Tampilkan postingan dengan label 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2014. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Agustus 2023

Kasus Dua Pesawat Tempur TNI Kejar Cigar Shaped UFO di Pontianak pada Tahun 2014

foto: ilustrasi

KabarUFO, Jakarta - Ada seseorang yang mengirim cerita pengalamannya ke KabarUFO, ketika dirinya melihat sebuah UFO bentuk cerutu / silinder di Pontianak pada tahun 2018. Seperti apa?


Pada 6 Agustus 2023, Shera (nama samaran) menceritakan pengalamannya ke KabarUFO, ketika ia melihat sebuah cigar-shaped UFO yang dikejar oleh dua pesawat jet TNI di Pontianak pada tahun 2014.

Kasus ini terjadi di tepian Sungai Kapuas, kelurahan Bangka Belitung Laut, Pontianak Tenggara, Pontianak, Kalimantan Barat, pada tahun 2014.

"Pernah liat pesawat tempur TNI yang ngejar objek hitam mirip torpedo tanpa suara - tanpa lampu. Dikejar oleh dua pesawat tempur TNI AU di Kalimantan Barat. Saat itu saya sedang main sepeda sama saudara pada malam hari. Di tepian Sungai Kapuas," terang Shera.

"Kejadiannya tahun 2014. Tanggal dan harinya lupa. Lokasi di Bangka Belitung Laut, Pontianak Tenggara. Pada malam hari di tepian Sungai Kapuas. Malam itu sedang terang Bulan, jadi objek-objek yang lewat seperti burung atau kelelawar, kelihatan," tambahnya.

Shera menjelaskan lagi, kalau objek yang melintas cepat tidak mengeluarkan bersuara. Selang beberapa detik kemudian, dikejar oleh dua pesawat tempur TNI AU.

"Objek sekilas bentuknya seperti torpedo, sedikit lebih besar ukurannya dibandingkan dengan ukuran pesawat TNI yang mengejar," papar Shera.

"Seingat saya, Bulannya agak besar malam itu, Bulan Purnama. Itu saja," pungkasnya.

Senin, 14 November 2022

Hot Wheels "Mars Rover Curiosity" (2014)

Mainan diecast Hot Wheels "Mars Rover Curiosity" (2014).

Curiosity, kendaraan rover penjelajah nirawak milik NASA yang beroperasi di planet Mars sejak tahun 2012 sampai sekarang.

Cukup banyak penampakan UFO di planet Mars yang terekam (entah disengaja atau tidak disengaja) oleh Curiosity dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.

Harga Rp50.000. Untuk pembelian kontak ke: kabarufo@gmail.com

Kamis, 08 Agustus 2019

Inikah Penampakan UFO Terjelas yang Terekam Kamera?


KabarUFO, Jakarta - Banyak orang dari kalangan skeptis yang selalu menanyakan mengapa tidak ada video rekaman UFO dengan gambar yang jelas? Ternyata pada tahun 2014 ada video penampakan UFO yang cukup jelas.

Sebuah video yang direkam oleh seseorang bernama Rick Ybarra perlihatkan penampakan UFO bentuk orb yang cukup jelas.

Pada petang hari tanggal 10 September 2014 di kota San Diego, California, Amerika Serikat, seseorang bernama Rick Ybarra merekam penampakan UFO bentuk orb.

Video tersebut diunggah ke YouTube oleh Rick Ybarra, dan berdurasi total 12 menit 19 detik. Sebelum mengunggahnya ke YouTube, Ybarra terlebih dahulu mengirim video tersebut ke pihak Mutual UFO Network (MUFON).


"Benda tersebut bergerak lamban ke arah barat dan menghilang ke dalam gelapnya petang," terang Rick Ybarra.

"Saya tinggal di wilayah San Diego dengan kode pos 92117. Wilayah perumahan. Membutuhkan waktu sekira dua pekan bagi saya untuk mengerti cara memindahkan video dari kamera ke komputer, karena saya tidak terlalu paham dengan kamera ini," tambahnya.

Rick Ybarra juga menjelaskan kalau kamera yang dipakai adalah Nikon D80 keluaran tahun 2006, dan file video hasil rekamannya adalah sebesar 20 megabit.

Tonton videonya di bawah ini.

