berawak ke Bulan via Apollo 11 pada tahun 1969. Namun ada sekira 40 roll film dokumentasi yang hilang dari misi tersebut. Apakah ada yang ingin disembunyikan oleh NASA?

Dilansir dari Express, ada banyak dokumentasi yang hilang dari misi Apollo 11 (1969). Para ufologis pun menuding kalau ada upaya dari NASA untuk menutup-nutupi eksistensi alien di Bulan.

Pada 20 Juli 1969 NASA melalui misi Apollo 11 berhasil mendaratkan manusia di Bulan, yakni Neil Armstrong dan Buzz Aldrin. Namun masih banyak footage yang publik tidak bisa lihat. Pihak NASA beralasan kalau film dokumentasinya hilang.

Pada tahun 2009 Robert 'Bob' Dean (1929 - 2018), ufologis ternama, yang juga mantan Command Sergeant Major di US Army dan pernah bertugas di Supreme Headquarters Allied Powers Europe (SHAPE), NATO, menyatakan kalau NASA sengaja menghapus 40 buah roll film dari misi Apollo NASA.

"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, pemerintahan saya, NASA, yang bagi sebagian dari kami kepanjangannya adalah Never A Straight Answer, sengaja menghapus 40 roll film dari Program Apollo; penerbangan ke Bulan, penerbangan di sekitar Bulan, pendaratan di Bulan, astronot berjalan di sini, dan di sana," ujar Bob Dean di acara European Exopolitics Summit, Barcelona, 25 Juli 2009.

"Mereka menghapus, ya Tuhan, 40 roll film dokumentasi dari misi bersejarah tersebut!" tambah Dean.

Kemudian pada tahun 2012, Steven M. Greer, ufologis ternama, pakar traumatologis, dan juga pendiri dari Center for the Study of Extraterrestrial Intelligence (CSETI), menyatakan kalau ia pernah melakukan perbincangan rahasia dengan keluarga dan kerabat dekat Neil Armstrong serta Buzz Aldrin.

Di postingan blog-nya tersebut, Dr Greer mengklaim kalau orang-orang terdekat Armstrong-Aldrin, bilang kalau kedua astronot tersebut mengakui lihat bukti keberadaan alien ketika di Bulan.

"Teman dekat dan keluarga dari Neil Armstrong dan Buzz Aldrin secara terpisah memberitahu saya kalau memang ada beberapa UFO ukuran besar di dekat tempat pendaratan misi Apollo 11," terang Dr Greer.


NASA Mengaku Memang Ada yang Hilang dari Dokumentasi Misi Apollo 11


Pada 15 Agustus 2006 pihak NASA resmi mengakui kalau memang ada yang hilang dari keseluruhan dokumentasi misi Apollo 11 (1969).

Dari 2.614 buah boks isi dokumentasi (video, foto, catatan, dll.) misi Apollo 11, pihak NASA mengakui ada yang hilang, yakni sebanyak dua boks dokumentasi.

Kemudian pada 8 Juli 2019, pihak NASA memberi klarifikasi kalau pita video dokumentasi yang hilang kemungkinan telah ditiban dan digunakan kembali.


NASA akan kembali ke Bulan pada tahun 2024 nanti


Misi Apollo 11 mendarat di Bulan pada tanggal 20 Juli 1969 dengan menggunakan Apollo Lunar Module Eagle. Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang berjalan di Bulan. Ia berjalan selama enam jam 39 menit, sebelum akhirnya diikuti oleh Buzz Aldrin 19 menit kemudian. Keduanya sempat berjalan berbarengan di permukaan Bulan selama dua setengah jam.

NASA pada 15 Mei 2019 resmi mengumumkan bahwa pada tahun 2024 nanti mereka akan kembali menerbangkan manusia ke Bulan, dan kali ini untuk membuat kolonisasi di sana. Mudah-mudahan dengan kemajuan teknologi saat ini (tidak hanya bergantung dari satu sumber saja), nantinya kita bisa dapat informasi lebih mengenai Bulan yang hingga kini masih penuh dengan misteri dan ditutup-tutupi oleh NASA.

Rabu, 17 April 2019

Kilas Balik Kasus UFO Misi STS-88 NASA Tahun 1998


KabarUFO, Jakarta - Pada tahun 2011 dunia Ufologi sempat dihebohkan dengan penampakan beberapa buah foto UFO cukup detail di orbit Bumi, dan yang cukup mencengangkan lagi kalau foto-foto tersebut berasal dari arsip NASA. Seperti apa?

