Jim Sullivan (1940 - 1975) adalah seorang musisi asal San Diego, California, Amerika Serikat. Nama Sullivan cukup besar di kalangan komunitas ufologi. Mengapa?
Nama Sullivan besar di komunitas ufologi karena album solo debutnya yang berjudul U.F.O (1969). Album yang bernuansakan soft-rock / psychedelic-folk tersebut untuk lirik-liriknya memang mengangkat tema extraterrestrial dan supranatural.
Pada 6 Maret 1975 Jim Sullivan menghilang tanpa jejak di New Mexico, Amerika Serikat. Beberapa pemercaya teori konspirasi yakin kalau Sullivan hilang diculik oeh alien; sesuai dengan tujuan hidup & kepercayaan dari Sullivan itu sendiri.
Lirik-lirik di album U.F.O (1969) juga seperti memprediksi hilangnya Sullivan beberapa tahun sesudahnya.
Album U.F.O (1969) sendiri sudah dirilis ulang beberapa kali pasca hilangnya Sullivan, yakni pada tahun 2010, 2011, & 2019.
Mantra Of The Cosmos (ki-ka: Zak Starkey, Shaun Ryder, Bez, Andy Bell)
Mantra Of The Cosmos, band proyek neo-psychedelia dari: Shaun Ryder / vokal (Happy Mondays), Andy Bell / gitar (Ride), Zak Starkey / bass (The Who) & Bez / penari (Happy Mondays).
Shaun Ryder juga seorang ufologis. Ia memproduksi Shaun Ryder on UFOs (2013), seri dokumenter ufologi yang tayang di History Channel UK.
Dengarkan single debut dari Mantra Of The Cosmos, yang berjudul "Gorilla Guerilla" (2023) di bawah ini.
Tonton juga beberapa episode dari seri dokumenter Shaun Ryder on UFOs (2013) di bawah ini.
Shaun Ryder, vokalis band alternative-dance legendaris Inggris, Happy Mondays, diwawacara tentang UFO oleh program televisi This Morning, ITV / Channel 3,pada 9 September 2021.
Sebelumnya pada tahun 2013, Shaun Ryder juga pernah memproduksi Shaun Ryder on UFOs, seri dokumenter yang fokus membahas tentang topik UFO.
KabarUFO, Jakarta - Mulai tahun 2017 hingga sekarang dunia kembali dihinggapi demam "UFO Mania". Terakhir fenomena tersebut terjadi pada dekade 40-an hingga 60-an. Tapi tahukah anda kalau pada tahun 1966 pernah dirilis album rekaman yang berisi wawancara para saksi berbagai kasus UFO & alien?
Pada tahun 1966, Century Records, sebuah label rekaman asal California yang produktif sepanjang dekade 60 hingga 70-an, merilis album rekaman yang berisi wawancara dengan para saksi kasus encounter UFO & alien.
Album ini diproduksi oleh seorang ufologist yang juga tentara veteran Perang Korea bernama Jack Jenkins. Sementara narator di album ini, juga pewawancara para narasumbernya adalah Jim French, seorang penyiar radio terkenal di Amerika Serikat.
Rilisan ini diberi judul Jack Jenkins ?– File #733 U.F.O. (1966), dan berisi 21 trek yang berisi wawancara banyak saksi kasus encounter UFO dan alien, baik dari pihak sipil maupun militer.
Album Ini Dirilis Ulang Tahun 2020
Pada 10 Januari 2020 kemarin, label rekaman spesialis reissue asal New York, Sundazed Music, merilis ulang album Jack Jenkins ?– File #733 U.F.O. (1966). Album versi reissue ini diberi judul baru, yakni File #733 U.F.O. - Further Investigation (2020).
Format reissue File #733 ini dirilis dalam format album ganda, yang mana di LP duanya berisi kompilasi musik-musik drone / ambient / post-rock / psychedelic-rock dari sejumlah musisi independen, seperti: Earthen Sea, Jeffrey Alexander, Mugstar, Kikagaku Moyo, Heron Oblivion, Demian Castellanos, Holy Mountain Top Removers, Terceiro Olho de Marte, Al Lover dan White Manna.
Dengarkan album Jack Jenkins ?– File #733 U.F.O. (1966) format reissue tersebut, yang kini diberi judul File #733 U.F.O.- Further Investigation (2020), di bawah ini.
KabarUFO, Jakarta - Aktris muda cantik berbakat, Kristen Stewart, kembali dengan film terbarunya yang bergenre sci-fi horror berjudul Underwater (2020). Seperti apa?