Kamis, 30 Mei 2019

Lima Pilot Angkatan Laut AS Laporkan Kasus UFO di Depan Kongres


KabarUFO, Jakarta - Kian hari kian banyak orang-orang dari kalangan pemerintahan dan militer yang mengungkap ke publik kasus UFO. Kali ini tak tanggung-tanggung; lima orang pilot US Navy yang mengungkap kasus-kasus UFO yang pernah mereka hadapi.

Dilansir dari The New York Times, lima orang pilot US Navy baru-baru ini mengaku kalau pada periode musim panas tahun 2014 hingga Maret 2015 mereka sering kali melihat UFO di langit wilayah Pantai Timur Amerika Serikat.

"Objek-objek tersebut ada di langit sepanjang hari," ujar Letnan Ryan Graves, seorang pilot pesawat jet F/A-18 Super Hornet di US Navy selama 10 tahun, yang juga melaporkan kasus-kasus penampakan UFO yang ia lihat ke pihak Pentagon dan Kongres AS.

Graves mengatakan kalau UFO yang ia lihat mampu terbang ke ketinggian sembilan kilometer dan kecepatan hipersonik.

"Menerbangkan pesawat di udara itu membutuhkan energi yang besar. Berdasarkan dari kecepatan UFO yang kami amati, berada 12 jam di udara itu 11 jam lebih panjang dari yang kami duga," ungkap Graves.

Letnan Graves hingga kini masih belum bisa menjelaskan apa yang ia lihat. Pada musim panas tahun 2014 ia dan Letnan Danny Accoin; pilot Super Hornet lainnya, merupakan bagian dari sebuah skuadron bernama VFA-11 “Red Rippers” dari pangkalan Naval Air Station Oceana, Va., yang merupakan tempat pelatihan untuk nantinya ditugaskan di wilayah Teluk Persia.

Hanya Letnan Graves dan Accoin saja yang mau mengungkapkan nama mereka ke New York Times, sementara tiga pilot lainnya tidak ingin namanya disebut.

Para pilot tersebut mulai melihat benda aneh terbang setelah perangkat radar keluaran dekade 80-an mereka diganti dengan yang model jenis baru.

"Orang-orang (kalangan militer) di dalam pesawat militer telah melihat benda-benda terbang aneh selama puluhan tahun," ungkap Graves.

Letnan Graves juga mengatakan objek-objek misterius tersebut muncul di ketinggian sembilan kilometer, enam kilometer, bahkan terbang rendah di atas permukaan laut. "UFO-UFO tersebut bisa berakselerasi, terbang pelan dan kemudian melesat dengan kecepatan hipersonik," jelas Graves.

Sementara Letnan Accoin sendiri mengatakan kalau ia dua kali berinteraksi dengan objek-objek misterius tersebut: pertama ketika ia melihat ada objek di radarnya, Accoin pun langsung menerbangkan pesawatnya 300 meter di bawahnya. Accoin berkata kalau ia seharusnya bisa melihat objek tersebut dengan kamera di helmnya, namun tidak bisa. Meski radar pesawat mengatakan sebaliknya.


Kasus UFO kedua untuk Letnan Accoin terjadi beberapa hari kemudian. Ia mengatakan kalau misil latihan di pesawat jetnya mengunci sebuah objek, dan kamera infra merah juga berhasil mendeteksinya. "Namun tetap saya tidak bisa melihat tampilan visualnya," ungkap Accoin.

Pada akhir 2014 Letnan Graves mengatakan kalau salah satu teman di skuadronnya baru kembali dari misi dengan muka tegang sambil berkata ke dirinya "Aku hampir saja menabrak salah satu objek tersebut!"

Pilot (yang hampir menabrak UFO tersebut) beserta rekan pilotnya sedang terbang tandem di atas wilayah Virginia Beach dengan jarak pisah berkisar 30 meter. Tiba-tiba sebuah objek terbang melesat di tengah-tengah mereka. Menurut Letnan Graves bentuk objek tersebut seperti lapisan bola yang membungkus sebuah kubus.

Kejadian tersebut sangat menakutkan skuadron VFA-11 “Red Rippers” sehingga memaksa mereka membuat laporan keamanan penerbangan. Karena pihak pemerintah biasanya tahu jika sedang ada pilot pesawat tempur yang latihan, dan tidak akan sembarangan mengirim drone militer rahasia ke wilayah tersebut.

