Tampilkan postingan dengan label kasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kasus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Januari 2024

Kasus Penampakan UFO Bentuk Segitiga (TR-3B Astra?) yang Terbang Bermanuver Zig-zag di Kenjeran, Bulak, Surabaya, pada November 2023

gambar: ilustrasi karya saksi mata, berdasarkan ingatannya

Kasus penampakan UFO bentuk segitiga warna hitam (TR-3B Astra?) yang terbang bermanuver zig-zag di Kenjeran, Bulak, Surabaya, pada November 2023, pukul 9/10 malam.


Berikut adalah keterangan dari saksi mata bernama Fei:

"Bulan November (2023) lalu waktu pulang dr Gereja, mungkin sy lihat UFO sekitar jam 9-10 malem. Kan sy dijemput sm papa sy naik motor, ini kita pulangnya lewat di daerah Kenjeran, Surabaya, yg jalannya luas & sepi banget,"
 
"Saya kan suka lihatin langit malam, waktu itu sy lg lihat ke atas, langitnya lg cerah banget dan ada bintang2, trs sy lihat ada kyk benda warna hitam terbang2 gitu, saya kira kan cuma kresek hitam terbang kena angin gt min,"
 
"Tp sy perhatikan terus kok gerakannya lama2 aneh, juga sm mulai kelihatan bentuknya,"

"Bentuknya segitiga, dan gerakannya zig-zag gitu min, tapi ini ufo kgk ada lampunya, agak burem2 juga lihatnya, soale warna ufo sm langitnya hampir sama,"

"Saya masih pengen merhatikan terus, tp papa saya nyetirnya cepet banget jd ufo-nya ketinggalan di belakang,"

"Mau kurekam juga mana kelihatan min, warnanya gelap sama kyk langitnya, trus gk ada lampu juga,"

Rabu, 17 Januari 2024

Kasus Penampakan UFO di atas Taman Fathan, Hambalang, Citeureup, Bogor, pada Tahun 2020

gambar: ilustrasi karya saksi mata, berdasarkan ingatannya

Kasus penampakan UFO di atas Taman Fathan, Hambalang, Citeureup, Bogor, pada tahun 2020, pukul 11/12 malam.

UFO berbentuk piring terbang berwarna perak, bersembunyi di balik awan, dan awannya mengikuti terbangnya UFO tersebut.

UFO tersebut seperti sedang berputar. Bunyi mesinnya seperti pesawat jet.

Saksi mata ada tiga orang. Semuanya takut merekam objek tersebut. "Takut benda itu menembak".

Jarak objek dengan para saksi sekira 80 meter. Cukup dekat.

Di bawah ini adalah keterangan dari salah seorang saksi mata, yang bernama Agung Muthaqin:

"Gw pernah liat benda terbang aneh 2020 di Hambalang, bentuknya kaya mesin gitu, muter melingkar ketutup awan gitu, jadi awannya itu ngikutin si mesin itu bergerak, kurang lebih dua menit gw liatin, abis itu dia terbang ke atas, ga ada lampu di benda itu, cuman keliatan mesin muter.

"Saya waktu itu udah ngeluarin hape, ada warga sana bilang jangan direkam 'takut benda itu nembak' katanya, karna ada warga lain, tiga orang yg melihat itu juga,"

"Iya, saya juga takut pas mau ngeluarin hape, karna emang deket bgt terbangnya keliatan pinggiran mesinnya doang gitu, sebelum pergi ke atas kedengeran suara mesin gitu, kaya' suara pesawat jet,"

"Kalo diilustrasikan seperti ini, si benda terbangnya itu bergerak muter dan ga ada lampu gitu,"

"Iya piring terbang, tapi miring gitu terbangnya,"

"Ada suaranya pas mau terbang tinggi gitu, kaya suara mesin lagi ngisi tenaga gitu, sebelum terbang tinggi,"

"Jarak kurang lebih 80 meteran lah, ga tau juga si jaraknya, cuman kalo diliat jarak pandangnya, lumayan deket objeknya,"

"Warna (objek) silver putih gitu,"

"Mungkin setengah lapangan bulu tangkis yg saya liat dari ukuran manusia mah,"

"Tanggal bulan saya lupa, itu tahun 2020 berlokasi di Taman Fathan Hambalang jam 11-12 malam,"

Kamis, 10 Agustus 2023

Kasus Penampakan V-Shaped UFO Ukuran Besar di Kota Palu, Pasca Bencana Gempa Dashyat Tahun 2018

gambar: ilustrasi

KabarUFO, Jakarta - Kasus penampakan V-Shaped UFO (UFO bentuk huruf V) cukup jarang di Indonesia. Ternyata pernah terlihat pada tahun 2018 di atas kota Palu, Sulawesi Tengah. Seperti apa?

