Tampilkan postingan dengan label 2021. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2021. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juni 2024

Penampakan UFO Warna Emas di Tangerang

Penampakan UFO di Sepatan, Tangerang, Banten, Rabu 19 Mei 2021.

Dipotret oleh Adi Prastyo.

"Objek berkilau keemasan, berbentuk seperti telur. Bergerak pelan horizontal, tiba-tiba bermanuver vertikal dengan cepat & kemudian menghilang,"

 

Kamis, 04 April 2024

UFO Tertangkap di Google Maps Objek Wisata Sumatera Utara

Ada UFO di foto Google Maps untuk objek wisata Danau Kelapa Gading, yang berlokasi di jl. Jend. Ahmad Yani, kelurahan Kisaran Naga, kecamatan Kota Kisaran Timur, kabupaten Asahan, Sumatera Utara. 

Dipotret oleh Iin Angelina pada Desember 2021.

Cek foto aslinya melalui tautan berikut.

Kamis, 30 Desember 2021

NASA Rekrut 24 Orang Ahli Agama untuk Mempelajari Reaksi Manusia Terhadap Eksistensi Alien

ilustrasi (foto: National Geographic)

KabarUFO, Jakarta - NASA rekrut 24 ahli agama (teolog) untuk mempelajari seperti apa reaksi manusia terhadap eksistensi alien.
 
Dilansir dari New York Post, NASA bekerjasama dengan para ahli agama dari Center for Theological Inquiry (CTI) di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, untuk mempelajari reaksi manusia terhadap eksistensi alien.

Dr. Andrew Davison dari University of Cambridge adalah salah satu dari 24 orang ahli agama yang diikutsertakan dalam proyek kerjasama ini.

Davison mengatakan kalau penelitiannya sudah melihat bagaimana teologi dan astrobiologi sering jadi topik di berbagai tulisan populer dalam kurun waktu 150 tahun terakhir.

Buku karya Davison yang bakal dirilis tahun depan, Astrobiology and Christian Doctrine, akan banyak meng-cover kegiatan kerjasama antara NASA dengan CTI ini.

Astrobiology and Christian Doctrine karya Davison nantinya juga akan berisi catatan bahwa banyak orang akan berpaling ke agama untuk mencari panduan, jika kehidupan alien ditemukan (diumumkan -red), dan apa artinya hal tersebut (eksistensi alien) bagi martabat manusia.

"Deteksi kehidupan alien mungkin akan hadir 10 tahun lagi atau di masa depan, jika hal itu terjadi, maka studi ini akan sangat berguna," tulis Davison untuk bukunya nanti.

NASA Akan Ungkap Kehidupan Alien ke Kalangan Agamawan?

Pada tahun 2020 terungkap sebuah dokumen resmi dari Gedung Putih yang mengisyaratkan kalau tahun 2021 ini NASA berencana untuk ungkap kehidupan alien ke kalangan agama di seluruh dunia. Baca beritanya di SINI.

Selasa, 28 Desember 2021

Jenderal TNI Hendropriyono Konfirmasi Kalau UFO Pernah Mendarat di Senayan Pada Tahun 1959

KabarUFO, Jakarta - Jenderal TNI (Purnawirawan) Abdullah Mahmud Hendropriyono mengkonfirmasi kalau UFO pernah mendarat di Senayan pada tahun 1959. Seperti apa?

Jenderal TNI A.M. Hendropriyono di acara peluncuran buku Catatan Merah dari Putera Bung Karno (2021) karya Guntur Soekarnoputra, yang digelar secara online via Zoom pada 10 April 2021, mengatakan kalau UFO pernah mendarat di Senayan pada tahun 1959.

Hendropriyono mengatakan hal tersebut dengan maksud untuk menambahkan cerita dari Guntur Soekarnoputra di salah satu bab di buku Catatan Merah dari Putera Bung Karno, yang mana Guntur pernah mengalami Close Encounters of the Second Kind (melihat penampakan UFO dari dekat, serta mendapatkan efek fisik dan psikologis kepada para saksi mata) di Jakarta pada dekade 80-an.

"UFO pernah mendarat di lokasi tempat pembangunan Stadion Senayan pada tahun 1959. Saat itu kawasan Senayan baru hanya lapangan tanah merah saja," terang Hendropriyono yang juga mantan Kepala di Badan Intelijen Negara (BIN) periode tahun 2001 - 2004.

Konstruksi pembangunan Stadion Utama Senayan (sekarang bernama Stadion Utama Gelora Bung Karno) dimulai pada 8 Februari 1960 dan selesai pada 21 Juli 1962.

Guntur Soekarnoputra atau yang biasa dipanggil Mas Tok adalah anak pertama dari Presiden Soekarno dan ibu negara Fatmawati.

Catatan Merah dari Putera Bung Karno (2021) adalah buku keempat karya Guntur. Ide pembuatan buku ini dimulai sejak tahun 1995.

Buku ini membahas beberapa peristiwa nasional, mulai dari tahun 1962 hingga sekarang.

"Buku ini juga merupakan kumpulan tulisan saya yang sudah pernah dimuat di berbagai media, mulai dari Kompas, Media Indonesia, Suara Pembaruan, hingga ke BeritaSatu," terang Mas Tok.

Tonton videonya di bawah ini. Simak mulai menit ke 25:37 sampai 33:08.

Pada Agustus 2020 Guntur Soekarnoputra mengirim tulisan ke Media Indonesia tentang pengalamannya melihat UFO di Jakarta pada tanggal 23 Mei 1981. Berikut adalah kutipan tulisannya:

Saya pribadi pernah menjadi saksi UFO mendarat di DKI Jakarta tepatnya di Jl. Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di sebelah rumah almarhumah Ibu Fatmawati Soekarno yang saat itu dihuni oleh adik saya, Guruh Sukarno Putra, dan menjadi markas dari kelompok muda-mudi Swara Maharddhika yang terkenal.

Saat itu, Guruh sebagai Ketua Umum Swara Maharddhika sedang melatih anggota-anggota Swara Maharddhika agar mereka menguasai tarian rakyat Sulawesi Selatan, yaitu tari Pakarena. Tari ini diiringi oleh tiga orang penabuh kendang yang menabuh kendangnya secara bertalu-talu.

Rupanya suara kendang yang bertalu-talu sampai berhari-hari itu frekuensinya tepat sama dengan frekuensi yang dimiliki oleh UFO tadi. Secara populer UFO dapat kita sebutkan sebagai piring terbang. Akibat adanya kesamaan frekuensi, piring terbang tadi mendarat di kawasan datangnya sumber frekuensi yakni rumah kosong di sebelah rumah yang ditempati Guruh. Hal tersebut diketahui ketika setelah latihan usai di sore hari mendekati Maghrib.

