Ada UFO di foto Google Maps untuk objek wisata Danau Kelapa Gading,
yang berlokasi di jl. Jend. Ahmad Yani, kelurahan Kisaran Naga, kecamatan Kota Kisaran Timur, kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Penampakan UFO di atas Jalan Magelang - Yogyakarta, 5 Februari 2024, pukul 17:30 WIB.
Terpotret tak sengaja ketika sedang ingin memotret langit mendung.
Dipotret oleh Mauritius Bima via ponsel Samsung Galaxy A52.
Foto aslinya memang diambil dengan menggunakan filter black & white.
Penampakan UFO di atas Kota Langsa, Aceh, pada Sabtu 9 Desember 2023, pukul 20:48 WIB. Direkam oleh Ulphi.
"Cahaya objek berwarna ungu dan putih. Durasi penampakan selama dua menitan. Anak saya yang pertama kali notice ada benda aneh di udara. Setelah saya rekam, saya masuk sebentar ke Alfamart. Setelah keluar, saya melihat objek tersebut menukik dan menghilang," - Ulphi
gambar: ilustrasi karya saksi mata, berdasarkan ingatannya
Kasus penampakan UFO di atas Taman Fathan, Hambalang, Citeureup, Bogor, pada tahun 2020, pukul 11/12 malam.
UFO berbentuk piring terbang berwarna perak, bersembunyi di balik awan, dan awannya mengikuti terbangnya UFO tersebut.
UFO tersebut seperti sedang berputar. Bunyi mesinnya seperti pesawat jet.
Saksi mata ada tiga orang. Semuanya takut merekam objek tersebut. "Takut benda itu menembak".
Jarak objek dengan para saksi sekira 80 meter. Cukup dekat.
Di bawah ini adalah keterangan dari salah seorang saksi mata, yang bernama Agung Muthaqin:
"Gw pernah liat benda terbang aneh 2020 di Hambalang, bentuknya kaya mesin gitu, muter melingkar ketutup awan gitu, jadi awannya itu ngikutin si mesin itu bergerak, kurang lebih dua menit gw liatin, abis itu dia terbang ke atas, ga ada lampu di benda itu, cuman keliatan mesin muter.
"Saya waktu itu udah ngeluarin hape, ada warga sana bilang jangan direkam 'takut benda itu nembak' katanya, karna ada warga lain, tiga orang yg melihat itu juga,"
"Iya, saya juga takut pas mau ngeluarin hape, karna emang deket bgt terbangnya keliatan pinggiran mesinnya doang gitu, sebelum pergi ke atas kedengeran suara mesin gitu, kaya' suara pesawat jet,"
"Kalo diilustrasikan seperti ini, si benda terbangnya itu bergerak muter dan ga ada lampu gitu,"
"Iya piring terbang, tapi miring gitu terbangnya,"
"Ada suaranya pas mau terbang tinggi gitu, kaya suara mesin lagi ngisi tenaga gitu, sebelum terbang tinggi,"
"Jarak kurang lebih 80 meteran lah, ga tau juga si jaraknya, cuman kalo diliat jarak pandangnya, lumayan deket objeknya,"
"Warna (objek) silver putih gitu,"
"Mungkin setengah lapangan bulu tangkis yg saya liat dari ukuran manusia mah,"
"Tanggal bulan saya lupa, itu tahun 2020 berlokasi di Taman Fathan Hambalang jam 11-12 malam,"
Surat dari Roesmin Nurjadin (Panglima TNI AU / Kepala Staf TNI AU)
untuk Yusuke Matsumura (pendiri organisasi ufologi Jepang, Cosmic Brotherhood Association / CBA).
Membahas tentang fenomena UFO di Indonesia. 5 Mei 1967.
KabarUFO, Jakarta - Seorang veteran marinir AS mengatakan ia beserta lima orang timnya melihat piring terbang berukuran raksasa yang sedang diisi dengan senjata-senjata, ketika ia beserta unitnya sedang bertugas di Padang, Sumatra Barat, pada tahun 2009.
