Dipotret oleh Adi Prastyo.
"Objek berkilau keemasan, berbentuk seperti telur. Bergerak pelan horizontal, tiba-tiba bermanuver vertikal dengan cepat & kemudian menghilang,"
Dipotret oleh Adi Prastyo.
"Objek berkilau keemasan, berbentuk seperti telur. Bergerak pelan horizontal, tiba-tiba bermanuver vertikal dengan cepat & kemudian menghilang,"
Ada UFO di foto Google Maps untuk objek wisata Danau Kelapa Gading, yang berlokasi di jl. Jend. Ahmad Yani, kelurahan Kisaran Naga, kecamatan Kota Kisaran Timur, kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Dipotret oleh Iin Angelina pada Desember 2021.
Cek foto aslinya melalui tautan berikut.
"Cahaya objek berwarna ungu dan putih. Durasi penampakan selama dua menitan. Anak saya yang pertama kali notice ada benda aneh di udara. Setelah saya rekam, saya masuk sebentar ke Alfamart. Setelah keluar, saya melihat objek tersebut menukik dan menghilang," - Ulphi
Penampakan UFO di atas wilayah desa Cirahayu, kecamatan Luragung, kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. 7 Desember 2022. Pukul 19:20 WIB. Direkam oleh Dede.
"Setelah beberapa lama bercahaya terang, cahaya objek mengecil dan menghilang perlahan,"
Jangan lupa untuk subscribe akun YouTube dari KabarUFO.
Penampakan fast-walker UFO di atas wilayah Cipadu, Ciledug, Tangerang, Indonesia. 3 Oktober 2022. Pukul 17:18 WIB. Direkam oleh Dede.
Video direkam via smartphone Xiaomi Redmi Note 4, dalam mode slow-motion.
Cek objek yang bergerak cepat di langit sebelah kanan bawah. Di detik ke 0:37.
Ubah settingan videonya jadi 720 piksel & kecepatan videoya jadi 0,25 agar bisa lebih jelas lihat objek cepat tersebut.
![]() |
| UFO di Calvine, Perth, Skotlandia (4/8/1990). Klik di gambar untuk memperbesar |
Foto penampakan tersebut berupa UFO ukuran besar yang diiringi oleh sebuah pesawat jet tempur.
Dilansir dari UAP Media UK, penampakan tersebut terjadi pada Sabtu 4 Agustus 1990 pukul sembilan malam di atas wilayah Calvine, Perth, Skotlandia.
UFO tersebut terlihat diiringi oleh pesawat jet tempur jenis Harrier GR.5 milik Royal Air Force (RAF), angkatan udara Britania Raya.
Saksi mata ada dua orang. Salah satu saksi memotret UFO tersebut sebanyak enam kali. Berdasarkan kesaksian mereka, UFO tersebut melayang-layang di lokasi selama 10 menit, sebelum akhirnya terbang cepat melesat ke atas.
Berdasarkan salinan laporan tulisan tangan yang dirilis pada Oktober 2008 oleh pihak The National Archives (Britania Raya), dua orang saksi mata tersebut memberikan kesaksian mereka beserta foto-foto UFO tersebut ke markas gabungan RAF dan Royal Navy yang berlokasi di wilayah Pitreavie, Fife, Skotlandia.
Sementara negatif fotonya diberikan oleh para saksi ke surat kabar Daily Record. Namun berita penampakan UFO tersebut tidak ditayangkan oleh Daily Record.
Meski kasus UFO penting ini menguap sejak kejadiannya, namun mulai tahun 1996 kasus ini mulai diramaikan kembali oleh Nick Pope, pegawai di kementrian pertahanan Inggris, Ministry of Defence (MoD), periode tahun 1991-1994, melalui bukunya yang berjudul Open Skies, Closed Minds (1996), yang ia tulis setelah pensiun dari jabatan Secretariat (Air Staff) Sec (AS) 2a di MoD.
Pada Maret 2009 fotokopi dari foto asli kasus UFO Calvine 4 Agustus 1990 akhirnya dirilis oleh pihak Defence Intelligence Staff (SP)OPS Imagery Tasking Form. Namun ini fotokopi, bukan foto aslinya.
Hal ini makin diperparah oleh tindakan semena-mena pemerintah Inggris. Berdasarkan peraturan Thirty-Year Rule (hukum di Britania Raya - Republik Irlandia - Australia yang mampu menyediakan untuk publik, dokumen-dokumen milik pemerintah, 30 tahun setelah dokumen tersebut dibuat), seharusnya dokumen-dokumen kasus UFO Calvine dirilis ke publik pada 1 Januari 2021, tiba-tiba pihak pemerintah Inggris tanpa alasan menambah lagi 50 tahun masa kerahasiaan dokumen tersebut, sehingga kasus UFO Calvine baru bisa dibuka ke publik tahun 2071.
Beruntungnya pada September 2021, Dr. David Clarke, Associate Professor di Sheffield Hallam University, Inggris, dipertemukan dengan pensiunan juru bicara di Royal Air Force, Craig Lindsay. Lindsay terlibat di kasus UFO Calvine tahun 1990 sebagai perantara untuk pihak surat kabar Daily Record dan Ministry of Defence (MoD).