Seorang pembantu bernama Samadi tengah membersihkan ruangan latihan. Saat itu ia memperhatikan di tembok pagar belakang rumah secara remang-remang melihat bayangan seseorang sedang bertengger di atas tembok. Ia mengira orang tersebut adalah pencuri yang hendak meloncat pagar untuk masuk ke rumah. Akan tetapi, anehnya Samadi tidak dapat berbuat apa-apa. Dia hanya terdiam melongo tak bergerak sedikit pun.

Anggota Swara Maharddhika yang belum pulang dan sedang minum es, tiba –tiba berteriak karena mereka melihat sebuah piring terbang melayang ke udara dari halaman belakang rumah tempat mereka latihan tadi. Mereka berteriak histeris, “Piring terbang, piring terbang!" Dan langsung tancap gas motor mereka untuk mengikuti ke mana arah piring terbang tadi melayang.

Rupanya piring terbang tersebut terbang melayang ke arah Stadion utama Gelora Bung Karno. Sekitar empat orang anggota Swara Maharddhika yang naik motor mengejar piring terbang tadi ke arah GBK melihat benda tersebut melakukan hovering (melayang-layang) tepat di atas kubah stadion utama untuk beberapa saat. Karena pagar stadion utama dalam keadaan terkunci, mereka cuma bisa mengawasi piring terbang tadi dari pagar stadion.

Sayang di kala itu belum ada handphone untuk bisa memotret. Tak berapa lama setelah melayang-layang, tiba-tiba dengan kecepatan kilat piring terbang tadi melesat ke angkasa dan hilang dari pandangan.

Esok paginya, Guruh segera menghubungi Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) serta melaporkan kejadian tersebut. Hari itu juga tim dari Lapan yang dipimpin Marsekal Muda RJ Salatun datang dan memeriksa seluruh lokasi kejadian, termasuk memeriksa Samadi.

Saat pemeriksaan sebagai penasihat Swara Maharddhika, saya hadir untuk melihat-lihat kondisi di lokasi kejadian. Oleh RJ Salatun, saya dilarang mendekati lokasi pagar karena lokasi tersebut masih penuh dengan radiasi elektro magnetik yang membuat pohon-pohon pisang tetangga belakang hangus terbakar.

Peristiwa piring terbang yang disaksi-kan oleh lebih dari tiga orang itu, menurut RJ Salatun, dapat dikategorikan sebagai peristiwa akurat, benar-benar terjadi dan harus didokumentasikan. Apalagi diperkuat dengan adanya kasus Samadi yang tampak linglung. Rupanya dia terkena extra terestrial syndrome. Hal ini biasa dialami oleh orang-orang yang kepergok bertemu dengan alien.

Rabu, 08 Desember 2021

DPR AS Loloskan RUU Khusus Selidiki Fenomena UFO

KabarUFO, Jakarta - U.S. House of Representatives, dewan perwakilan Amerika Serikat (AS), pada 7 Desember 2021 baru saja meloloskan rancangan undang-undang (RUU) khusus untuk selidiki fenomena UFO. Seperti apa?

Setelah sebelumnya pada 10 September 2021 pihak Kongres AS siapkan RUU khusus penyelidikan UFO, kemudian pada 7 Desember 2021 pihak U.S. House of Representatives meloloskan RUU National Defense Authorization Act for Fiscal Year 2022, yakni undang-undang otorisasi pertahanan nasional AS tahun anggaran 2022, yang di dalamnya ada ketentuan mengatur tentang pendirian kantor khusus (non militer) untuk meneliti fenomena UFO.

Di bagian SEC 1683 RUU ini, halaman 1491, ada ketentuan "ESTABLISHMENT  OF  OFFICE, ORGANIZATIONAL STRUCTURE, AND AUTHORITIES TO ADDRESS UNIDENTIFIED AERIAL PHENOMENA".

Ada 14 halaman (halaman 1492 - 1505) di bagian "ESTABLISHMENT  OF  OFFICE, ORGANIZATIONAL STRUCTURE, AND AUTHORITIES TO ADDRESS UNIDENTIFIED AERIAL PHENOMENA" yang membahas tentang detail dari pendirian kantor khusus (non militer) untuk meneliti fenomena UFO ini.

RUU khusus penyelidikan fenomena UFO ini diinisiasi oleh Senator New York -- Kirsten Gillibrand (Partai Demokrat), Senator Florida -- Marco Rubio (Partai Republik), Anggota Kongres Arizona -- Ruben Gallego (Partai Demokrat).

RUU ini lolos di tahap U.S. House of Representatives setelah dilakukan voting dengan hasil 363-70. Setelah itu akan melewati tahap Senat kemudian Presiden, baru sah jadi undang-undang.

Beberapa poin menarik dari RUU pendirian kantor penyelidikan UFO dari pihak pemerintah (sipil, non militer) ini adalah:

- Menyediakan fondasi untuk investasi ke depannya, agar bisa mereplikasi karakter terbang dan kemampuan [UFO tersebut] (halaman 1497).
- Laporan tahunan [ke kongres / publik] (halaman 1497).
- Menyediakan laporan update dari upaya untuk menangkap atau mengekploitasi teknologi dari UFO tersebut (halaman 1500).
- Penjelasan mengenai "Transmedium  Objects", objek yang bisa berada di luar angkasa, udara dan air (halaman 1504).
- Penjelasan mengenai "Submerged  Objects", objek tak dikenal yang berada di lautan (halaman 1504).
 
RUU ini seperti "respon" dari Airborne Object Identification and Management Synchronization Group (AOIMSG), badan bentukan Pentagon / Department Of Defense khusus untuk penyelidikan UFO, yang diresmikan pada 23 November 2021 kemarin.

Banyak pihak dari kalangan sipil yang menyangsikan AOIMSG, dan percaya kalau AOIMSG hanyalah upaya Pentagon untuk menutup-nutupi topik UFO dari masyarakat.

Baca RUU "ESTABLISHMENT  OF  OFFICE, ORGANIZATIONAL STRUCTURE, AND AUTHORITIES TO ADDRESS UNIDENTIFIED AERIAL PHENOMENA" melalui tautan berikut. Cek di halaman 1492 - 1505.

Rabu, 24 November 2021

Pentagon Resmi Umumkan Badan Baru untuk Meneliti Kasus UFO

ilustrasi (sumber: telegraph.co.uk)

KabarUFO, Jakarta - Hari ini waktu Amerika Serikat (23/11), Pentagon resmi mengumumkan badan baru untuk meneliti kasus UFO yang bernama Airborne Object Identification and Management Synchronization Group (AOIMSG). Seperti apa?

Wakil Menteri Pertahanan AS (Deputy Secretary of Defense), Kathleen Hicks, yang bekerja sama dengan Director of National Intelligence, mengarahkan pihak Under Secretary of Defense for Intelligence & Security untuk membentuk (di dalam) Office of the USD(I&S), badan Airborne Object Identification and Management Synchronization Group (AOIMSG) sebagai penerus dari Unidentified Aerial Phenomena Task Force di US Navy.