Dilansir dari Daily Mail, Michael Herrera, seorang veteran marinir AS, mengklaim bahwa ia beserta lima orang timnya melihat piring terbang berukuran raksasa yang sedang diisi dengan senjata-senjata, ketika ia beserta unitnya sedang bertugas di Padang, Sumatra Barat, pada tahun 2009, dan ditodong senjata oleh sekelompok pasukan tentara tanpa pengenal di lokasi kejadian.
Michael Herrera di wawancara eksklusifnya dengan Daily Mail ini menyediakan bukti catatan empat tahun dinasnya bersama US Navy, beserta pesan teks dari rekan timnya yang juga jadi saksi mata; menolak untuk bicara (ke pihak Daily Mail), dan berkata: "Tidak sepadan dengan hidup saya, atau membahayakan keluarga saya,"
catatan empat tahun dinas Michael Herrera di US Marine Corps, US Navy (foto: Daily Mail)
Herrera (sekarang berusia 33 tahun) yang berasal dari Denver, Colorado, masuk US Navy ketika lulus dari SMU. Sebelumnya Michael Herrera pernah dinas selama dua tahun di Filipina, sebagai anggota dari 31st Marine Expeditionary Unit, yang bertugas untuk mendisitribusikan bantuan ke lokasi bencana angin topan.
Ketika bencana gempa bumi 7,6 Skala Richter melanda Sumatera Barat pada 30 September 2009, Michael Herrera bersama 2nd Battalion, 5th Marines, Echo Co. 2nd Platoon, ditugaskan memandu helikopter untuk menerjunkan bantuan di sekitar kota Padang.
"Pada 8 Oktober 2009, saya bersama lima orang anggota marinir lainnya diterjunkan di wilayah timur laut kota Padang dengan menggunakan helikopter CH-53, dan mendaki bukit setinggi 274 meter untuk mencari lokasi penerjunan bala bantuan selanjutnya," ujar Herrera.
Barulah saat itu ia melihat objek misterius di tengah hutan, di sisi lain bukit yang ia daki.
"Saya bisa melihat objek tersebut bergerak dan berputar. Warna objeknya berubah-ubah, dari abu-abu muda ke hitam pekat," terang Herrera.
Kemudian Herrera berkata, anehnya saat itu mereka tidak diberikan radio komunikasi oleh atasan mereka. Jadi akhirnya mereka menuruni bukit tersebut dalam formasi, untuk menyelidiki, sementara Herrera mengambil foto dan video objek misterius tersebut, dengan menggunakan kamera digital Panasonic miliknya.
"Objek tersebut berukuran sangat masif; seukuran lapangan sepakbola," ungkap Herrera.
"Pesawat tersebut berputar arah jarum jam sambil terus berganti warna. Pesawat tersebut juga memiliki suara yang berdengung, seperti suara ampli gitar. Pesawat tersebut berbentuk segi delapan (oktagonal) dengan bagian atasnya yang menyerupai piramida, dan berwarna hitam.
Herrera klaim bahwa ia dan lima orang anggota unitnya berhasil mendekati pesawat tersebut hingga berjarak 45 meter.
Kemudian mereka disergap oleh delapan orang tentara tanpa pengenal; memakai seragam serba hitam, rompi anti peluru, membawa senapan M4 dengan perangkat night-vision canggih.
"Mereka menodongkan senjatanya ke kami sambil berteriak, siapa kalian?! Apa yang kalian lakukan di sini?! Dua dari mereka berteriak dalam bahasa Inggris aksen Amerika Serikat," terang Herrera.
"Mereka kemudian berkata bahwa kami tidak sepatutnya di sana, dan mereka bisa saja membunuh kami," tambah Michael Herrera.
Kemudian para tentara misterius tersebut melucuti senjata milik para marinir dan memindai kartu pengenal mereka.
Herrera berkata bahwa ia melihat tentara-tentara misterius tersebut sedang membawa kotak senjata ukuran besar ke bawah pesawat UFO tersebut, dengan menggunakan mobil pickup Ford F350 yang sudah dimodifikasi.