Selama keterlibatannya di kasus UFO Calvine 1990, Craig Lindsay mendapatkan cetakan asli foto tersebut. Craig juga masih menyimpan amplop asli yang dikirim oleh pihak Daily Record ke MoD pada tahun 1990.
Pada Mei 2022 Dr. David Clark berangkat ke Skotlandia untuk mewawancarai Craig Lindsay. David Clark pun diperlihatkan cetakan asli foto tersebut oleh Craig Lindsay.
Kemudian pada Juni 2022 Craig Lindsay sepakat untuk mendonasikan foto penting tersebut untuk pihak Sheffield Hallam University Archives, dengan menyerahkannya melalui Dr. Dravid Clarke and Vinnie Adams.
Dan akhirnya pada 12 Agustus 2022 foto ini dirilis di internet oleh pihak UAP Media UK.
Klik ke SINI untuk mengunduh fotonya dalam resolusi tinggi. Format Tiff. Tanpa watermark. Ukuran file 20 mb.
Update:
Pada 6 Maret 2023 pihak Daily Record menerbitkan berita bahwa orang yang memotret foto UFO di Calvine, Perth, Skotlandia, pada 4 Agustus 1990 adalah Kevin Russell, seorang warga kota Glasgow, yang saat itu bekerja sebagai porter di Pitlochry Hydro Hotel, Pitlochry, Perth, Skotlandia.
Keterangan foto-foto di bawah:
- Belakang foto UFO yang dipotret oleh Kevin Russell, yang ia berikan ke pihak RAF (Royal Air Force).
- Laporan resmi dari pihak Ministry of Defence (MoD) terkait kasus tersebut.
![]() |
| ilustrasi (gambar: metro.co.uk) |
KabarUFO, Jakarta - NASA umumkan kalau mereka akan bentuk tim khusus untuk pelajari fenomena UFO. Seperti apa?
Dilansir dari situs resmi NASA, pihak NASA pada Kamis (9/6) mengumumkan bahwa mereka akan membentuk tim khusus untuk pelajari fenomena UFO.
"Tim ini nantinya akan mengumpulkan data dari kejadian-kejadian di langit yang tak bisa diidentifikasi sebagai pesawat atau fenomena alam -- dari sudut pandang sains," ujar pihak NASA di konferensi pers online yang diselenggarakan pada 9 Juni 2022.
Pihak NASA mengatakan bahwa mereka tertarik mempelajari fenomena UFO dari sudut pandang keamanan. Studi ini akan dimulai pada musim gugur tahun ini, dan diperkirakan akan memakan waktu sembilan bulan.
"Kami punya peralatan dan tim yang bisa membantu meningkatkan pemahaman akan fenomena ini. Itu adalah definisi dari sains," ujar Thomas Zurbuchen, dari Science Mission Directorate, NASA.
Tim NASA untuk mempelajari fenomena UFO ini nantinya akan dipimpin oleh pakar astrofisika David Spergel, yang juga presiden di Simons Foundation, New York.
"Kami akan mengientifikasi data-data dari warga sipil, pemerintah, perusahaan-perusahaan, dan lain-lain," ujar David Spergel.
Tonton video rekaman konferensi pers online dari NASA terkait studi fenomena UFO, di bawah ini.
KabarUFO, Jakarta - Para Senator Brasil menyerukan agar digelar sesi khusus yang bertujuan agar kesadaran publik untuk fenomena UFO jadi lebih besar, berdasarkan dokumen resmi Persyaratan Senat Brasil (Senado Federal Requerimento) yang sudah diajukan.
Dilansir dari The Debrief, mengacu pada negara-negara di seluruh dunia yang "sudah membentuk komisi penelitian untuk kendaraan-kendaraan (misterius) ini," Persyaratan Senat Brasil merujuk kepada inisiatif yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, dan menyatakan bahwa "keterbukaan (oleh) pemerintah sangat dicari, sehingga kebenaran bisa ditemukan, dan badan-badan penelitian (UFO) milik mereka juga akan terungkap.”
Sesi khusus yang diusulkan oleh Persyaratan Senat Brasil akan digelar pada 24 Juni 2022.
"Brasil adalah negara pertama yang mengakui kalau UFO itu nyata," seperti yang tertulis di dokumen Persyaratan Senat Brasil.
"Mengacu pada pertemuan terbuka untuk masyarakat, militer dan wartawan, yang digelar di Escola Superior de Guerra (ESG), Rio de Janeiro, pada tahun 1954, ketika kapten Angkatan Udara Brasil, João Adil de Oliveira, mempresentasikan realitas dan karakteristik dari objek-objek terbang misterius ini," tambah dokumen tersebut.
"Perancis juga melakukan hal yang sama, pada tahun 1976; 22 tahun kemudian," tambahan di isi dokumen Persyaratan Senat Brasil.