"Tinggal menunggu masalah waktu saja sebelum nanti akan ada terjadi kasus  tabrakan di udara," imbuh Graves.

Pilot tersebut berkata kalau yang anehnya obejk-objek tersebut berakselerasi dengan kecepatan hipersonik namun mampu berhenti mendadak dan belok secara instan; sesuatu yang melampaui batas fisik pilot manusia.

"Kecepatan tidak akan membunuhmu, tapi berhenti mendadak mampu membunuhmu, atau akselerasi mendadak," tambah Graves.

Ketika The New York Times menanyakan kira-kira objek apakah itu, para pilot menolak untuk berspekulasi. "Kami di sini untuk bertugas dengan baik, bukan untuk membuat cerita-cerita mitos," jawab Letnan Accoin.

Senin, 18 Maret 2019

Mantan Menteri Pertahanan Kanada: Empat Spesies Alien Telah Kunjungi Bumi Selama Ribuan Tahun


KabarUFO, Jakarta - Bukan rahasia lagi kalau orang-orang dari kalangan pemerintahan dan militer yang pernah bersinggungan dengan UFO / alien baru buka suara ketika sudah pensiun. Sebuah video mengungkap jumlah jenis alien yang sudah kunjungi Bumi.

Bukan rahasia lagi kalau orang-orang dari kalangan pemerintahan dan militer yang pernah bersinggungan dengan UFO / alien baru buka suara ketika sudah pensiun. Hal itu dikarenakan kode etik profesi dan isu keamanan nasional.

Paul Hellyer, adalah mantan Menteri Pertahanan Kanada (1963 - 1967) dan mantan Menteri Transportasi Kanada (1967 - 1969). Hingga awal dekade 70-an Hellyer juga masih menjadi anggota Parlemen di Kanada.

Pada September 2005 Hellyer resmi menyatakan ke publik kalau ia percaya keberadaan UFO dan alien. Ia juga menyatakan pernah melihat penampakan UFO pada 3 Juni 1967 di wilayah Alberta, Kanada. "Saya juga  pernah lihat penampakan UFO di kota Toronto," ungkap Hellyer.

Setelah pengakuan tersebut, Hellyer terus menekuni dunia Ufologi. Jadi dengan latar belakang beberapa jabatan politik tingkat tinggi yang pernah ia pegang, tentu kredibilitas beliau tak perlu kita ragukan lagi. Selain itu, tentu Paul Hellyer juga memiliki sumber informasi tingkat tinggi yang kita tidak ketahui.


Ada Setidaknya Empat Spesies Alien Telah Kunjungi Bumi


Pada tahun 2014 di sebuah wawancara televisi, Paul Hellyer menyatakan kalau setidaknya ada empat spesies alien yang telah mengunjungi Bumi selama ribuan tahun terakhir.

Hellyer mengeluarkan pernyataan tersebut di acara SophieCo, stasiun televisi Russia Today, pada Januari 2014.

Acara tersebut dipandu oleh host Sophie Shevardnadze, dan Russia Today merupakan jaringan televisi internasional yang didanai oleh pemerintah Rusia.

"Setidaknya ada empat spesies alien telah mengunjungi Bumi selama ribuan tahun terakhir," ungkap Hellyer.

"Sejarah manusia juga sudah banyak perlihatkan penampakan UFO. Kini beberapa tahun terakhir penampakannya makin banyak, semenjak kita berhasil menciptakan bom Atom," paparnya.

Ketika ditanya oleh host Sophie Shevardnadze mengapa banyak ilmuwan masih tidak percaya dengan UFO dan alien, Hellyer menjawab karena para ilmuwan tersebut masih takut sama pemerintah dan militer. "Mereka diam-diam banyak yang percaya UFO," jawab Hellyer.

"Fenomena UFO ini memang top-secret / rahasia di kalangan pemerintah. Tapi jika anda mendengarkan para whistle-blower dan mantan karyawan yang bekerja di industri terkait, maka anda akan mendapat banyak sekali informasi," imbuhnya.

Meski banyak laporan tentang UFO, namun Hellyer juga menyarankan agar kita pintar-pintar dalam memilih sumber informasi. "Anda juga harus pintar dan jeli dalam memilih informasi-informasi tersebut, karena banyak yang hoaks," ujarnya.