Pada 9 Agustus 2023, Rendra (nama samaran), menceritakan pengalamannya kepada KabarUFO, tentang UFO bentuk V yang ia lihat pasca bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada tahun 2018.

Penampakan V-shaped UFO tersebut terjadi pada tanggal 28 September 2018 pukul 20:00 WITA, di atas kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Saya lihatnya pas gempa di Palu tahun 2018. Kota lagi gelap gulita karena gempa, memandang langit, tiba-tiba kelihatan terbang di balik awan. Bentuknya persis kayak gitu (huruf V), dengan lampu-lampu kayak gitu (lampu-lampu berjejer di bagian bawahnya)," terang Rendra.

Kemudian Rendra coba merunut kronologi kejadiannya dari awal:

"Jadi kan Gempa Palu itu tanggal 28 September 2018, pas adzan Maghrib. Nah jadi sekira jam 8 malam, kami sekeluarga mengungsi ke rumah saudara yang halamannya luas,"

"Kami tidur di halaman rumah, beralaskan terpal, tanpa atap. Kondisi kota mati lampu gara-gara gempa, jadi cukup memungkinkan lihat sesuatu di langit,"

"Jaringan hape (telekomunikasi seluler) mati. Akses internet juga mati, kecuali provider XL,"

"Pas kejadian itu, saya sama adik saya lagi tiduran memandangi langit, sambil membayangkan situasi di luar sana, yang sudah porak-poranda karena gempa,"

"Tiba-tiba UFO itu lewat samar-samar di balik awan. Hingga kemudian menghilang secara perlahan, tanpa suara sedikitpun,"

"Lihat nggak?" tanya saya ke adik saya.

"Iya lihat, bentuk segitiga kan?" jawab adik saya.

"Iya. Apa itu?" tanya saya lagi.

Kira-kira seperti itu percakapan saya dengan adik saya.

Rendra menjelaskan kalau kalau posisi UFO-nya berada di balik awan dan tanpa suara "Bisa saya bilang itu ukurannya sangat besar sih, kalau dibandingkan dengan pesawat,"

Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018 adalah peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 SR diikuti dengan tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi, bagian utara pada tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA.

Pusat gempa berada di 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut kota Paludengan kedalaman 10 km.

Guncangan gempa bumi dirasakan di kabupaten Donggala, kota Palu, kabupaten Parigi Moutong, kabupaten Sigi, kabupaten Poso, kabupaten Tolitoli, kabupaten Pasangkayu, bahkan hingga kota Gorontalo, kota Samarinda, kota Balikpapan, dan kota Makassar. Gempa tersebut memicu tsunami hingga ketinggian lima meter di kota Palu.

Minggu, 04 Oktober 2020

Video Penuh dari Kasus "UFO Nellis 1994" Akhirnya Diunggah ke Internet

KabarUFO, Jakarta - 'UFO Nellis 1994' adalah salah satu kasus penampakan UFO paling populer, yang terekam oleh kamera. Setelah 25 tahun sejak pertama kali video tersebut beredar, akhirnya September 2020 ini ada yang mengunggah video penuhnya ke internet.

Pada bulan Februari 1995, sebuah acara televisi di Amerika Serikat bernama Hard Copy menyiarkan sebuah video penampakan UFO yang terbang di atas sebuah pangkalan militer Amerika Serikat.

Kemudian video lanjutannya juga ditayangkan pada bulan Desember 1995 oleh program acara televisi yang bernama Sightings.

Penampakan tersebut direkam oleh kamera pengintai milik US Air Force dari sebuah lokasi rahasia, yang terletak di antara Nellis Air Force Base Complex dan Nevada Test and Training Range.

Dikatakan kalau video tersebut diselundupkan ke luar oleh seorang personil kontraktor yang bekerja di stasiun pelacakan, di Nevada Test and Training Range.