Inisiasi terbaru ini dipelopori oleh Sneator Brasil Eduardo Girão, dengan dukungan dari Senator Eliziane Gama, Senator Alessandro Vieira, Senator Izalci Lucas, Senator Jorge Kajuru, Senator Marcos do Val, Senator Paulo Rocha, dan Senator José Reguffe.
Usaha dengar pendapat terbaru ini juga merupakan efek dari inisiatif serupa yang digerakkan oleh warga sipil Brasil pada tahun 2004, yang dimulai oleh AJ Gevaerd, kreator dari Brazilian UFO Magazine, Revista UFO, dan Brazilian Commission of Ufologists (CBU). Insiatif lawas tersebut bernama “UFOs: Freedom of Information Now.”
Inisiasi dengar pendapat UFOs: Freedom of Information Now saat itu berhasil mengundang para saksi mata dari pihak Integrated Center for Air Defense and Air Traffic Control (Cindacta) and Brazilian Aerospace Defense Command (Comdabra).
Gevaerd mengatakan kalau pada tahun 2021 ia dikontak oleh Senator Eduardo Girão, dan mengajaknya untuk bantu mengorganisir public-hearing oleh Persyaratan Senat Brasil bulan Juni nanti.
Nantinya Gevaerd beserta para peneliti di bidang ufologi lainnya akan berbicara di depan Senat dan anggota Kongres mengenai: bukti UFO, dokumen-dokumen resmi, kasus-kasus UFO terbaik... Semua kasus UFO yang pernah terjadi di Brasil.
Selain AJ Gevaerd, pengorganisiran dengar pendapat (public hearing) UFO di Kongres Brasil bulan Juni nanti juga dibantu oleh Rony Vernet, pakar komputer yang juga memiliki gelar Magister di bidang Fisika.
Selain itu, Rony Vernet juga pendiri dari UAP Brazil, situs database kasus-kasus UFO di Brasil.
Sebelumnya pada 17 Mei 2022 kemarin, pemerintah Amerika Serikat mengadakan dengar pendapat (public-hearing) terkait fenomena UFO.
Video rekaman penuh dengar pendapat (pubic hearing) tentang UFO yang diselenggarakan oleh Kongres Amerika Serikat pada 17 Mei 2022 diunggah ke YouTube. Seperti apa?Scott W. Bray, Wakil Direktur Intelijen Angkatan Laut AS, ketika mempresentasikan video penampakan UFO di dengar pendapat Kongres AS (17/5). Foto: Wall Street Journal.
Dengar pendapat ini digelar pada 17 Mei 2022 pukul 09:00 pagi waktu AS. Mengundang saksi Ronald S. Moultrie dari Under Secretary of Defense for Intelligence, dan Scott W. Bray, Deputy Director of Naval Intelligence (Wakil Direktur Intelijen Angkatan Laut AS).
Kedua saksi tersebut diberi banyak pertanyaan, antara lain: "Apakah Pentagon (Department Of Defense) menyimpan reruntuhan UFO?", "Apakah Department Of Defense juga melacak UFO / USO di bawah laut? dan lain-lain.
Salah satu pertanyaan tajam yang dilempar oleh anggota Kongres ke para saksi ini adalah tentang Wilson's Memo, yakni transkrip perbincangan tertutup tentang UFO/alien oleh Wakil Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat, Thomas Ray Wilson, dengan pakar astrofisika ternama AS, Dr. Eric W. Davis, pada 16 Oktober 2002. Transkrip ini bocor ke internet pada tahun 2019.
Kemudian para saksi mata juga perlihatkan footage UFO terbaru, yang direkam dari dalam kokpit pesawat pada tahun 2021.
Meski jawaban dari para saksi pihak Pentagon masih banyak menutup-nutupi, setidaknya topik UFO kini tak lagi mendapat stigma oleh pemerintah dan masyarakat. Disclosure pasti akan terjadi, namun bertahap. Sabar.Tonton video penuh rekaman dengar pendapat Kongres AS tentang UFO 2022 di bawah ini.
Penampakan banyak UFO di atas apartemen Hampton's Park, Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia, pada Januari 2022. Direkam oleh Tara Ellena.
| ilustrasi (sumber: telegraph.co.uk) |
KabarUFO, Jakarta - Hari ini waktu Amerika Serikat (23/11), Pentagon resmi mengumumkan badan baru untuk meneliti kasus UFO yang bernama Airborne Object Identification and Management Synchronization Group (AOIMSG). Seperti apa?
Wakil Menteri Pertahanan AS (Deputy Secretary of Defense), Kathleen Hicks, yang bekerja sama dengan Director of National Intelligence, mengarahkan pihak Under Secretary of Defense for Intelligence & Security untuk membentuk (di dalam) Office of the USD(I&S), badan Airborne Object Identification and Management Synchronization Group (AOIMSG) sebagai penerus dari Unidentified Aerial Phenomena Task Force di US Navy.
AOIMSG akan menyinkronkan upaya dari lintas Departemen dan pemerintah AS yang lebih luas untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengaitkan objek di Special Use Airspace / SUA (wilayah udara AS), dan untuk menilai dan mengurangi setiap ancaman terkait keselamatan penerbangan dan keamanan nasional.