AOIMSG akan menyinkronkan upaya dari lintas Departemen dan pemerintah AS yang lebih luas untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengaitkan objek di Special Use Airspace / SUA (wilayah udara AS), dan untuk menilai dan mengurangi setiap ancaman terkait keselamatan penerbangan dan keamanan nasional.

Untuk memberikan pengawasan terhadap AOIMSG, Wakil Menteri juga mengarahkan USD(I&S) untuk memimpin Airborne Object Identification and Management Executive Council  (AOIMEXEC) yang terdiri dari keanggotaan Department Of Defense, Komunitas Intelijen, dan (untuk menawarkan tempat bagi) perwakilan antarlembaga pemerintah AS.

Pihak Pentagon (DoD) di keterangan resminya menyatakan: "Infiltrasi oleh objek udara apa pun ke dalam wilayah udara kami menimbulkan masalah keamanan penerbangan dan operasi, dan dapat menimbulkan tantangan keamanan nasional. Depatment Of Defense menangani laporan serangan - oleh objek udara apa pun, diidentifikasi atau tidak diidentifikasi - dengan sangat serius, dan menyelidiki tiap-tiap kasusnya,"

Keputusan ini merupakan hasil dari upaya perencanaan dan kolaborasi yang dilakukan oleh OUSD(I&S) dan elemen Department Of Defense lainnya, atas arahan Wakil Menteri Hicks, untuk mengatasi tantangan terkait UAP (UFO) yang terjadi di atau di dekat tempat pelatihan dan instalasi milik Department Of Defense yang disorot dalam pendahuluan laporan penilaian DNI yang diserahkan ke Kongres AS pada Juni 2021 kemarin. Laporan tersebut juga mengidentifikasi kebutuhan akan perbaikan dalam proses, kebijakan, teknologi, dan pelatihan, untuk meningkatkan kemampuan kita dalam memahami UAP / UFO.

Dalam waktu beberapa pekan ke depan, Departement of Defense akan mengeluarkan pedoman pelaksanaan; yang akan berisi rincian lebih lanjut tentang Direktur AOIMSG, struktur organisasi, otoritas, dan sumber daya.

Baca keterangan resmi ini langsung di situsnya pentagon, di SINI.

Kamis, 04 November 2021

Inisiasi Pencarian Alien dari Universitas Harvard Gaet Staf Pentagon & Anggota Komite Intelijen AS

KabarUFO, Jakarta - Inisiasi pencarian alien dari Universitas Harvard, The Galileo Project, menggaet dua tokoh ufologi ternama saat ini, yang juga mantan staf di pemerintahan/militer Amerika Serikat.

The Galileo Project pada 30 Oktober 2021 resmi mengumumkan afiliasi dengan Luis Elizondo dan Christopher Mellon, sebagai bagian dari ilmuwan-ilmuwan proyek mereka.

The Galileo Project adalah proyek pencarian bukti artefak teknologi milik alien, yang dicetuskan oleh Profesor Avi Loeb dari Universitas Harvard pada 26 Juli 2021.

Avi Loeb adalah orang yang pertama kali menemukan "Oumuamua" pada 19 Oktober 2017. Kemudian Profesor Loeb menulis tentang Oumuamua untuk The Astrophysical Journal Letters yang terbit pada tanggal 12 November 2018.

Oumuamua ukurannya sangat besar (sebesar stadion), orbit-nya tak biasa, kecepatannya sangat tinggi, berwarna merah, serta bentuknya tak mirip asteroid pada umumnya. Profesor Avi Loeb berasumsi kalau objek misterius tersebut mungkin adalah roket riset / pesawat milik alien.

Baca artikel tentang The Galileo Project yang KabarUFO tulis di SINI.

Luis Elizondo pernah bekerja di Angkatan Darat AS (US Army) selama 20 tahun sebagai US Army Counterintelligence Special Agent. Ia bertugas untuk berbagai operasi intelijen militer AS di Afganistan, Amerika Selatan dan Teluk Guantanamo (Kuba).

Kemudian pada tahun 2008 hingga 2017 Elizondo bekerja sebagai Direktur di Advanced Aerospace Threat Identification Program (AATIP) yang berada di bawah naungan Under Secretary of Defense for Intelligence / USD(I).

Setelah keluar dari AATIP, Elizondo bergabung di To The Stars Academy (TTSA) bentukan Tom Delonge, mantan vokalis/gitaris di band Blink-182.

TTSA lah yang pihak yang dianggap menyebar ke publik, tiga video UFO (“FLIR,” “GIMBAL,” dan “GOFAST”) yang direkam oleh US Navy, sehingga video-video tersebut viral di seluruh dunia.

Baca artikel tentang Luis Elizondo yang KabarUFO tulis di SINI.

Sementara Christopher Mellon adalah mantan Deputy Assistant Secretary of Defense for Intelligence di pemerintahan Bill Clinton and George W Bush.

Mellon juga pernah menjawab sebagai Staff Director di United States Senate Select Committee on Intelligence.

Mellon juga sempat tergabung di To The Stars Academy (TTSA) bersama dengan Luis Elizondo.

Mudah-mudahan dengan bergabungnya dua sosok berintegritas tinggi ini mampu membantu pihak The Galileo Project untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kita selama ini tentang UFO dan alien.

Senin, 25 Oktober 2021

Bos NASA Bicara tentang UFO, Alien & Multiverse

KabarUFO, Jakarta - Orang nomor satu di NASA, Bill Nelson, di wawancara terbarunya bicara tentang UFO, alien & multiverse. Seperti apa?

Administrator NASA, Bill Nelson, di wawancara terbarunya oleh Larry Sabato untuk program Center for Politics, University of Virginia, pada 19 Oktober 2021, bicara tentang UFO, alien & multiverse.

"Sebelum wawancara ini selesai, saya bahkan belum berbicara tentang pencarian kehidupan di luar bumi. Menurut anda apa yang kami lakukan di Mars? Kami mencari kehidupan. Ini adalah bagian dari misi NASA. Itulah yang akan dicari oleh teleskop ini. Apakah ada planet lain di tempat lain yang ada kehidupan?" ujar Nelson di penghujung wawancara tersebut.

"Jadi, ini adalah misi yang terus kami cari — apa, siapa di luar sana? Siapa kita? Bagaimana kita bisa sampai di sini? Bagaimana kita menjadi seperti kita saat ini? Bagaimana kita bisa berkembang? Bagaimana kita bisa beradab? Dan apakah kondisi (di Bumi) sama dengan (planet yang) di luar sana, di alam semesta yang memiliki miliaran matahari lain, di miliaran galaksi lain — sangat besar sehingga saya tidak dapat membayangkannya," lanjut orang nomor satu di NASA tersebut.