Salinan video dari penampakan UFO tersebut dijual ke pihak Paramount Domestic Television (rumah produksi dari acara televisi Hard Copy dan Sightings), oleh seorang bekas pegawai US Air Force yang bekerja di Nevada Test and Training Range.

Insiden UFO ini terjadi pada tahun 1994, dan direkam oleh dua kamera pelacak radar di Nevada Test and Training Range.

Ada dua penampakan UFO yang terjadi di kasus ini; yang pertama terekam oleh stasiun pemantau Station S30 di wilayah pegunungan Black Mountain, Clark County, Nevada. Penampakan kedua terjadi 43 menit berikutnya dan terekam oleh stasiun pemantau Station S13, dari lokasi yang dirahasiakan.

Videonya sendiri direkam langsung oleh petugas ke dua layar monitor CCTV, sementara semua audio direkam dengan menggunakan mikropon.

Pada September 2020 saluran UAP Research di YouTube mengunggah video penuh dari kasus UFO Nellis 1994. Video ini berdurasi 12 menit, 29 detik.

Video-video dari kasus ini yang sebelumnya sudah beredar di internet durasinya rata-rata pendek semua. Baru kali ini ada yang mengunggah videonya dengan durasi panjang.

Tonton videonya di bawah ini.


Senin, 20 Juli 2020

Dokumen CIA Ungkap Kasus Jatuhnya UFO di Pegunungan Himalaya


KabarUFO, Jakarta - Dokumen CIA mengungkap kalau UFO pernah jatuh di pegunungan Himalaya. Seperti apa?

Dokumen-dokumen milik pihak Defense Intelligence Agency (DIA) dan Central Intelligence Agency (CIA) mengungkap kalau UFO pernah jatuh di pegunungan Himalaya pada tahun 1968.

Sebuah dokumen lawas milik CIA, yang kini bisa diakses online, mengungkap kalau pada bulan Februari sampai Maret 1968 di wilayah Pokhara (Nepal), Ladakh (India), Sikkim (India), dan negara Bhutan, terlihat serangkaian penampakan UFO, dan terjadi sebuah kasus jatuhnya objek misterius bentuk oval.

Kronologi kejadiannya adalah seperti berikut ini:

- 4 Maret 1968 terlihat penampakan UFO bentuk cahaya putih. Terdengar pula dua kali suara ledakan. Kemudian disusul oleh objek warna merah yang berasap. Kejadian ini terlihat di wilayah: Chang La (Himalaya), Fukche (Ladakh) dan Koyul (Ladakh).

- 19 Februari 1968 sebuah objek warna merah tipis-panjang dan bergerak cepat terlihat di wilayah: Walungchung Gola (Himalaya) dan Ghunsa (Nepal). Suara ledakan keras juga terdengar sehabis penampakan terjadi.

- Di tanggal yang sama, yakni 19 Februari 1968, di wilayah: Lachung (Sikkim), Lachen (Sikkim), Thangu (Nepal) dan Chholhamu (Sikkim), juga terlihat penampakan yang sama.

- 21 Februari 1968 puku 09:30 malam di wilayah Thimpu (Bhutan) terlihat objek misterius warna biru yang terbang dengan kecepatan tinggi tanpa mengeluarkan suara. Cahayanya cukup terang untuk menerangi wilayah sekitarnya.

- 4 Maret 1968 pukul 01:00 siang di wilayah Ane La (Ladakh) terlihat penampakan sebuah objek misterius yang terbang memutar, meninggalkan jejak asap di belakangnya.

- 25 Maret 1968 pukul 09:50 malam di wilayah Fukche (Ladakh), Koyul (Ladakh) dan Demchok (India), sebuah objek misterius yang berbentuk seperti roket terbang meninggalkan jejak asap berwarna putih-kuning.

- 29 Februari 1968 di wilayah distrik Kaski (Nepal), Pokhara (Nepal), Talakot (Odisha), Turepasal (Nepal) dan Tanahun (Nepal), terlihat objek misterius menyala, berkilap dan diikuti oleh suara gemuruh yang keras.

- Di tanggal yang sama, 29 Februari 1968, sebuah objek metalik misterius berbentuk piringan ditemukan di kawah Baltichaur; 8 km timur laut dari lembah Pokhara. Beberapa bagian dari objek tersebut juga ditemukan di wilayah Talakot (Odisha) dan Turepasal (Nepal).