Untuk memberikan pengawasan terhadap AOIMSG, Wakil Menteri juga mengarahkan USD(I&S) untuk memimpin Airborne Object Identification and Management Executive Council (AOIMEXEC) yang terdiri dari keanggotaan Department Of Defense, Komunitas Intelijen, dan (untuk menawarkan tempat bagi) perwakilan antarlembaga pemerintah AS.
Pihak Pentagon (DoD) di keterangan resminya menyatakan: "Infiltrasi oleh objek udara apa pun ke dalam wilayah udara kami menimbulkan masalah keamanan penerbangan dan operasi, dan dapat menimbulkan tantangan keamanan nasional. Depatment Of Defense menangani laporan serangan - oleh objek udara apa pun, diidentifikasi atau tidak diidentifikasi - dengan sangat serius, dan menyelidiki tiap-tiap kasusnya,"
Keputusan ini merupakan hasil dari upaya perencanaan dan kolaborasi yang dilakukan oleh OUSD(I&S) dan elemen Department Of Defense lainnya, atas arahan Wakil Menteri Hicks, untuk mengatasi tantangan terkait UAP (UFO) yang terjadi di atau di dekat tempat pelatihan dan instalasi milik Department Of Defense yang disorot dalam pendahuluan laporan penilaian DNI yang diserahkan ke Kongres AS pada Juni 2021 kemarin. Laporan tersebut juga mengidentifikasi kebutuhan akan perbaikan dalam proses, kebijakan, teknologi, dan pelatihan, untuk meningkatkan kemampuan kita dalam memahami UAP / UFO.
Dalam waktu beberapa pekan ke depan, Departement of Defense akan mengeluarkan pedoman pelaksanaan; yang akan berisi rincian lebih lanjut tentang Direktur AOIMSG, struktur organisasi, otoritas, dan sumber daya.
Baca keterangan resmi ini langsung di situsnya pentagon, di SINI.
Video penampakan dua buah UFO di atas wilayah Cempaka Putih, Jakarta-Pusat, Indonesia. 17 September 2021. Pukul 18 : 16 WIB. Direkam oleh Taru Aji.
"Lokasi sinar diperkirakan di atas langit antara Pulomas, Pulogadung dan Kelapa Gading. Awal mula ketika saya sedang istirahat di balkon lantai dua setelah Maghrib, saya melihat cahaya yang aneh, dan bukan terlihat seperti bintang, yang satu berwarna terang kelap-kelip, yang satu lagi warna merah kelap-kelip. Ketika saya mulai merekam, sinar yang berwarna terang mulai bergerak perlahan dan menjauh, sedangkan yang berwarna merah meredup perlahan," - Taru Aji
Sebuah dokumen internal NASA yang dirilis oleh situs The Black Vault perlihatkan kalau agensi luar angkasa AS tersebut akan mulai ikut menyelidiki fenomena UFO.
Dokumen internal NASA tersebut berjudul 'NASA INTERVIEW PREP DOCUMENT', dan dirilis untuk kalangan sendiri pada 28 Mei 2021.
Pihak The Black Vault meminta akses resmi ke pihak NASA via metode FOIA (Freedom of Information Act), pada 7 Juni 2021. Kemudian pihak NASA mengabulkan permintaannya dengan memberikan dokumen internal mereka pada 28 Juni 2021.
Dokumen 'NASA INTERVIEW PREP DOCUMENT' tersebut berisi rencana NASA untuk tahun 2021 ke depan, selama periode kepemimpinan Presiden Joe Biden.
Salah satu poin dalam rencana NASA yang ada dalam dokumen tersebut ialah "Search for Life, Technosignatures, and UAP/UFOs"
Search for Life, Technosignatures, and UAP/UFOs
Public and media interest in the topic of Unidentified Aerial Phenomenon/Unidentified Flying Objects (UAP/UFOs) has seen an uptick in recent weeks following reports about the Department of Defense’s release of three unclassified Navy videos. Likewise, the 2021 Intelligence Authorization Act, signed in December 2020, stipulated the government had 180 days to gather and analyze data from disparate agencies. Below is our response to the public and media who call for NASA comment:
- One of NASA’s key goals is the search for life in the universe. To date, NASA has yet to find any credible evidence of extraterrestrial life, however, NASA is exploring the solar system and beyond to help us answer fundamental questions, including whether we are alone in the universe. We stand ready to support the rest of the government in the search for life in the universe, be it close to home, on the planets or moons of our solar system, or deeper into space.
Bill Nelson, Administrator NASA, pada 2 Juni 2021 juga menyatakan keinginannya untuk menggerakkan NASA dalam mengungkap fenomena UFO.
Unduh dokumen 'NASA INTERVIEW PREP DOCUMENT' di SINI.
KabarUFO, Jakarta - Pihak Department of Defense / DOD / Pentagon, melalui juru bicaranya, John Kirby, mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan UFO yang baru dirilis oleh pihak Office of the Director of National Intelligence (ODNI). Seperti apa?