Ketika pewawancara, Larry Sabato, coba menggali jawaban dari Nelson, tentang pendapatnya akan UFO; apakah itu pesawat milik Rusia, China, atau alien, Bill Nelson menjawab:

"Saya tidak tahu jawabannya. Tapi pendapat saya pribadi adalah alam semesta begitu besar, dan bahkan sekarang ada teori kalau mungkin ada alam semesta lainnya, dan jika itu masalahnya, siapa saya untuk mengatakan bahwa planet Bumi adalah satu-satunya lokasi untuk bentuk kehidupan yang beradab dan terorganisir seperti kita?" pungkas Nelson.

Sebelumnya pada 28 Juni 2021 terungkap dokumen yang menyatakan keinginan NASA (di bawah kepemimpinan Bill Nelson) untuk mengungkap kasus UFO ke publik. Baca beritanya di sini.

Administrator adalah jabatan tertinggi di NASA. Bill Nelson mulai menempati jabatan tersebut per 3 Mei 2021.

Tonton video wawancara Bill Nelson oleh Larry Sabato untuk program Center for Politics, University of Virginia, di bawah ini. Mereka mulai membicarakan topik UFO dan alien di menit ke 53:10.

Senin, 04 Oktober 2021

Vokalis Band Happy Mondays Diwawancara TV Tentang UFO

 

Shaun Ryder, vokalis band alternative-dance legendaris Inggris, Happy Mondays, diwawacara tentang UFO oleh program televisi This Morning, ITV / Channel 3,pada 9 September 2021.

Sebelumnya pada tahun 2013, Shaun Ryder juga pernah memproduksi Shaun Ryder on UFOs, seri dokumenter yang fokus membahas tentang topik UFO.

Rabu, 29 September 2021

Video Penampakan Dua Buah UFO di Cempaka Putih, Jakarta-Pusat (17 / 9 / 2021)

 

Video penampakan dua buah UFO di atas wilayah Cempaka Putih, Jakarta-Pusat, Indonesia. 17 September 2021. Pukul 18 : 16 WIB. Direkam oleh Taru Aji.

"Lokasi sinar diperkirakan di atas langit antara Pulomas, Pulogadung dan Kelapa Gading. Awal mula ketika saya sedang istirahat di balkon lantai dua setelah Maghrib, saya melihat cahaya yang aneh, dan bukan terlihat seperti bintang, yang satu berwarna terang kelap-kelip, yang satu lagi warna merah kelap-kelip. Ketika saya mulai merekam, sinar yang berwarna terang mulai bergerak perlahan dan menjauh, sedangkan yang berwarna merah meredup perlahan," - Taru Aji

Kamis, 23 September 2021

Kongres AS Siapkan Dua Buah RUU untuk Fokus Selidiki Fenomena UFO

KabarUFO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat kian serius dalam menyelidiki fenomena UFO. Pada tanggal 10 September 2021 pihak Kongres menggulirkan dua rancangan undang-undang yang di dalamnya ada ketentuan untuk penyelidikan fenomena UFO.

Pihak Kongres AS pada 10 September 2021 menyiapkan dua buah rancangan undang-undang bernama H.R. 4350 (Fiscal Year 2022 National Defense Authorization Act in the House of Representatives) dan S.2610 (FY 22 Intelligence Authorization Act in the Senate). Masing-masing RUU ini memiliki ketentuan yang mengatur tentang penyelidikan fenomena UFO.

Jika RUU S.2610 disahkan, maka undang-undang tersebut mengharuskan seluruh komunitas intelijen untuk membagikan informasi apa pun tentang UFO/UAP kepada pihak National Air and Space Intelligence Center (Pusat Intelijen Udara dan Luar Angkasa Nasional AS) segera. UU tersebut juga mengamanatkan laporan-laporan kasus UFO kepada pihak Kongres AS, mulai dari 90 hari setelah pengesahan undang-undang dan (ke depannya) setiap tiga bulan sekali.

 

Sebelum ada RUU S.2610, ada RUU Intelligence Authorization Act for FY 2021 (baca di sini, halaman 11-12) yang juga berisi dukungan ke pihak Unidentified Aerial Phenomenon Task Force, serta kewajiban untuk menyediakan laporan kasus UFO ke pihak kongres AS dalam waktu 180 hari atau enam bulan ke depan. Setelah RUU Intelligence Authorization Act for FY 2021 disahkan pada Desember 2020, pihak Office Of The Director of National Intelligence (ODNI), pada 25 Juni 2021 merilis secara resmi laporan tentang UFO ke publik (baca laporannya di sini), meski isi laporan tersebut belum ada yang substansial.

Kemudian, jika RUU H.R. 4350 disahkan, maka pemerintah AS akan mendirikan kantor permanen untuk studi fenomena UFO, yang berada di bawah Office of the Secretary of Defense (Kantor Menteri Pertahanan).

Sebelumnya, kantor/badan resmi Amerika Serikat yang fokus menyelidiki fenomena UFO adalah Unidentified Aerial Phenomenon Task Force, yang berdiri di bawah Office of Naval Intelligence (Kantor Intelijen Angkatan Laut AS) dan diresmikan pada 17 Juni 2020.

Baca RUU S.2610 di sini. Untuk poin yang mengatur tentang penyelidikan UFO cek di bagian Sec. 345.

Baca juga RUU H.R. 4350 di sini. Untuk poin yang mengatur tentang penyelidikan UFO cek di bagian Sec. 1652 (halaman 1035).

Minggu, 12 September 2021

Tom DeLonge Ungkap kalau Pentagon Pegang Banyak Video UFO yang lebih Mencengangkan

 
 
KabarUFO, Jakarta - Tom DeLonge di wawancara terbarunya mengungkap kalau militer AS pegang banyak video UFO yang jauh lebih mencengangkan dari yang kita pernah lihat selama ini.

Mantan vokalis/gitaris Blink-182 tersebut ketika diwawancara oleh Guitar World pada 9 September 2021 dalam rangka promo album keenam Angels & Airwaves, mengatakan kalau pihak militer AS menyimpan banyak video UFO yang jauh lebih mencengangkan dari yang pernah kita lihat selama ini.

“Dari tempat, kami (To The Stars Academy) mendapatkan video UFO kami ("FLIR", "GIMBAL" & "GOFAST"), yang kami keluarkan – ya, mereka (militer AS) memiliki 26 (video UFO). Dan itu hanya 'satu cabang yang sangat kecil dari pohon yang lebih besar'. Beberapa video ada yang perlihatkan UFO berjarak hanya tiga meter dari pesawat jet F/A-18, melacak mereka selama 20 menit dan semuanya terekam kamera! UFO itu terbang dengan kecepatan 965 km per jam, pilotnya (pesawat jet F/A-18) berteriak ketakutan dan benda ini (UFO tersebut) memindai pesawat (F/A-18) selama 20 menit penuh," terang DeLonge.