"Karena ketika saya menjabat posisi Menteri Pertahanan, dari sekian banyak laporan UFO yang diterima, delapan dari 10 laporan bukanlah UFO yang sesungguhnya, karena bisa dijelaskan secara sains," terang Paul Hellyer.


Jumlah Alien yang Telah Mengunjungi Bumi Jumlahnya Jauh Lebih Banyak


Paul Hellyer juga menyatakan kalau baru-baru ini ia mendapatkan informasi kalau jumlah spesies alien yang telah kunjungi Bumi ada banyak. "Saya beberapa tahun yang lalu makan malam dengan Edgar Mitchell (astronot NASA di misi Apollo 14 pada tahun 1971) di Toronto, dan ia mengatakan kalau ada dua hingga 12 spesies alien yang telah mengunjungi Bumi," terangnya.

"Bahkan laporan terbaru yang saya terima setidaknya ada 80 jenis alien yang pernah kunjungi Bumi. Beberapa dari alien itu terlihat mirip seperti manusia, yakni jenis Nordic / Tall Whites," papar Hellyer.

Mantan Menteri Pertahanan Kanada tersebut juga mengatakan kalau tiap-tiap alien memiliki agenda yang berbeda ketika mengunjungi Bumi. "Rata-rata kedatangan mereka dengan maksud baik, tapi ada satu-dua spesies yang bermaksud jahat, dan hal itu sedang saya selidiki saat ini," jelasnya.


Dari Mana Asal Alien-alien Tersebut?


Ketika ditanya oleh pemandu acara Sophie Shevardnadze dari mana asal para alien tersebut, Hellyer menjawab kalau untuk alien jenis Grey berasal dari sistem bintang Zeta Reticuli. "Beberapa bulan terakhir saya juga mendapat info kalau beberapa jenis alien juga berasal dari Tata Surya kita sendiri, yakni dari planet Venus dan Mars," tambahnya.

Host Sophie Shevardnadze bertanya apakah ada kemungkinan manusia perang dengan alien, Hellyer menjawab ada, tapi kecil kemungkinannya. "Maksud mereka mengunjungi Bumi itu baik, tapi kalau kita mengancam mereka, serangan balasan itu tidak sulit bagi mereka," jelasnya.

"Teknologi mereka (alien) jauh di atas kita (manusia), kalau kita tidak serampangan asal tembak UFO yang ada di langit, tanpa menanyakan asal dan identitas mereka, tentu semua akan baik-baik saja, lagi pula sangat sulit untuk menembak jatuh pesawat dengan teknologi secanggih itu. Beberapa teknologi alien yang kita adopsi contohnya adalah lampu LED, microchip dan rompi kevlar," papar Paul Hellyer.

Tonton video wawancara lengkap Paul Hellyer dengan Russia Today tersebut di bawah ini.

Sabtu, 16 Maret 2019

Australia Resmi Rilis Dokumen-dokumen UFO (1950 - 1974)


KabarUFO, Jakarta - Pemerintah Australia melalui agensi National Archives of Australia telah resmi merilis arsip/dokumen penampakan UFO di negara tersebut selama kurun waktu tiga dekade. Seperti apa?

National Archives of Australia pada tahun 2014 kemarin resmi merilis kompilasi arsip/dokumen penampakan UFO di Negeri Kangguru tersebut selama periode dekade 50-an hingga 70-an.

Agensi arsip nasional Australia tersebut merilis arsip/dokumen penampakan UFO di negara mereka dari tahun 1950 hingga tahun 1974.

"Minat publik terhadap kasus UFO sangat besar pada dekade 50 hingga 70-an, dan banyak orang yang melaporkan kasus tersebut ke pihak berwenang," ujar Nick Gleghorn, Direktur kantor National Archives of Australia cabang Australia Selatan, di keterangan resminya.

"Sangat menakjubkan untuk membaca laporan-laporan tersebut, sekaligus menarik untuk melihat pihak-pihak resmi pemerintah mana saja yang menjadi koresponden dari kasus-kasus tersebut," tambah Gleghorn.

Klik ke tautan berikut untuk mengunduh dokumen-dokumen UFO tersebut di situs resmi National Archives of Australia.

Klik di tautan-tautan yang ada di bawah tabel 'Item Title'. Sesudah diklik dokumen yang ingin dilihat, klik ke tautan yang bertuliskan 'View Digital Copy' (ada di sebelah kanan atas).