Dilansir dari situs resmi Department Of Defense, pihak Pentagon baru saja (25/6) merilis keterangan resmi terkait laporan UFO yang baru dirilis oleh pihak Office of the Director of National Intelligence (ODNI).
"Hari ini (25/6) Director of National Intelligenc menyampaikan kepada Kongres penilaian awal tentang fenomena udara tak dikenal / Unidentified Arial Phenomena (UAP) dan kemajuan yang telah dicapai oleh Intelligence Community dan UAP Task Force dalam memahami ancaman ini,"
"Menganalisis UAP adalah upaya kolaboratif yang melibatkan banyak departemen dan lembaga, dan Departemen berterima kasih kepada Office of the Director of National Intelligence dalam memimpin upaya kolaboratif untuk menghasilkan laporan ini, sebagaimana departemen dan lembaga lain yang juga turut berkontribusi,"
"Serangan ke dalam wilayah pelatihan kami dan wilayah udara yang ditunjuk telah menimbulkan masalah keamanan penerbangan dan operasi keamanan, serta dapat menimbulkan tantangan keamanan nasional. Department Of Defense menangani laporan serangan - oleh objek udara apa pun, yang teridentifikasi maupun tidak diidentifikasi - dengan sangat serius, dan menyelidiki tiap-tiap kasusnya,"
"Laporan yang disampaikan hari ini menyoroti tantangan yang ada dengan penilaian kasus UAP yang terjadi atau di dekat tempat pelatihan dan instalasi Department Of Defense. Laporan tersebut juga mengidentifikasi kebutuhan untuk melakukan peningkatan dalam pemrosesan, kebijakan, teknologi, dan pelatihan, untuk meningkatkan kemampuan kita dalam memahami UAP,"
"Untuk itu, Wakil Menteri Pertahanan, Kathleen Hicks, hari ini (25/6) mengarahkan Kantor Wakil Menteri Pertahanan untuk Intelijen dan Keamanan, untuk mengembangkan sebuah rencana, untuk meresmikan / memformalkan misi yang saat ini dilakukan oleh UAPTF,"
"Rencana ini akan dikembangkan dalam koordinasi dengan berbagai komponen Department Of Defense, termasuk departemen-departemen militer dan komando kombatan, dan dengan ODNI dan mitra antar lembaga lainnya. Rencana tersebut akan menetapkan prosedur sinkronisasi pengumpulan, pelaporan dan analisis UAP; memberikan rekomendasi untuk mengamankan uji coba dan pelatihan militer; serta mengidentifikasi persyaratan untuk pembentukan dan pengoperasian kegiatan tindak lanjut terbaru dari DOD untuk memimpin upaya tersebut, termasuk penyelarasan, sumber daya, staf, otoritas, dan jadwal pelaksanaannya,"
Baca & unduh memo resmi dari Deputy Secretary of Defense / Wakil Menteri Pertahanan AS terkait usulan peresmian UAP Task Force, di SINI.
* For your info, sebelumnya UAPTF (Unidentifed Aerial Phenomena Task Force) berada di bawah naungan Office of Naval Intelligence (Kantor Intelijen Angkatan Laut AS), dan diresmikan pada 4 Agustus 2020. Bentuknya masih berupa program. Apakah dengan usulan ini UAPTF akan jadi sebuah badan / lembaga tersendiri?
KabarUFO, Jakarta - Akhirnya pemerintah Amerika Serikat, melalui pihak Office Of The Director of National Intelligence (ODNI), pada 25 Juni 2021 merilis secara resmi laporan tentang UFO yang dinanti oleh banyak orang.
Laporan tersebut berisikan sembilan lembar halaman dikerjakan oleh pihak ODNI berdasarkan kerja dari tim Unidentified Aerial Phenomena Task Force (UAPTF) selama enam bulan, berdasarkan data-data kasus UFO di AS selama 17 tahun (2004 - 2021).
Yang menarik dari laporan ini ada di halaman tiga, paragraf lima. Karena "lainnya" juga masuk ke kategori pemicu munculnya UFO.
"There are probably multiple types of UAP requiring different explanations based on the range of appearances and behaviors described in the available reporting. Our analysis of the data supports the construct that if and when individual UAP incidents are resolved they will fall into one of five potential explanatory categories: airborne clutter, natural atmospheric phenomena, USG or U.S. industry developmental programs, foreign adversary systems, and a catchall 'other' bin,"
"Mungkin ada beberapa jenis UAP (Unidentified Aerial Phenomena) yang memerlukan penjelasan berbeda, berdasarkan rentang penampakan dan perilaku yang dijelaskan dalam pelaporan. Analisis data kami mendukung teori bahwa/jika sebuah kasus UAP berhasil disimpulkan, fenomena tersebut akan jatuh ke dalam satu dari lima kategori potensi penjelasan: pesawat, fenomena alam, pesawat program rahasia AS, teknologi milik negara lain, dan 'lainnya',"
Apa maksud dari kata "Lainnya" di sini?