“Kami (To The Stars Academy) hampir mengeluarkan (video) yang itu, tetapi ada beberapa petinggi di Pentagon yang benar-benar marah ketika mereka mengetahui bahwa video-video ini tengah dideklasifikasi [tertawa]. Ya… ada lebih banyak lagi di luar sana, pasti!” tambah mantan vokalis Blink-182 tersebut.


Tom DeLonge mendirikan To The Stars Academy (TTSA) pada 11 Oktober 2017, bersama para mantan pegawai CIA - DIA - Department Of Defense, seperti: Harold E. Puthoff, Luis Elizondo, Christopher Mellon, dan lain-lain.

To The Stars Academy adalah perusahaan yang bergerak di bidang kedirgantaraan, sains, dan hiburan.

Pada 16 Desember 2017 pihak TTSA merilis tiga buah video UFO milik Pentagon (“FLIR,” “GIMBAL,” dan “GOFAST”) ke publik, melalui The New York Times. Berita tersebut meledak di seluruh dunia.

Tonton video UFO “FLIR,” “GIMBAL,” dan “GOFAST” yang diungkap ke publik oleh TTSA pada tahun 2017 di bawah ini.



Sabtu, 24 Juli 2021

Profesor Universitas Harvard Inisiasi Proyek Pencarian Bukti Artefak Teknologi Milik Alien

KabarUFO, Jakarta - Profesor dari Universitas Harvard di bidang astrofisika dan kosmologi, Abraham "Avi" Loeb, menginisiasi proyek pencarian bukti artefak teknologi milik alien.

Profesor Avi Loeb dari Universitas Harvard menginisiasi The Galileo Project, proyek pencarian bukti artefak teknologi milik alien.

Peluncuran resmi The Galileo Project akan dilakukan pada hari Senin (26 Juli 2021) waktu Amerika Serikat secara live di akun YouTube mereka.

Avi Loeb adalah orang yang pertama kali menemukan "Oumuamua" pada 19 Oktober 2017. Kemudian Profesor Loeb menulis tentang Oumuamua untuk The Astrophysical Journal Letters yang terbit pada tanggal 12 November 2018.

Oumuamua ukurannya sangat besar (sebesar stadion), orbit-nya tak biasa, kecepatannya sangat tinggi, berwarna merah, serta bentuknya tak mirip asteroid pada umumnya. Profesor Avi Loeb berasumsi kalau objek misterius tersebut mungkin adalah roket riset / pesawat milik alien.

UFO Bukan Lagi Topik Tabu di Kalangan Sains

Semenjak pemerintah AS merilis laporan resmi tentang UFO pada 25 Juni 2021 kemarin, topik UFO tak lagi dianggap tabu di kalangan sains. Media sains ternama macam Scientific American bahkan mulai menulis artikel tentang UFO & alien.
 

Lalu ilmuwan terkenal seperti Eric Weinstein yang sebelumnya terkenal skeptis terhadap topik UFO, akhirnya melakukan permintaan maaf terbuka, dan menyatakan akan ikut berpartisipasi dalam meneliti fenomena UFO.

Minggu, 04 Juli 2021

Dokumen Internal NASA Kuak Rencana untuk Mulai Selidiki Fenomena UFO


KabarUFO, Jakarta - Mungkin saja NASA (National Aeronautics and Space Administration) selama 61 tahun terakhir selalu berbohong kepada masyarakat terkait fenomena UFO, tapi di tahun 2021 ini sepertinya mulai ada perubahan positif di internal mereka.

Sebuah dokumen internal NASA yang dirilis oleh situs The Black Vault perlihatkan kalau agensi luar angkasa AS tersebut akan mulai ikut menyelidiki fenomena UFO.

Dokumen internal NASA tersebut berjudul 'NASA INTERVIEW PREP DOCUMENT', dan dirilis untuk kalangan sendiri pada 28 Mei 2021.

Pihak The Black Vault meminta akses resmi ke pihak NASA via metode FOIA (Freedom of Information Act), pada 7 Juni 2021. Kemudian pihak NASA mengabulkan permintaannya dengan memberikan dokumen internal mereka pada 28 Juni 2021.

Dokumen 'NASA INTERVIEW PREP DOCUMENT' tersebut berisi rencana NASA untuk tahun 2021 ke depan, selama periode kepemimpinan Presiden Joe Biden.

Salah satu poin dalam rencana NASA yang ada dalam dokumen tersebut ialah "Search for Life, Technosignatures, and UAP/UFOs"

Search for Life, Technosignatures, and UAP/UFOs


Public and media interest in the topic of Unidentified Aerial Phenomenon/Unidentified Flying Objects (UAP/UFOs) has seen an uptick in recent weeks following reports about the Department of Defense’s release of three unclassified Navy videos. Likewise, the 2021 Intelligence Authorization Act, signed in December 2020, stipulated the government had 180 days to gather and analyze data from disparate agencies. Below is our response to the public and media who call for NASA comment:


- One of NASA’s key goals is the search for life in the universe. To date, NASA has yet to find any credible evidence of extraterrestrial life, however, NASA is exploring the solar system and beyond to help us answer fundamental questions, including whether we are alone in the universe. We stand ready to support the rest of the government in the search for life in the universe, be it close to home, on the planets or moons of our solar system, or deeper into space.

Bill Nelson, Administrator NASA, pada 2 Juni 2021 juga menyatakan keinginannya untuk menggerakkan NASA dalam mengungkap fenomena UFO.

Unduh dokumen 'NASA INTERVIEW PREP DOCUMENT' di SINI.

Sabtu, 26 Juni 2021

Pentagon Rilis Pernyataan Resmi Terkait Laporan UFO dari Pemerintah AS

KabarUFO, Jakarta - Pihak Department of Defense / DOD / Pentagon, melalui juru bicaranya, John Kirby, mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan UFO yang baru dirilis oleh pihak Office of the Director of National Intelligence (ODNI). Seperti apa?

Dilansir dari situs resmi Department Of Defense, pihak Pentagon baru saja (25/6) merilis keterangan resmi terkait laporan UFO yang baru dirilis oleh pihak Office of the Director of National Intelligence (ODNI).