Akun YouTube bernama Zzentityzz pada tahun 2011 menemukan foto-foto objek misterius di orbit Bumi yang bersumber dari situs Johnson Space Center, NASA.


Johnson Space Center (JSC) adalah Pusat Wahana Antariksa Berawak milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) tempat dilakukan pelatihan, penelitian, dan pengendalian misi antariksa berawak.

Setelah penemuan tersebut, foto-fotonya pun langsung tersebar luas di kalangan Ufologis. Foto-foto penampakan UFO yang cukup jelas itu pun hingga kini masih terpampang di arsip situs JSC NASA.


Foto-foto tersebut diambil oleh misi STS-88 NASA yang diterbangkan dengan pesawat ulang-alik Endeavour. Misi tersebut diluncurkan dari Bumi pada tanggal 4 Desember 1998 dan kembali lagi ke Bumi pada 16 Desember 1998.

Ada enam buah foto di situs JSC NASA yang perlihatkan UFO. Semua foto tersebut dipotret pada tanggal 11 Desember 1998.


Semua foto tersebut dipotret rata-rata di atas wilayah barat-laut dan utara benua Afrika, pada ketinggian 394 hingga 396 kilometer dari permukaan Bumi.

Cek foto-foto detailnya melalui beberapa tautan berikut ini. Pilih yang resolusi tertinggi (4099 x 4096 piksel).

- Foto 1
- Foto 2
- Foto 3
- Foto 4
- Foto 5
- Foto 6

Minggu, 24 Maret 2019

Martyn Stubbs, Pria yang Menyadap Video Transmisi NASA Selama Dekade 90-an & Temukan Banyak Bukti UFO


KabarUFO, Jakarta - Tiap stasiun televisi tentu (jika diinginkan) miliki kemampuan dan teknologi untuk menyadap transmisi video dari tempat lain. Di Kanada ada orang yang melakukannya untuk mencari bukti keberadaan UFO.

Martyn Stubbs adalah seorang pria asal Vancouver, Kanada, yang menyadap video-video transmisi NASA selama dekade 90-an, dan temukan banyak sekali bukti UFO. Stubbs mengunduh banyak sekali file video dari kamera shuttle NASA sepanjang dekade 90-an.

Stubbs dalam melakukan aksi penyadapan transmisi video NASA tersebut menggunakan fasilitas teknologi dari stasiun televisi tempat ia bekerja.

Martyn Stubbs bekerja di sebuah stasiun televisi yang tak disebutkan asal Vancouver, Kanada. Selama lima tahun bekerja di sana Stubss diam-diam merekam 2500 jam footage video transmisi NASA, dengan menggunakan antena milik stasiun televisi tempat ia bekerja.

Ketika pihak NASA mengetahui kalau video transmisi mereka banyak bocor ke publik, mereka pun kemudian langsung mengenkripsi video-video transmisi mereka.

"Semuanya berawal pada tahun 1991, ketika saya mulai menemukan kejanggalan pada video-video transmisi NASA di orbit Bumi," ungkap Stubbs.

"Pada saat melakukan aktivitas-aktivitas tersebut, saya menjabat sebagai Produser serta Manajer di stasiun televisi tersebut," jelasnya.

Semua video hasil penyadapan transmisi NASA tersebut direkam langsung ke pita (analog), karena saat itu masih dekade 90-an.


Stubbs Sempat Memperlihatkan Video-video Temuannya ke Pihak-pihak Tertentu, Tapi Mendapat Penyangkalan (Khas Konspirasi)



"Saya sempat menunjukkannya ke pihak Mutual UFO Network (MUFON), tapi mereka menyuruh saya untuk tidak menyiarkan video-video tersebut," terang Stubbs.

Stubbs juga pernah dikontak oleh orang NASA yang bekerja untuk meneliti psikologis para astronot terkait video tersebut, orang itu pun tidak tidak bisa menjelaskan video tersebut.

Kemudian Stubbs juga kasih lihat video-video tersebut ke pihak Canadian Space Agency (CSA ASC), dan mereka mengatakan kalau itu adalah video yang populer di kalangan astronot. Setelah pertemuan tersebut sebenarnya ada jadwal astronot Kanada yang akan diterbangkan ke luar angkasa, tapi tiba-tiba dibatalkan tanpa alasan yang jelas.