Di halaman enam paragraf pertama, pihak ODNI menjelaskan maksud dari kata "Other / Lainnya".
"Although most of the UAP described in our dataset probably remain unidentified due to limited data or challenges to collection processing or analysis, we may require additional scientific knowledge to successfully collect on, analyze and characterize some of them. We would group such objects in this category pending scientific advances that allowed us to better understand them. The UAPTF intends to focus additional analysis on the small number of cases where a UAP appeared to display unusual flight characteristics or signature management,"
"Meskipun sebagian besar UAP yang dideskripsikan di dalam kumpulan data kami tetap tidak teridentifikasi karena keterbatasan data atau waktu untuk pemrosesan atau analisisnya, kami mungkin memerlukan tambahan pengetahuan ilmiah agar bisa mengumpulkan - menganalisis - mengkarakterisasi beberapa di antaranya. Kami akan mengelompokkan objek-objek tersebut dalam kategori ini, sambil menunggu kemajuan ilmiah yang memungkinkan kami untuk lebih memahaminya. UAPTF (Unidentified Aerial Phenomena Task Force) bermaksud untuk memfokuskan analisis tambahan pada kasus-kasus di mana UAP muncul dengan menampilkan karakteristik penerbangan yang tidak biasa,"
Di halaman empat pihak ODNI juga menyayangkan minimnya data milik pemerintah/militer untuk laporan ini, karena mekanisme pelaporan kasus UFO untuk pihak US Navy baru ada pada Maret 2019. Lalu mekanisme pelaporan kasus UFO untuk US Air Force baru ada pada November 2020.
Office of the Director of National Intelligence adalah sebuah lembaga independen yang dipimpin oleh Director of National Intelligence / DNI (Direktur Intelijen Nasional). DNI adalah pimpinan dari National Security Agency / NSA (Badan Keamanan Nasional), yang merupakan bagian dari United States Intelligence Community / IC (Komunitas Intelijen Amerika Serikat).
DNI juga bekerja sebagai penasihat untuk Presiden dan NSA terkait masalah intelijen untuk keamanan nasional Amerika Serikat.
Unduh laporan resmi pihak Amerika Serikat untuk kasus UFO tersebut di SINI.
KabarUFO, Jakarta - Luis Elizondo, orang yang membuat topik UFO kembali mendunia sejak empat tahun terakhir ini akhirnya menyiratkan kalau alien itu memang ada.
Sebelumnya Luis Elizondo jika diwawancara oleh media selalu "bermain aman" dengan berkata "kita mungkin tidak sendiri di dalam semesta ini". Selalu menyebut kata "mungkin", tidak langsung berterus terang berkata kalau alien itu ada.
Tiga tahun terakhir Luis Elizondo selalu diwawancara oleh media-media mainstream, baru tahun 2021 ia mulai keliling di sirkuit komunitas ufologi, dengan menjadi narsum di sejumlah podcast oleh media / tokoh bidang ufologi.
Ketika diwawancara oleh para pelaku di komunitas ufologi, Luis Elizondo berbicara lebih terbuka dan membahas lebih dalam, ketimbang ketika diwawancara oleh media mainstream; di mana ia berbicara lebih hati-hati dan hanya membahas topik UFO di permukaannya saja.
Pada 22 Juni 2021, Luis Elizondo diwawancara oleh saluran YouTube, Theories of Everything with Curt Jaimungal. Wawancara tersebut disiarkan secara langsung (live-streaming) dengan membuka fitur live chat dengan para penonton.
Tiga momen besar di wawancara ini
Ada tiga momen besar di wawancara ini, yang pertama adalah ketika salah satu penonton di live-streaming tersebut bertanya ke pada Luis:
"If the general public knew or saw what you saw, what the next week look like? How the public would react?"
"Jika masyarakat umum tahu atau melihat apa yang Anda lihat (ketahui), bakal seperti apa pekan depan? Akan seperti apa reaksi publik?"
Luis Elizondo pun menjawab:
"Somber"
"Suram / depresi"
Kemudian Luis Elizondo melanjutkan, kalau masyarakat akan menghela nafas tiap harinya (menyikapi realitas baru tersebut) dan coba merefleksikan realitas baru tersebut ke diri mereka dan masyarakat.
"Masyarakat akan serius menanggapi hal ini, bukan dengan cara berpesta di jalanan, seperti di film-film Hollywood,"
"Bakal lebih banyak lagi orang-orang yang serius ke agama, dan makin banyak pula orang yang meninggalkan agama, karena realitas ini. Pertanyaan-pertanyaan tentang teologi / ilmu agama akan hilang,"
"Lalu orang-orang yang selama ini membohongi masyarakat tentang topik UFO akan dikucilkan oleh masyarakat dan mungkin perlu mengganti nama mereka. Kemudian orang-orang yang selama ini berjuang dalam bidang ufologi akan dianggap sebagai pahlawan kebenaran,"
"Dan komunitas sains dan akademik harus melakukan introspeksi besar-besaran, mengapa mereka terus mengulangi kesalahan yang sama sejak kasus Galileo Galilei," (FYI, ilmuwan Galileo dulu dihukum dan dikucilkan oleh dunia sains dan kalangan gereja, karena menentang keyakinan saat itu kalau Bumi adalah pusat dari alam semesta).