"Hari ini (25/6) Director of National Intelligenc menyampaikan kepada Kongres penilaian awal tentang fenomena udara tak dikenal / Unidentified Arial Phenomena (UAP) dan kemajuan yang telah dicapai oleh Intelligence Community dan UAP Task Force dalam memahami ancaman ini,"

"Menganalisis UAP adalah upaya kolaboratif yang melibatkan banyak departemen dan lembaga, dan Departemen berterima kasih kepada Office of the Director of National Intelligence dalam memimpin upaya kolaboratif untuk menghasilkan laporan ini, sebagaimana departemen dan lembaga lain yang juga turut berkontribusi,"

"Serangan ke dalam wilayah pelatihan kami dan wilayah udara yang ditunjuk telah menimbulkan masalah keamanan penerbangan dan operasi keamanan, serta dapat menimbulkan tantangan keamanan nasional. Department Of Defense menangani laporan serangan - oleh objek udara apa pun, yang teridentifikasi maupun tidak diidentifikasi - dengan sangat serius, dan menyelidiki tiap-tiap kasusnya,"

"Laporan yang disampaikan hari ini menyoroti tantangan yang ada dengan penilaian kasus UAP yang terjadi atau di dekat tempat pelatihan dan instalasi Department Of Defense. Laporan tersebut juga mengidentifikasi kebutuhan untuk melakukan peningkatan dalam pemrosesan, kebijakan, teknologi, dan pelatihan, untuk meningkatkan kemampuan kita dalam memahami UAP,"

"Untuk itu, Wakil Menteri Pertahanan, Kathleen Hicks, hari ini (25/6) mengarahkan Kantor Wakil Menteri Pertahanan untuk Intelijen dan Keamanan, untuk mengembangkan sebuah rencana, untuk meresmikan / memformalkan misi yang saat ini dilakukan oleh UAPTF,"

"Rencana ini akan dikembangkan dalam koordinasi dengan berbagai komponen Department Of Defense, termasuk departemen-departemen militer dan komando kombatan, dan dengan ODNI dan mitra antar lembaga lainnya. Rencana tersebut akan menetapkan prosedur sinkronisasi pengumpulan, pelaporan dan analisis UAP; memberikan rekomendasi untuk mengamankan uji coba dan pelatihan militer; serta mengidentifikasi persyaratan untuk pembentukan dan pengoperasian kegiatan tindak lanjut terbaru dari DOD untuk memimpin upaya tersebut, termasuk penyelarasan, sumber daya, staf, otoritas, dan jadwal pelaksanaannya,"


Baca & unduh memo resmi dari Deputy Secretary of Defense / Wakil Menteri Pertahanan AS terkait usulan peresmian UAP Task Force, di SINI.

* For your info, sebelumnya UAPTF (Unidentifed Aerial Phenomena Task Force) berada di bawah naungan Office of Naval Intelligence (Kantor Intelijen Angkatan Laut AS), dan diresmikan pada 4 Agustus 2020. Bentuknya masih berupa program. Apakah dengan usulan ini UAPTF akan jadi sebuah badan / lembaga tersendiri?

Jumat, 25 Juni 2021

Ini Dia Laporan Resmi Pemerintah Amerika Serikat tentang UFO

KabarUFO, Jakarta - Akhirnya pemerintah Amerika Serikat, melalui pihak Office Of The Director of National Intelligence (ODNI), pada 25 Juni 2021 merilis secara resmi laporan tentang UFO yang dinanti oleh banyak orang.

Laporan tersebut berisikan sembilan lembar halaman dikerjakan oleh pihak ODNI berdasarkan kerja dari tim Unidentified Aerial Phenomena Task Force (UAPTF) selama enam bulan, berdasarkan data-data kasus UFO di AS selama 17 tahun (2004 - 2021).

Yang menarik dari laporan ini ada di halaman tiga, paragraf lima. Karena "lainnya" juga masuk ke kategori pemicu munculnya UFO.

"There are probably multiple types of UAP requiring different explanations based on the range of appearances and behaviors described in the available reporting.  Our analysis of the data supports the construct that if and when individual UAP incidents are resolved they will fall into one of five potential explanatory categories: airborne clutter, natural atmospheric phenomena, USG or U.S. industry developmental programs, foreign adversary systems, and a catchall 'other' bin,"

"Mungkin ada beberapa jenis UAP (Unidentified Aerial Phenomena) yang memerlukan penjelasan berbeda, berdasarkan rentang penampakan dan perilaku yang dijelaskan dalam pelaporan. Analisis data kami mendukung teori bahwa/jika sebuah kasus UAP berhasil disimpulkan, fenomena tersebut akan jatuh ke dalam satu dari lima kategori potensi penjelasan: pesawat, fenomena alam, pesawat program rahasia AS, teknologi milik negara lain, dan 'lainnya',"


Apa maksud dari kata "Lainnya" di sini?

Di halaman enam paragraf pertama, pihak ODNI menjelaskan maksud dari kata "Other / Lainnya".

"Although most of the UAP described in our dataset probably remain unidentified due to limited data or challenges to collection processing or analysis, we may require additional scientific knowledge to successfully collect on, analyze and characterize some of them.  We would group such objects in this category pending scientific advances that allowed us to better understand them.  The UAPTF intends to focus additional analysis on the small number of cases where a UAP appeared to display unusual flight characteristics or signature management,"

"Meskipun sebagian besar UAP yang dideskripsikan di dalam kumpulan data kami tetap tidak teridentifikasi karena keterbatasan data atau waktu untuk pemrosesan atau analisisnya, kami mungkin memerlukan tambahan pengetahuan ilmiah agar bisa mengumpulkan - menganalisis - mengkarakterisasi beberapa di antaranya. Kami akan mengelompokkan objek-objek tersebut dalam kategori ini, sambil menunggu kemajuan ilmiah yang memungkinkan kami untuk lebih memahaminya. UAPTF (Unidentified Aerial Phenomena Task Force) bermaksud untuk memfokuskan analisis tambahan pada kasus-kasus di mana UAP muncul dengan menampilkan karakteristik penerbangan yang tidak biasa,"


Di halaman empat pihak ODNI juga menyayangkan minimnya data milik pemerintah/militer untuk laporan ini, karena mekanisme pelaporan kasus UFO untuk pihak US Navy baru ada pada Maret 2019. Lalu mekanisme pelaporan kasus UFO untuk US Air Force baru ada pada November 2020.

Office of the Director of National Intelligence adalah sebuah lembaga independen yang dipimpin oleh Director of National Intelligence / DNI (Direktur Intelijen Nasional). DNI adalah pimpinan dari National Security Agency / NSA (Badan Keamanan Nasional), yang merupakan bagian dari United States Intelligence Community / IC (Komunitas Intelijen Amerika Serikat).

DNI juga bekerja sebagai penasihat untuk Presiden dan NSA terkait masalah intelijen untuk keamanan nasional Amerika Serikat.

Unduh laporan resmi pihak Amerika Serikat untuk kasus UFO tersebut di SINI.