Setelah beberapa waktu, orang-orang yang pernah ditemui oleh Stubbs untuk dipresentasikan video tersebut, mengaku (menyangkal) tak pernah bertemu dengan Stubbs, juga mengaku tak pernah lihat video tersebut.

"Saya merekam video-video transmisi ini ketika sudah selesai mengerjakan pekerjaan harian saya, karena saya punya tanggungan keluarga. Tapi siapa sih yang bisa tidak menoleh dari fenomena-fenomena misterius ini?" jawab Stubbs.

"Saya memang bukan ufologist, tapi saya ingin tahu fenomena apakah ini. Sebagai jurnalis tentu hal ini mematik rasa ingin tahu saya. Dan kini semua orang bisa melakukan hal ini sendiri (menyelidiki UFO dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia)," imbuhnya.

Selama kurun waktu tahun 2001 - 2016 Stubbs telah menghasilkan delapan film dokumenter tentang video-video hasil temuannya tersebut. Klik ke sini untuk daftar lengkap filmnya.


Video-video Bukti Penampakan UFO Hasil Penyadapan Stubbs



Berikut adalah wawancara dengan Martyn Stubbs di acara 19th Leeds International UFO Conference, Conference Auditorium, University of Leeds, 15-17 September 2000. Banyak istilah teknis dalam bidang video-editing di sini. Video-video bukti temuannya mulai dipresentasikan oleh Stubbs di menit ke 56:00.


Kemudian ini adalah video pengakuan dari Martyn Stubbs, mengenai video-video hasil temuannya.


Akhirnya, berikut di bawah ini adalah beberapa video populer dari penampakan-penampakan UFO yang Martyn Stubbs rekam dari transmisi video NASA selama dekade 90-an. Untuk lebih lengkapnya (ada ratusan video!) klik ke tautan berikut.






 * intermezzo: Martyn Stubbs pada akhir dekade 70-an juga sempat bekerja sebagai kameraman di sebuah program musik bernama Soundproof di stasiun televisi kabel Shaw Cable asal Vancouver Kanada. Program Soundproof fokus menyiarkan musik-musik punk / alternative. Contohnya ada di penampilan live band punk The Subhumans (band Kanada, bukan band Inggris) dan D.O.A di bawah ini.


Minggu, 04 November 2018

Jurnal Ilmiah NASA Tentang Sejarah Penampakan UFO di Zaman Kuno


"Unidentified Flying Object In Classical Antiquity" (2007), jurnal ilmiah 92 halaman tentang sejarah penampakan UFO di zaman kuno. Karya Richard Stothers dari NASA Goddard Institute for Space Studies (GISS). Unduh PDF-nya di SINI.

Jumat, 26 Oktober 2018

UFO Warna Hijau di Jupiter Tertangkap oleh Kamera NASA


KabarUFO, Jakarta - Wahana antariksa nirawak Juno milik NASA ketika memotret planet Jupiter tak sengaja menangkap momen ketika sebuah pesawat luar angkasa asing / UFO terbang di dekat planet tersebut.

Foto tersebut dipotret oleh wahana antariksa nirawak Juno pada tanggal 13 September 2018, dengan menggunakan instrumen JunoCam, pada misi PIA22688.

Di foto tersebut terlihat sebuah objek panjang mirip pesawat terbang luar angkasa yang berwarna hijau, terbang di atas planet Jupiter.


Juno adalah wahana antariksa nirawak yang dijalankan oleh NASA dalam misi program New Frontiers ke planet Jupiter. Juno diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station pada 5 Agustus 2011 dan tiba di Jupiter pada 5 Juli 2016.

Wahana Juno ditempatkan di orbit polar untuk mempelajari komposisi Jupiter, medan gravitasi, medan magnet, dan magnetosfer polar dari planet tersebut.

Juno akan mencari petunjuk tentang bagaimana planet Jupiter terbentuk, termasuk apakah Jupiter memiliki inti berbatu, jumlah air yang mendalam, dan bagaimana massanya didistribusikan.

Selain itu, Juno juga akan mempelajari fenomena angin di planet tersebut, yang bisa mencapai kecepatan 618 kilometer per jam.

Klik ke tautan berikut untuk melihat foto tersebut dalam resolusi tinggi, melalui situs resmi NASA (cek di bagian kanan atas, warna hijau).