"Mungkin dengan realitas baru ini, ras manusia di seluruh dunia akan bersatu,"
Tonton videonya di bawah ini, cek di jam ke 1:08:23.
KabarUFO, Jakarta - Tak hanya pemerintah Amerika Serikat yang telah resmi mengumumkan eksistensi unit khusus untuk penanganan kasus UFO (UAP Task Force). Pemerintah China pun akhirnya mengakui juga miliki unit khusus serupa.
Dilansir dari South China Morning Post, militer China juga miliki unit khusus untuk menangani kasus UFO, dan mereka mulai menggunakan teknologi kepintaran buatan (artificial intelligence) untuk melacak UFO.
Istilah “unidentified aerial phenomena” versi angkatan darat China, People's Liberation Army (PLA), adalah "unidentified air conditions”.
Menurut peneliti dari Air Force Early Warning Academy, Chen Li, penampakan UFO di China meningkat drastis dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, baik yang disaksikan oleh saksi mata sipil maupun militer.
"Penampakan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini tentu merupakan tantangan untuk keamanan udara negara kami," ujar Chen, di laporan tahun 2019, untuk sebuah konferensi para ilmuwan senior di bidang teknologi informasi pada tahun 2019.
Tim gugus tugas penanganan kasus UFO di PLA bergantung pada teknologi kepintaran buatan untuk menganalisa datanya, menurut laporan Chen tesebut.
Menurut Chen, keuntungan dalam menggunakan teknologi kepintaran buatan adalah bisa menjelaskan apakah penampakan UFO tersebut dari negara lain, fenomena alam, penerbang amatir, atau "hal lainnya".
Chen menjelaskan kalau PLA memiliki beberapa sumber untuk pelaporan kasus UFO, yakni: stasiun radar militer, pilot angkatan udara, stasiun polisi, pos pengamatan cuaca, dan pusat observasi Chinese Academy of Sciences.
Dengan teknologi kepintaran buatan, pihak PLA akan menganalisa UFO tersebut, berdasarkan dari: durasi penampakan, desain aerodinamika, radio aktif, bahan material, dan lain-lain.
Verifikasi secara manual untuk kasus-kasus UFO memang membutuhkan waktu lama, tapi dengan teknologi kepintaran buatan (diharapkan) bisa dengan cepat mengidentifikasinya.
KabarUFO, Jakarta - Berita besar hari ini (5/5) karena pihak Department of Defense Office of Inspector General (DoDIG) merilis keterangan resmi kalau mereka akan mengevaluasi kebijakan Department of Defense / Pentagon terkait penanganan kasus UFO.
Di situs resminya, pihak DoDIG merilis keterangan resmi kalau mereka akan mengevaluasi kebijakan Department of Defense / Pentagon terkait penanganan kasus UFO.
"We plan to begin the subject evaluation in May 2021. The objective of this evaluation is to determine the extent to which the DoD has taken actions regarding Unidentified Aerial Phenomena (UAP). We may revise the objective as the evaluation proceeds, and we will consider suggestions from management for additional or revised objectives,"
"We will perform the evaluation at the Offices of the Secretary of Defense, Military Services, Combatant Commands, Combat Support Agencies, Defense Agencies, and the Military Criminal Investigative Organizations. We may identify additional locations during the evaluation,"
"Kami akan memulai evaluasinya per bulan ini (Mei 2021). Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Dephan telah mengambil tindakan terkait Unidentified Aerial Phenomena (UAP). Kami dapat merevisi tujuan di hasil akhir evaluasi, dan kami akan mempertimbangkan saran dari manajemen untuk tambahan tujuan atau yang direvisi,"
"Kami akan melakukan evaluasi di Kantor Sekretaris Pertahanan, Dinas Militer, Komando Kombatan, Badan Pendukung Tempur, Badan Pertahanan, dan Badan Reserse Kriminal Militer. Kami mungkin mengidentifikasi lokasi tambahan selama evaluasi,"
Yang jadi pertanyaan, apakah evaluasi ini merupakan bagian dari "disclosure" yang akan diumumkan oleh Pentagon bulan Juni nanti, terkait FY 2021 Intelligence Authorization Act?
Department of Defense Inspector General (DoDIG) adalah sebuah badan obyektif independen yang memberikan pengawasan terkait program dan operasi di Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD).
Cek keterangan resmi pihak DoDIG ini di situs resminya. Unduh juga dokumen PDF-nya di sini.
Lihat gambar dokumen surat keterangan resminya di bawah ini. Tembusannya ada di halaman kedua. Cek.
Harry Reid, mantan Senator di negara bagian Nevada (1987 - 2017) dan mantan Democratic Senate Majority Leader (2007 - 2015), mengatakan kalau saat ini dibutuhkan program studi UFO dari pemerintah yang lebih permanen.