Kamis, 24 Juni 2021

Mantan Pegawai Pentagon yang membuat Topik UFO Mendunia sejak Empat Tahun Terakhir, Akhirnya Bicara Kalau Alien Itu Memang Ada

KabarUFO, Jakarta - Luis Elizondo, orang yang membuat topik UFO kembali mendunia sejak empat tahun terakhir ini akhirnya menyiratkan kalau alien itu memang ada.

Sebelumnya Luis Elizondo jika diwawancara oleh media selalu "bermain aman" dengan berkata "kita mungkin tidak sendiri di dalam semesta ini". Selalu menyebut kata "mungkin", tidak langsung berterus terang berkata kalau alien itu ada.

Tiga tahun terakhir Luis Elizondo selalu diwawancara oleh media-media mainstream, baru tahun 2021 ia mulai keliling di sirkuit komunitas ufologi, dengan menjadi narsum di sejumlah podcast oleh media / tokoh bidang ufologi.

Ketika diwawancara oleh para pelaku di komunitas ufologi, Luis Elizondo berbicara lebih terbuka dan membahas lebih dalam, ketimbang ketika diwawancara oleh media mainstream; di mana ia berbicara lebih hati-hati dan hanya membahas topik UFO di permukaannya saja.

Pada 22 Juni 2021, Luis Elizondo diwawancara oleh saluran YouTube, Theories of Everything with Curt Jaimungal. Wawancara tersebut disiarkan secara langsung (live-streaming) dengan membuka fitur live chat dengan para penonton.

Tiga momen besar di wawancara ini

Ada tiga momen besar di wawancara ini, yang pertama adalah ketika salah satu penonton di live-streaming tersebut bertanya ke pada Luis:

"If the general public knew or saw what you saw, what the next week look like? How the public would react?"

"Jika masyarakat umum tahu atau melihat apa yang Anda lihat
(ketahui), bakal seperti apa pekan depan? Akan seperti apa reaksi publik?"

Luis Elizondo pun menjawab:

"Somber"

"Suram / depresi"


Kemudian Luis Elizondo melanjutkan, kalau masyarakat akan menghela nafas tiap harinya (menyikapi realitas baru tersebut) dan coba merefleksikan realitas baru tersebut ke diri mereka dan masyarakat.

"Masyarakat akan serius menanggapi hal ini, bukan dengan cara berpesta di jalanan, seperti di film-film Hollywood,"

"Bakal lebih banyak lagi orang-orang yang serius ke agama, dan makin banyak pula orang yang meninggalkan agama, karena realitas ini. Pertanyaan-pertanyaan tentang teologi / ilmu agama akan hilang,"

"Lalu orang-orang yang selama ini membohongi masyarakat tentang topik UFO akan dikucilkan oleh masyarakat dan mungkin perlu mengganti nama mereka. Kemudian orang-orang yang selama ini berjuang dalam bidang ufologi akan dianggap sebagai pahlawan kebenaran,"

"Dan komunitas sains dan akademik harus melakukan introspeksi besar-besaran, mengapa mereka terus mengulangi kesalahan yang sama sejak kasus Galileo Galilei,"
(FYI, ilmuwan Galileo dulu dihukum dan dikucilkan oleh dunia sains dan kalangan gereja, karena menentang keyakinan saat itu kalau Bumi adalah pusat dari alam semesta).

"Mungkin dengan realitas baru ini, ras manusia di seluruh dunia akan bersatu,"

Tonton videonya di bawah ini, cek di jam ke 1:08:23.

 
 
Momen penting kedua di wawancara ini adalah ketika Luis Elizondo menjelaskan beberapa jenis UFO beserta ukurannya:

1. UFO bentuk piring terbang. Biasanya seukuran mobil sport.
2. UFO bentuk silinder / cigar. Biasanya seukuran bus sekolah.
3. UFO bentuk segitiga. Biasanya ukurannya sangat besar.

Cek di menit ke 1:24.

Momen penting ketiga di wawancara ini adalah ketika debunker terkenal, Mick West, bertanya: "Jika anda betul yakin UFO itu teknologi milik alien, lalu mengapa anda sangat peduli akan NDA, dan tidak rilis saja ke publik, semua bukti-bukti yang anda miliki?"

* keterangan: Non Disclosure Agreement (NDA) adalah perjanjian kerahasiaan antara dua pihak untuk menjaga kerahasiaan informasi dan atau material tertentu, yang mereka bagi bersama akses / informasinya, namun tidak diijinkan untuk diketahui oleh pihak di luar mereka (pihak ketiga). NDA umumnya diaplikasikan di pekerjaan bidang militer dan pemerintahan.

Luis Elizondo pun menjawab pertanyaan tersebut secara panjang lebar dengan nada sedikit emosi, yang intinya kalau ia akan tetap memegang teguh kode etik pekerjaan terdahulunya sebagai orang pemerintahan & militer.

Elizondo berkata kalau ia terus akan memperjuangkan disclosure / pengungkapan topik UFO dari sisi pemerintah, karena menurutnya hanya dari cara (yang benar) itu saja disclosure bisa terjadi.

Cek di menit ke 39:01.

Mengenal Luis Elizondo

Luis Elizondo pernah bekerja di Angkatan Darat AS (US Army) selama 20 tahun sebagai US Army Counterintelligence Special Agent. Ia bertugas untuk berbagai operasi intelijen militer AS di Afganistan, Amerika Selatan dan Teluk Guantanamo (Kuba).

Kemudian pada tahun 2008 hingga 2017 Elizondo bekerja sebagai Direktur di Advanced Aerospace Threat Identification Program (AATIP) yang berada di bawah naungan Under Secretary of Defense for Intelligence / USD(I).

Setelah keluar dari AATIP, Elizondo bergabung di To The Stars Academy (TTSA) bentukan Tom Delonge, mantan vokalis/gitaris di band Blink-182.

TTSA lah yang pihak yang dianggap menyebar ke publik, tiga video UFO yang direkam oleh US Navy, sehingga video-video tersebut viral di seluruh dunia.

Lalu, TTSA pula yang membuat topik UFO kembali mendunia mulai tahun 2017 hingga sekarang, melalui dua (1 & 2) artikel oleh The New York Times, yang membahas tentang video UFO US Navy dan AATIP.

Terakhir topik UFO mendunia adalah pada akhir dekade 40-an hingga awal dekade 50-an, pasca kasus Roswell tahun 1947.

Sabtu, 05 Juni 2021

Pemerintah China Konfirmasi Juga Miliki Unit Khusus untuk Penanganan Kasus UFO

KabarUFO, Jakarta - Tak hanya pemerintah Amerika Serikat yang telah resmi mengumumkan eksistensi unit khusus untuk penanganan kasus UFO (UAP Task Force). Pemerintah China pun akhirnya mengakui juga miliki unit khusus serupa.

Dilansir dari South China Morning Post, militer China juga miliki unit khusus untuk menangani kasus UFO, dan mereka mulai menggunakan teknologi kepintaran buatan (artificial intelligence) untuk melacak UFO.