Sebelumnya Kristen Stewart banyak membintangi film drama, horor dan komedi romantik. Baru sedikit film fiksi ilmiah yang dibintangi oleh Stewart, antara lain adalah: Jumper (2008) dan Zathura: A Space Adventure (2005).
Underwater adalah film bergenre sci-fi horror dengan tema eksplorasi laut dalam. Film ini dibintangi oleh Kristen Stewart, T.J. Miller, dan Vincent Cassel.
Premis dari film ini adalah tentang eksplorasi laut dalam yang harus dilakukan pasca bencana gempa Bumi yang merusak sebuah laboratorium bawah laut. Ternyata eksplorasi ini malah membawa petaka, karena ada monster laut / alien raksasa yang muncul.
Sekilas Underwater mirip film-film dengan tema serupa, seperti: DeepStar Six (1989), The Abyss (1989), Leviathan (1989), dan Deep Rising (1998).
Underwater diproduksi oleh 20th Century Fox dan dijadwalkan akan rilis pada 10 Januari 2020 via Walt Disney Studios Motion Pictures.
Tonton video trailer dari Underwater di bawah ini.
KabarUFO, Jakarta - Enam tahun berlalu, akhirnya Brad Pitt kembali bermain di film bergenre fiksi ilmiah. Setelah sebelumnya di World War Z (2013) yang cukup memukau, kini Pitt kembali via film Ad Astra (2019).
Sama seperti film World War Z, posisi pemeran utama dan produser film Ad Astra dipegang oleh Brad Pitt.
Ad Astra disutradarai oleh James Gray (James Gray / The Lost City of Z). Para pemain film lainnya di Ad Astra diisi oleh bintang-bintang kawakan macam Tommy Lee Jones dan Liv Tyler.
Yang menarik, sinematografi Ad Astra digarap oleh Hoyte van Hoytema (Dunkirk / Interstellar). Jadi tampilan visual di film ini nampak sangat menjanjikan.
Ad Astra bercerita tentang astronot Roy McBride (Brad Pitt) melakukan perjalanan ke luar Tata Surya untuk menemukan ayahnya yang hilang (Tommy Lee Jones) dan mengungkap misteri yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia di Bumi.
Dari trailer-nya, Ad Astra terlihat seperti gabungan dari film: Gravity (2013), Interstellar (2014) & First Man (2018).
KabarUFO, Jakarta - The Pixies adalah salah satu band yang turut membidani kelahiran musik grunge, indie-rock dan alternative-rock secara umum. Tapi siapa sangka kalau pemimpin dari band tersebut adalah seorang penggila UFO & alien?
Frank Black atau Black Francis, adalah gitaris, penulis lagu, sekaligus pemimpin dari band The Pixies. Banyak lagu yang ia tulis untuk Pixies maupun album-album solonya bertemakan alien dan UFO.
"Pada tahun 1965 ibu beserta sepupu-sepupu saya pernah melihat UFO. Benda terbang aneh tersebut mengambang di atas rumah kami selama setengah jam, dan semua orang di rumah hanya bisa mengamatinya saja. Kemudian polisi negara bagian datang dan mengejarnya, namun tetap tak bisa mengejar UFO tersebut," ungkap Black di buku In Fool the World: The Oral History of a Band Called Pixies (2005).
Gitaris The Pixies tersebut membolehkan kita untuk menyebutnya seorang pemercaya UFO/alien. "Saya pernah memiliki beberapa pengalaman UFO, dan saya juga tertarik dengan hal-hal tersebut. Mungkin karena itu, hal-hal tersebut (tema UFO/alien) tak sengaja masuk ke musik karya saya," ungkap Black di wawancara dengan AV Club tahun 1998.
Dilansir dari Vegas Seven, berikut adalah beberapa lagu yang Black tulis tentang UFO dan alien, baik itu untuk album solonya maupun The Pixies:
- "Places Named After Numbers". Diambil dari album solo Frank Black, Frank Black (4AD, 1993). Lagu tentang instalasi rahasia milik pemerintah AS yang menyimpan UFO dan alien.
KabarUFO, Jakarta - Siapa sangka kalau aktor Hollywood, Kurt Russell, merupakan pilot sipil pertama yang melaporkan kasus penampakan UFO terkenal, Phoenix Lights, pada dekade 90-an?
Pada tanggal 13 Maret 1997 aktor ternama Kurt Russell menyaksikan penampakan UFO di udara dari dalam pesawat pribadinya (Russell juga bisa menerbangkan pesawat). Russell tak menyangka kalau ia menjadi saksi hidup dari kasus UFO yang paling terkenal pada dekade 90-an.