Detailnya bisa dicek langsung di dokumennya CIA. Klik di SINI.


Respon Pihak AS Atas Kasus Ini Terungkap di Dokumen Milik DIA


Pada Juli 1968 pihak Kedubes AS di Kathmandu, Nepal, mengirim surat ke Pentagon yang isinya melaporkan kalau ditemukan empat buah objek.


Surat tersebut diberi judul "Moon Dust". Project Moon Dust sendiri merupakan proyek dari US Air Force selama Perang Dingin yang bertujuan untuk mengumpulkan sisa-sisa objek luar angkasa milik Uni Soviet yang jatuh dan mengeksploitasi teknologinya.

Dokumen DIA tersebut mengungkap kalau pihak Nepal ingin mengetahui asal-muasal objek-objek tersebut dan menanyakan ke pihak AS apakah ingin para ahli untuk menelitinya.

Menurut pihak Nepal, keempat objek tersebut jatuh pada tanggal 25-26 Maret 1968 di tiga lokasi yang berbeda. Dari objek-objek tersebut ada yang berbentuk oval dan segitiga.


Kemudian dokumen milik Department Of Defense (Pentagon) tanggal 22 Mei 1968 yang ada di DIA juga mengindikasikan hasil penemuan objek-objek yang sama; objek bentuk segitiga dan objek metalik bentuk melingkar.

Sayang, kelanjutannya tidak lagi dijelaskan di dokumen-dokumen milik DIA tersebut.

Cek detail kasus ini di dokumennya DIA. Klik di SINI. Ada di halaman: 54, 55 ,56, 57, 104, 105 & 106.

Selasa, 28 April 2020

Pemerintah Jepang Siapkan Prosedur Khusus untuk Kasus UFO


KabarUFO, Jakarta - Pemerintah Jepang siapkan prosedur khusus untuk kasus penampakan / perjumpaan dengan UFO. Seperti apa?

Dilansir dari badan penyiaran umum Jepang, NHK World, pihak Kementrian Pertahanan Jepang berencana untuk merancang prosedur khusus untuk para pilot militer mereka jika melihat UFO di udara.

Menteri Pertahanan Jepang, Kono Taro, mengatakan kepada para wartawan (28/4) kalau ia tidak percaya dengan UFO, namun ia ingin tahu alasan mengapa pihak Pentagon merilis ke publik video-video UFO.

Ya, pihak US Defense Department / Pentagon pada Senin (27/4) resmi merilis ke publik tiga buah video penampakan UFO yang ramai dibicarakan oleh publik sejak tahun 2017 kemarin, yakni "FLIR", "GOFAST" & "GIMBAL".

Video-video UFO tersebut satu direkam pada November 2004, sementara dua lainnya direkam pada Januari 2015. Ketiga video tersebut pertama kali muncul ke publik secara diam-diam pada tahun 2007, dan muncul lagi pada tahun 2017, yang akhirnya menimbulkan kehebohan di mana-mana.

Kono Taro juga menambahkan kalau saat ini belum ada laporan kalau pilot militer Jepang melihat UFO, namun pihaknya akan bersiap jika nanti kasus tersebut ada.

Sebelumnya pada tahun 2019 kemarin pihak Angkatan Laut AS (US Navy) juga telah merancang panduan untuk pelaporan kasus penampakan UFO.

Kamis, 30 Mei 2019

Lima Pilot Angkatan Laut AS Laporkan Kasus UFO di Depan Kongres


KabarUFO, Jakarta - Kian hari kian banyak orang-orang dari kalangan pemerintahan dan militer yang mengungkap ke publik kasus UFO. Kali ini tak tanggung-tanggung; lima orang pilot US Navy yang mengungkap kasus-kasus UFO yang pernah mereka hadapi.

Dilansir dari The New York Times, lima orang pilot US Navy baru-baru ini mengaku kalau pada periode musim panas tahun 2014 hingga Maret 2015 mereka sering kali melihat UFO di langit wilayah Pantai Timur Amerika Serikat.

"Objek-objek tersebut ada di langit sepanjang hari," ujar Letnan Ryan Graves, seorang pilot pesawat jet F/A-18 Super Hornet di US Navy selama 10 tahun, yang juga melaporkan kasus-kasus penampakan UFO yang ia lihat ke pihak Pentagon dan Kongres AS.