“Pemerintah federal habiskan triliunan Dollar tiap tahunnya, dan saya yakin harus ada entitas di dalam Pentagon, yang tugasnya adalah untuk tetap memantau isu-isu UFO terkini," ujar Reid, ketika diwawancara oleh Mystery Wire pada akhir April 2021.
Pada tahun 2007, Reid beserta beberapa koleganya mensponsori sebuah program rahasia Pentagon yang fokus menyelidiki UFO, dan program tersebut berbasis di Nevada selatan, namun selesai pada tahun 2012.
Program yang disponsori oleh Reid dan koleganya adalah Advanced Aerospace Weapon System Applications Program (AAWSAP), yang berada di bawah naungan Defense Intelligence Agency (DIA).
Tak lama kemudian AAWSAP bertransformasi menjadi Advanced Aerospace Threat Identification Program (AATIP).
Lalu setelah AATIP selesai, baru pada 4 Agustus 2020 pihak Pentagon meresmikan tim gugus tugas khusus, yang bernama Unidentified Aerial Phenomena Task Force (UAPTF).
Kini, UAPTF tengah menyiapkan laporan tentang UFO ke Kongres AS, yang rencananya akan dipublikasikan ke publik pada bulan Juni 2021 nanti, berdasarkan Intelligence Authorization Act for FY 2021 yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump pada 28 Desember 2020.
Reid dulu sempat bekerjasama dengan Joe Biden, semasa Biden masih menjabat sebagai Senator. Ketika Harry Reid ditanya oleh Mystery Wire, apakah Presiden Biden akan mendapat pengarahan rahasia tentang UFO, mantan Senator Nevada tersebut menjawab kalau hal tersebut mungkin masih terlalu dini di masa jabatan Biden saat ini.
KabarUFO, Jakarta - Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) kembali merilis foto dan video penampakan UFO. Kali ini satu video yang direkam dari kapal perang USS Russell (DDG-59), dan satu foto yang dipotret dari kapal perang USS Omaha (CL-4).
Video dan foto penampakan UFO ini dilepas oleh pihak US Navy ke Jeremy Corbell, seorang pembuat film dokumenter dan ufologist yang cukup terkenal. Corbell pun memuat video dan foto UFO tersebut melalui situs miliknya yang bernama Extraordinary Beliefs, dan pertama kali tayang pada 8 April 2021.
Corbell menulis kalau ia mendapat video dan foto UFO ini dari serangkaian pertemuan yang dilakukan oleh pihak Office of Naval Intelligence / ONI (Kantor Intelijen Angkatan Laut AS) yang digelar pada 1 Mei 2020. Pertemuan ini juga merupakan hasil dari serangkaian rapat sebelumnya yang digelar pada 18 Oktober 2019.
Video dan foto UFO ini sebelumnya didistribusikan di internal kalangan intelijen melalui platform Secret Internet Protocol Router Network (SIPRNet) milik Department Of Defense, Joint Worldwide Intelligence Communication System (JWICS), dan sistem Intelink milik CIA.
Video UFO yang direkam oleh kapal perang USS Russell
Video UFO yang pertama terjadi pada Juli 2019, yang direkam dari kapal perang USS Russell, yang melibatkan armada Carrier Strike Group 9 di perairan dekat San Diego, California, AS.
Kapal perang USS Russell tersebut mengamati dan merekam beberapa UFO bentuk segitiga, melalui kamera night-vision.
Tonton videonya di bawah ini.
Foto UFO yang dipotret oleh kapal perang USS Omaha
Kapal perang USS Omaha mengamati dan merekam sebuah UFO bentuk "orb", yang diduga merupakan kendaraan "transmedium"; yang mampu beroperasi di air dan udara.
Penampakan ini terjadi pada 15 Juli 2019 di perairan dekat San Diego, California, AS, pukul 11 malam.
UFO tersebut ketika diamati, masuk ke laut tanpa memercikkan air. Ketika sudah masuk ke air, UFO tersebut menghilang, dan sempat dicari dengan menggunakan kapal selam, namun tidak ketemu.
Cek foto dan videonya yang direkam via kamera Forward-Looking Infrared (FLIR) tersebut di bawah ini.
Tonton pula video tangkapan radar dari UFO tersebut di bawah ini. Video direkam dari dalam ruangan CIC (Combat Information Center) di dalam kapal perang USS Omaha, pada 15 Juli 2019 di perairan dekat San Diego, California, AS. Di video ini terlihat ada empat buah UFO yang berada di sekitar kapal perang USS Omaha.
Juru bicara pihak Pentagon, Susan Gough, mengkonfirmasi ke media The Debrief, mengatakan kalau video dan foto UFO tersebut memang diambil oleh pihak Angkatan Laut AS.
Pada 30 Juni 2021, Jeremy Corbell juga merilis ke publik, footage baru dari kasus ini. Direkam dari dek kapal USS Omaha, oleh tim VIPER (Visual Information Personnel) US Navy, 15 Juli 2019. Tonton videonya di bawah ini.