"Ketika dua mobil pickup terakhir sudah menaruh barang dan pergi, permukaan landasan tempat UFO itu mengambang naik sekira tiga meter, kemudian pesawat UFO tersebut turun, dan kemudian menyatu," terang Herrera.
ilustrasi kejadian (sketsa: Disclosure Project)
"Di bagian sudut pesawat tersebut, ada sejumlah lampu yang warnanya berubah-ubah antara biru-merah-kuning-hijau," tambahnya.
"Kemudian pesawat tersebut kembali mengambang ke atas, melewati pepohonan, kemudian terbang melewati sisi kiri kami menuju arah laut dengan kecepatan berkisar 6437 kilometer per jam," lanjut Herrera.
"Kami tidak percaya ini terjadi. Pesawat tersebut terbang tidak mengeluarkan suara dentuman sonik (sonic boom). Bahkan gerakan pesawat tersebut tidak menggoyangkan pohon-pohon di sekitarnya. Kami bisa bisa melihat pohon-pohon kelapa tidak bergerak karenanya," ungkap Michael Herrera.
Herrera kemudian berkata, delapan tentara misterius tersebut kemudian mengembalikan senjata kosong mereka, dan memandu mereka kembali ke bukit, sambil berkata: "Mereka bisa saja membunuh kami,"
"Begitu kami sampai di bukit, mereka berkata kepada kami untuk menjauh dan jangan menengok ke belakang," ujar Michael Herrera.
Keenam marinir itu berlari kembali ke lokasi pengiriman bantuan dan dimarahi oleh sersan mereka, karena kembali lebih awal. Namun Herrera bersama rekan-rekannya tetap bungkam atas kejadian tersebut.
"Saya sangat ketakutan. Saya berpikir kalau saya bisa saja dibunuh, bagaimana saya bisa menjelaskan ini?" ungkap Herrera.
Ketika mereka kembali ke kapal USS Denver, unit dari Herrera ditanyai oleh seorang laksamana yang tidak mereka kenal. Herrera berkata sangat aneh ada perwira tinggi di sana, dan tidak ada dari tim Herrera yang menyebut tentang piring terbang dan tentara misterius.
Beberapa hari kemudian kapal USS Denver yang Herrera tumpangi berlabuh di Teluk Subic, Filipina. Selepas minum-minum bersama dengan koleganya, Herrera menemukan bahwa kartu memori dan baterai dari kamera digitalnya hilang dari loker miliknya. Ponsel-ponsel milik kelima rekannya juga hilang secara misterius.
Pada awal Desember 2009 Herrera kembali ke Camp Hansen di Okinawa, Jepang. Di sana ia disuruh untuk melapor ke kantor. Di sana Herrera bertemu dengan seorang letkol US Air Force tanpa pengenal nama.
"Orang itu kemudian teriak ke saya: kamu tidak boleh bicara mengenai apa yang terjadi, tidak ke atasan kamu, atau pun seorang jenderal. Kamu akan masuk penjara, atau kamu akan mati," jelas Herrera.
"Ia menyuruh saya untuk bungkam dan menyodorkan selembar kertas NDA / Non-Disclosure Agreements (perjanjian kerahasiaan). Satu hal yang saya ingat, kertas tersebut bertuliskan TS/SCI (Top Secret/Sensitive Compartmented Information), dan ada tulisan Indonesia di dalamnya," ingat Herrera.
Herrera ingat, setelah ia menandatangani kertas tersebut, ia langsung disuruh keluar ruangan.
"Saya kemudian lari ke barak dan tidak pernah lagi bicara tentang hal tersebut. Ini adalah sesuatu yang saya rahasiakan selama 14 tahun. Namun selalu saya pikirkan setiap harinya," ungkap Herrera.
Herrera keluar dari US Navy pada Oktober 2011. Sertifikat pensiunnya menunjukan durasi empat tahun dinas dan sejumlah medali untuk: 'national defense service', 'global war on terrorism service', 'humanitarian service', 'sea service deployment', dan 'sharpshooter rifle badge'.
Kini Herrera jadi pengusaha dan menjalankan perusahaan keamanan swasta yang bernama Valkyrie Eye.
Herrera berkata bahwa pada tahun 2017 ia bertemu aktivis ufologi, Dr. Steven Greer, di sebuah konferensi, dan Greer membujuknya agar bicara ke kongres dan AARO.