Istilah “unidentified aerial phenomena” versi angkatan darat China, People's Liberation Army (PLA), adalah "unidentified air conditions”.

Menurut peneliti dari Air Force Early Warning Academy, Chen Li, penampakan UFO di China meningkat drastis dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, baik yang disaksikan oleh saksi mata sipil maupun militer.

"Penampakan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini tentu merupakan tantangan untuk keamanan udara negara kami," ujar Chen, di laporan tahun 2019, untuk sebuah konferensi para ilmuwan senior di bidang teknologi informasi pada tahun 2019.

Tim gugus tugas penanganan kasus UFO di PLA bergantung pada teknologi kepintaran buatan untuk menganalisa datanya, menurut laporan Chen tesebut.

Menurut Chen, keuntungan dalam menggunakan teknologi kepintaran buatan adalah bisa menjelaskan apakah penampakan UFO tersebut dari negara lain, fenomena alam, penerbang amatir, atau "hal lainnya".

Chen menjelaskan kalau PLA memiliki beberapa sumber untuk pelaporan kasus UFO, yakni: stasiun radar militer, pilot angkatan udara, stasiun polisi, pos pengamatan cuaca, dan pusat observasi Chinese Academy of Sciences.

Dengan teknologi kepintaran buatan, pihak PLA akan menganalisa UFO tersebut, berdasarkan dari: durasi penampakan, desain aerodinamika, radio aktif, bahan material, dan lain-lain.

Verifikasi secara manual untuk kasus-kasus UFO memang membutuhkan waktu lama, tapi dengan teknologi kepintaran buatan (diharapkan) bisa dengan cepat mengidentifikasinya.

Senin, 31 Mei 2021

Bulan Juli Nanti Akan Digelar Aksi Demonstrasi di Gedung Putih Terkait Transparansi Kasus UFO

KabarUFO, Jakarta - Bulan Juli nanti akan digelar demonstrasi besar-besaran di depan Gedung Putih, terkait transparansi kasus UFO.

Tanggal 2 Juli nanti, rencananya akan digelar aksi demonstrasi di taman Ellipse Park, depan Gedung Putih, Washington DC, terkait transparansi kasus UFO.

Ajakan aksi demonstrasi tersebut diunggah di situs UFO Activists. Waktu demonstrasi digelar bertepatan dengan hari World UFO Day 2021.

Aksi demonstrasi tersebut akan digelar di taman Ellipse Park, depan Gedung Putih, pada Jumat 2 Juli 2021, pukul satu siang hingga empat sore waktu setempat.

"Apakah Anda ingin kerahasiaan UFO berakhir? Apakah Anda percaya UFO dipiloti oleh makhluk luar angkasa? Apakah Anda marah karena laporan tidak terklasifikasi yang diamanatkan tentang UFO akan menjadi tidak substansial? Bergabunglah dengan kami Aktivis UFO di Ellipse dekat Gedung Putih pada hari Jumat, 2 Juli pada Hari UFO Sedunia 2021 untuk memprotes kerahasiaan tentang kehidupan di luar Bumi," tulis situs tersebut.

"Kita, orang-orang, harus memberikan tekanan langsung pada Administrasi Biden untuk mengungkapkan kebenaran tentang kehidupan ET kepada rakyat Amerika. Pidato dimulai pukul satu siang dan akan berlanjut hingga pukul empat sore, setelah itu kami akan mulai berbaris, memetik, dan mengambil foto serta video di sekitar trotoar Ellipse Park," tambahnya.

"Ini akan menjadi demonstrasi amandemen pertama yang damai: jika Anda pembuat masalah, harap tetap di rumah dan jangan datang ke acara ini. Jangan ragu untuk membawa tanda, kamera, dan megafon Anda sendiri, dan mohon tidak ada kata-kata kotor. Tindakan pencegahan keamanan COVID-19: Anda harus memakai masker wajah. Jika Anda belum divaksinasi, Anda tidak diharuskan datang; kami meminta agar Anda aman. Dan ingat, Kebenaran ada di Luar Sana!" pungkas situs UFO Activists.

World UFO Day digelar tiap tahun pada tanggal 2 Juli, karena tanggal tersebut adalah waktu ketika UFO jatuh di Rosswell, New Meksiko, Amerika Serikat, pada tahun 1947.

Minggu, 30 Mei 2021

Para Sutradara "The X-Files", "Men In Black" & "Arrival" Angkat Bicara Tentang Topik UFO yang Kini Sedang Ramai

KabarUFO, Jakarta - "The X-Files", "Men In Black" & "Arrival" adalah serial televisi & film dengan tema alien yang paling berpengaruh dalam kurun waktu 28 tahun terakhir. Apa pendapat para sutradara dan produser dari film-film tersebut, ketika UFO kembali jadi headline berita di mana-mana sejak empat tahun terakhir ini?

Dilansir dari NBC News, Chris Carter, penulis cerita dan produser serial televisi "The X-Files", menyatakan kegembiraannya akan topik UFO yang kini jadi headline di mana-mana.

"(topik UFO) Ini adalah sesuatu yang saya sangat tertarik sejak lama, jadi sangatlah menyenangkan ketika akhirnya masuk ke tajuk utama (headline) berita-berita," ujar Carter.

Barry Sonnenfeld, sutradara dari trilogi film "Men In Black", mengatakan kalau ia merasa takut akan hal ini.

"Menakutkan. Jika ada alien di luar sana, saya tidak bisa bayangkan kalau mereka itu baik, dan saya tidak berpikir kalau kita (manusia) layak untuk diperlakukan baik. Terimalah kenyataan kalau manusia adalah virus di planet ini," ujar Sonnenfeld.

Aaron Ryder, produser film "Arrival" (2016) & "Donnie Darko" (2001), mengatakan ketika ia syuting film Arrival pada tahun 2015, ia yakin kalau suatu hari nanti bakal ada bukti yang tak bisa disangkal akan keberadaan UFO dan alien.

"Saya kaget, mengapa membutuhkan waktu selama ini agar informasi tersebut bisa keluar. Saya heran, mengapa kita tidak meminta pengungkapan (disclosure) ini lebih dini. Mengapa buktinya harus dirahasiakan? Sekarang sudah saatnya,"

70 tahun sejak peristiwa Roswell 1947, akhirnya pada tahun 2017 topik UFO mulai kembali ramai, berkat video-video UFO yang dirilis ke publik, pihak Pentagon yang mengakui video-video tersebut otentik, serta media-media mainstream di seluruh dunia yang mulai mengangkat topik ini.

Rencananya bulan Juni 2021 nanti, pemerintah Amerika Serikat akan merilis informasi terbaru ke publik tentang fenomena UFO ini. Mari kita bersiap.