Graves mengatakan kalau UFO yang ia lihat mampu terbang ke ketinggian sembilan kilometer dan kecepatan hipersonik.

"Menerbangkan pesawat di udara itu membutuhkan energi yang besar. Berdasarkan dari kecepatan UFO yang kami amati, berada 12 jam di udara itu 11 jam lebih panjang dari yang kami duga," ungkap Graves.

Letnan Graves hingga kini masih belum bisa menjelaskan apa yang ia lihat. Pada musim panas tahun 2014 ia dan Letnan Danny Accoin; pilot Super Hornet lainnya, merupakan bagian dari sebuah skuadron bernama VFA-11 “Red Rippers” dari pangkalan Naval Air Station Oceana, Va., yang merupakan tempat pelatihan untuk nantinya ditugaskan di wilayah Teluk Persia.

Hanya Letnan Graves dan Accoin saja yang mau mengungkapkan nama mereka ke New York Times, sementara tiga pilot lainnya tidak ingin namanya disebut.

Para pilot tersebut mulai melihat benda aneh terbang setelah perangkat radar keluaran dekade 80-an mereka diganti dengan yang model jenis baru.

"Orang-orang (kalangan militer) di dalam pesawat militer telah melihat benda-benda terbang aneh selama puluhan tahun," ungkap Graves.

Letnan Graves juga mengatakan objek-objek misterius tersebut muncul di ketinggian sembilan kilometer, enam kilometer, bahkan terbang rendah di atas permukaan laut. "UFO-UFO tersebut bisa berakselerasi, terbang pelan dan kemudian melesat dengan kecepatan hipersonik," jelas Graves.

Sementara Letnan Accoin sendiri mengatakan kalau ia dua kali berinteraksi dengan objek-objek misterius tersebut: pertama ketika ia melihat ada objek di radarnya, Accoin pun langsung menerbangkan pesawatnya 300 meter di bawahnya. Accoin berkata kalau ia seharusnya bisa melihat objek tersebut dengan kamera di helmnya, namun tidak bisa. Meski radar pesawat mengatakan sebaliknya.


Kasus UFO kedua untuk Letnan Accoin terjadi beberapa hari kemudian. Ia mengatakan kalau misil latihan di pesawat jetnya mengunci sebuah objek, dan kamera infra merah juga berhasil mendeteksinya. "Namun tetap saya tidak bisa melihat tampilan visualnya," ungkap Accoin.

Pada akhir 2014 Letnan Graves mengatakan kalau salah satu teman di skuadronnya baru kembali dari misi dengan muka tegang sambil berkata ke dirinya "Aku hampir saja menabrak salah satu objek tersebut!"

Pilot (yang hampir menabrak UFO tersebut) beserta rekan pilotnya sedang terbang tandem di atas wilayah Virginia Beach dengan jarak pisah berkisar 30 meter. Tiba-tiba sebuah objek terbang melesat di tengah-tengah mereka. Menurut Letnan Graves bentuk objek tersebut seperti lapisan bola yang membungkus sebuah kubus.

Kejadian tersebut sangat menakutkan skuadron VFA-11 “Red Rippers” sehingga memaksa mereka membuat laporan keamanan penerbangan. Karena pihak pemerintah biasanya tahu jika sedang ada pilot pesawat tempur yang latihan, dan tidak akan sembarangan mengirim drone militer rahasia ke wilayah tersebut.

"Tinggal menunggu masalah waktu saja sebelum nanti akan ada terjadi kasus  tabrakan di udara," imbuh Graves.

Pilot tersebut berkata kalau yang anehnya obejk-objek tersebut berakselerasi dengan kecepatan hipersonik namun mampu berhenti mendadak dan belok secara instan; sesuatu yang melampaui batas fisik pilot manusia.

"Kecepatan tidak akan membunuhmu, tapi berhenti mendadak mampu membunuhmu, atau akselerasi mendadak," tambah Graves.

Ketika The New York Times menanyakan kira-kira objek apakah itu, para pilot menolak untuk berspekulasi. "Kami di sini untuk bertugas dengan baik, bukan untuk membuat cerita-cerita mitos," jawab Letnan Accoin.