Selain itu, Herrera juga berencana untuk menceritakan kisahnya di konferensi pers yang akan diselenggarakan oleh Dr. Steven Greer pada hari Senin besok (12/6) di gedung National Press Club, Washington DC, bersama dengan empat orang saksi kasus UFO lainnya.
Herrera berkata kalau kelima rekan unitnya terlalu takut untuk maju bersaksi.
Di sebuah pesan chat yang dikirim oleh salah satu teman Herrera pada 3 Mei 2023 bertuliskan: "Ini permintaan yang terlalu banyak dan tidak sepadan dengan resikonya,"
"Ini tidak sepadan dengan hidup saya, dan membahayakan keluarga saya. Ini permintaan yang terlalu banyak. Kamu harus keluar dari ini dan jangan libatkan saya dengan kekacauan ini. Jangan pernah meminta saya untuk melakukan hal ini lagi," tulis temannya Herrera dalam sebuah pesan chat.
Tonton video rekaman kesaksian Kopral Muda, Michael D. Herrera, di acara konferensi pers, yang diselenggarakan di National Press Club, Washington DC, pada Senin (12 / 6 / 2023), di bawah ini.
Penampakan UFO di atas wilayah desa Cirahayu, kecamatan Luragung, kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. 7 Desember 2022. Pukul 19:20 WIB. Direkam oleh Dede.
"Setelah beberapa lama bercahaya terang, cahaya objek mengecil dan menghilang perlahan,"
Jangan lupa untuk subscribe akun YouTube dari KabarUFO.
KabarUFO, Jakarta - Jenderal TNI (Purnawirawan) Abdullah Mahmud Hendropriyono mengkonfirmasi kalau UFO pernah mendarat di Senayan pada tahun 1959. Seperti apa?
Jenderal TNI A.M. Hendropriyono di acara peluncuran buku Catatan Merah dari Putera Bung Karno (2021) karya Guntur Soekarnoputra, yang digelar secara online via Zoom pada 10 April 2021, mengatakan kalau UFO pernah mendarat di Senayan pada tahun 1959.
Hendropriyono mengatakan hal tersebut dengan maksud untuk menambahkan cerita dari Guntur Soekarnoputra di salah satu bab di buku Catatan Merah dari Putera Bung Karno, yang mana Guntur pernah mengalami Close Encounters of the Second Kind (melihat penampakan UFO dari dekat, serta mendapatkan efek fisik dan psikologis kepada para saksi mata) di Jakarta pada dekade 80-an.
"UFO pernah mendarat di lokasi tempat pembangunan Stadion Senayan pada tahun 1959. Saat itu kawasan Senayan baru hanya lapangan tanah merah saja," terang Hendropriyono yang juga mantan Kepala di Badan Intelijen Negara (BIN) periode tahun 2001 - 2004.
Konstruksi pembangunan Stadion Utama Senayan (sekarang bernama Stadion Utama Gelora Bung Karno) dimulai pada 8 Februari 1960 dan selesai pada 21 Juli 1962.
Guntur Soekarnoputra atau yang biasa dipanggil Mas Tok adalah anak pertama dari Presiden Soekarno dan ibu negara Fatmawati.
Catatan Merah dari Putera Bung Karno (2021) adalah buku keempat karya Guntur. Ide pembuatan buku ini dimulai sejak tahun 1995.
Buku ini membahas beberapa peristiwa nasional, mulai dari tahun 1962 hingga sekarang.
"Buku ini juga merupakan kumpulan tulisan saya yang sudah pernah dimuat di berbagai media, mulai dari Kompas, Media Indonesia, Suara Pembaruan, hingga ke BeritaSatu," terang Mas Tok.
Tonton videonya di bawah ini. Simak mulai menit ke 25:37 sampai 33:08.
Pada Agustus 2020 Guntur Soekarnoputra mengirim tulisan ke Media Indonesia tentang pengalamannya melihat UFO di Jakarta pada tanggal 23 Mei 1981. Berikut adalah kutipan tulisannya:
Saya pribadi pernah menjadi saksi UFO mendarat di DKI Jakarta tepatnya di Jl. Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di sebelah rumah almarhumah Ibu Fatmawati Soekarno yang saat itu dihuni oleh adik saya, Guruh Sukarno Putra, dan menjadi markas dari kelompok muda-mudi Swara Maharddhika yang terkenal.
Saat itu, Guruh sebagai Ketua Umum Swara Maharddhika sedang melatih anggota-anggota Swara Maharddhika agar mereka menguasai tarian rakyat Sulawesi Selatan, yaitu tari Pakarena. Tari ini diiringi oleh tiga orang penabuh kendang yang menabuh kendangnya secara bertalu-talu.
Rupanya suara kendang yang bertalu-talu sampai berhari-hari itu frekuensinya tepat sama dengan frekuensi yang dimiliki oleh UFO tadi. Secara populer UFO dapat kita sebutkan sebagai piring terbang. Akibat adanya kesamaan frekuensi, piring terbang tadi mendarat di kawasan datangnya sumber frekuensi yakni rumah kosong di sebelah rumah yang ditempati Guruh. Hal tersebut diketahui ketika setelah latihan usai di sore hari mendekati Maghrib.
Seorang pembantu bernama Samadi tengah membersihkan ruangan latihan. Saat itu ia memperhatikan di tembok pagar belakang rumah secara remang-remang melihat bayangan seseorang sedang bertengger di atas tembok. Ia mengira orang tersebut adalah pencuri yang hendak meloncat pagar untuk masuk ke rumah. Akan tetapi, anehnya Samadi tidak dapat berbuat apa-apa. Dia hanya terdiam melongo tak bergerak sedikit pun.
Anggota Swara Maharddhika yang belum pulang dan sedang minum es, tiba –tiba berteriak karena mereka melihat sebuah piring terbang melayang ke udara dari halaman belakang rumah tempat mereka latihan tadi. Mereka berteriak histeris, “Piring terbang, piring terbang!" Dan langsung tancap gas motor mereka untuk mengikuti ke mana arah piring terbang tadi melayang.
Rupanya piring terbang tersebut terbang melayang ke arah Stadion utama Gelora Bung Karno. Sekitar empat orang anggota Swara Maharddhika yang naik motor mengejar piring terbang tadi ke arah GBK melihat benda tersebut melakukan hovering (melayang-layang) tepat di atas kubah stadion utama untuk beberapa saat. Karena pagar stadion utama dalam keadaan terkunci, mereka cuma bisa mengawasi piring terbang tadi dari pagar stadion.
Sayang di kala itu belum ada handphone untuk bisa memotret. Tak berapa lama setelah melayang-layang, tiba-tiba dengan kecepatan kilat piring terbang tadi melesat ke angkasa dan hilang dari pandangan.
Esok paginya, Guruh segera menghubungi Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) serta melaporkan kejadian tersebut. Hari itu juga tim dari Lapan yang dipimpin Marsekal Muda RJ Salatun datang dan memeriksa seluruh lokasi kejadian, termasuk memeriksa Samadi.
Saat pemeriksaan sebagai penasihat Swara Maharddhika, saya hadir untuk melihat-lihat kondisi di lokasi kejadian. Oleh RJ Salatun, saya dilarang mendekati lokasi pagar karena lokasi tersebut masih penuh dengan radiasi elektro magnetik yang membuat pohon-pohon pisang tetangga belakang hangus terbakar.
Peristiwa piring terbang yang disaksi-kan oleh lebih dari tiga orang itu, menurut RJ Salatun, dapat dikategorikan sebagai peristiwa akurat, benar-benar terjadi dan harus didokumentasikan. Apalagi diperkuat dengan adanya kasus Samadi yang tampak linglung. Rupanya dia terkena extra terestrial syndrome. Hal ini biasa dialami oleh orang-orang yang kepergok bertemu dengan alien.
Video penampakan dua buah UFO di atas wilayah Cempaka Putih, Jakarta-Pusat, Indonesia. 17 September 2021. Pukul 18 : 16 WIB. Direkam oleh Taru Aji.
"Lokasi sinar diperkirakan di atas langit antara Pulomas, Pulogadung dan Kelapa Gading. Awal mula ketika saya sedang istirahat di balkon lantai dua setelah Maghrib, saya melihat cahaya yang aneh, dan bukan terlihat seperti bintang, yang satu berwarna terang kelap-kelip, yang satu lagi warna merah kelap-kelip. Ketika saya mulai merekam, sinar yang berwarna terang mulai bergerak perlahan dan menjauh, sedangkan yang berwarna merah meredup perlahan," - Taru Aji
KabarUFO, Jakarta - Seseorang bernama Gabriel Nugroho Jati mengirimkan ke KabarUFO rekaman video penampakan UFO yang ia lihat. Seperti apa?
Gabriel Nugroho Jati mengirimkan video penampakan UFO di atas Jalan Bugisan, Gang Lokananta, Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta, Indonesia, pada hari Sabtu tanggal 12 September 2020, pukul 18:39 WIB.
"UFO tersebut bergerak dari arah selatan ke utara. Bentuk objeknya seperti lampu tapi tidak kedap-kedip. Seperti bintang," terang Gabriel kepada KabarUFO.
Newsletter KabarUFO vol. 1 (akhir Juni 2020). Berisikan konten eksklusif yang tidak ada di blog & medsos kami. Cetak berwarna. Rp30.000. Bonus 1" button & sticker vinyl.
Kasus penampakan UFO di Semarang, Jawa-Tengah, pada siang hari, 3 Februari 1953. Diambil dari dokumen nomor 105758 milik pihak Air Technical Intelligence Center (ATIC), US Air Force.
Kasus ini masuk ke studi Project Blue Book [1947 - 1969]. Unduh foto-foto dokumennya di bawah ini.
Beberapa teori di dunia ufologi menyatakan kalau UFO bentuk silinder atau cigar shaped UFO adalah pesawat induk milik alien. Dan UFO silinder adalah salah satu bentuk yang paling umum orang-orang lihat di seluruh dunia. Pada Kamis tanggal 6 Juni 2019 UFO bentuk silinder terlihat di wilayah Jawa-Tengah.
Pada hari Kamis pagi sekira pukul 09:00 WIB di atas wilayah kecamatan Jumo, kabupaten Temanggung, provinsi Jawa-Tengah, 6 Juni 2019, terlihat penampakan UFO bentuk silinder / cigar.
Tidak hanya itu. Selain UFO bentuk cigar / silinder, terlihat juga dua buah UFO bentuk orb yang menyertainya.
"Penampakan UFO pertama berwujud dua titik / bola sebanyak dua buah. UFO kedua bentuk garis / silinder; di kedua ujungnya mengkilap berwarna putih," terang saksi mata yang bernama Octa Agung Nugroho.
"Kedua objek tersebut melayang tinggi sekali. Bergerak dari arah Barat ke Timur," tambah Agung.
Berdasarkan keterangan dari akun medsosnya Octa Agung Nugroho, ia adalah warga Jakarta, bekerja di Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mungkin Agung sedang mudik Lebaran, karena saat momen tersebut direkam (6/6) masih Lebaran hari kedua.
Cek beberapa foto (UFO cigar dan UFO orb) nya di atas, dan tonton videonya di bawah ini.
Penampakan Fast-Mover UFO di atas bukit Sanghyang Dora, Leuwimunding,
Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. 30 Maret 2019. Pukul 05:30 WIB.
Direkam dalam mode slow-motion video oleh Ghivar Yaumil Achir.
Penampakan terjadi saat Ghivar sedang mengabadikan momen Matahari
terbit (sunrise) ketika sedang kemping bersama dengan teman-temannya.
Cek pada detik ke 00:04 dari arah sebelah kanan video.
KabarUFO resmi hadir di YouTube! Ya, KabarUFO baru saja membuat channel YouTube sendiri. Nantinya saluran tersebut akan fokus mengunggah video-video penampakan UFO di Indonesia dari tahun ke tahun, serta berbagai aktivitas KabarUFO lainnya.
Silahkan subscribe / berlangganan channel YouTube KabarUFO melalui tautan berikut ini.