"Saya saat itu baru saja mendaratkan anak saya, Oliver, di Phoenix untuk menemui pacarnya. Kemudian saya melihat enam buah cahaya misterius di atas bandara udara Sky Harbor International Airport, Phoenix. Saya kemudian menengok ke anak saya, dan Oliver berkata: 'Ayah, cahaya apa itu?'" ungkap Russell.
"Kemudian saya menjawab: 'Aku tak tahu nak'. Kemudian Oliver berkata: 'Apakah kita aman di sini?'. Saya pun berkata kepadanya: 'Oke, ayah akan melakukan panggilan dan melaporkan hal ini'" tambahnya.
Saat itu Russell tidak terlalu ambil pusing dari kasus penampakan cahaya-cahaya misterius yang ia saksikan bersama putranya. Bagaimana pun, ia ingat kalau dua tahun kemudian, ia melihat istrinya, aktris/penyanyi Goldie Hawn, sedang menonton televisi yang menayangkan reportase kasus cahaya-cahaya misterius di Phoenix; yang ia saksikan di depan matanya sendiri.
"Di tayangan televisi tersebut disebutkan kalau hanya ada satu orang
pilot sipil yang melaporkan kasus tersebut. Setelah itu saya langsung
mengecek kembali pilot logbook saya; dan memang sayalah yang melaporkan hal tersebut (cahaya-cahaya misterius) ke menara pengawas," terang Russell
Cahaya-cahaya Misterius di Phoenix
The Phoenix Lights (sebutan lainnya adalah "Lights over Phoenix") adalah serangkaian kasus penampakan UFO di atas beberapa wilayah negara bagian Amerika Serikat, seperti di Arizona, Nevada dan Sonora (Meksiko), pada tanggal 13 Maret 1997.
Cahaya-cahaya misterius tersebut dilihat oleh ribuan orang saksi mata di sepanjang wilayah Nevada, Phoenix, hingga perbatasan Tucson, pada pukul 19:30 hingga 22:30 malam waktu setempat.
Ada beberapa jenis UFO yang terlihat saat itu, pertama serangkaian bola cahaya, yang kedua berupa segitiga bercahaya. Bahkan ada saksi mata yang mengatakan kalau ia melihat UFO berbentuk kotak.
Salah satu saksi mata penting pada peristiwa tersebut adalah Fife Symington III, Gubernur Arizona saat itu. Ia menyebut kalau objek-objek misterius tersebut seperti berasal dari "dunia lain".
Pihak United States Air Force pun menyangkal penampakan UFO tersebut dengan mengatakan kalau mereka sedang dalam latihan militer di wilayah-wilayah terkait.
Kurt Russell
Kurt Russell merupakan aktor ternama Hollywood, beberapa film terkenal yang ia bintangi antara lain adalah: Escape from New York (1981), Escape from L.A. (1996), The Thing (1982), Big Trouble in Little China (1986), Stargate (1994), The Hateful Eight (2015), Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017), dan lain-lain.
Tonton rekaman video penampakan serangkaian cahaya misterius di Phoenix pada tahun 1997 tersebut di bawah ini.
Tonton juga video-video pengakuan Kurt Russell, sebagai saksi mata dari kasus penampakan UFO di Phoenix, 13 Maret 1997, di bawah ini. Pertama di acara BBC The One Show (April 2017). Kedua di acara Jimmy Kimmel Live (November 2018).
KabarUFO, Jakarta - Film Men In Black di-reboot. Kali ini dengan cerita baru serta pemeran yang seluruhnya juga baru.
Reboot film Men In Black ini diberi judul Men in Black International. Kebetulan film ini dibintangi oleh dua bintang di film-film Marvel Cinematic Universe (MCU), yakni Chris Hemsworth (Thor) dan Tessa Thompson (Valkyrie).
Men in Black International rencananya akan rilis resmi di bioskop-bioskop seluruh dunia pada tanggal 14 Juni 2019.
Sebelumnya sudah ada tiga film Men In Black yang diproduksi, yakni Men in Black (1997), Men in Black II (2002), dan Men in Black 3 (2012) yang dibintangi oleh Tommy Lee Jones dan Will Smith.
Menurut dunia Ufologi dan berbagai cerita di budaya populer, Men In Black adalah sekelompok orang berpakaian hitam yang bekerja pada sebuah organisasi rahasia milik pemerintah, bertugas untuk meneliti fenomena UFO dan alien, serta menutup-nutupinya dari publik dengan alasan demi keamanan nasional.
KabarUFO, Jakarta - Akan segera tayang film tentang para penjelajah lubang hitam. Seperti apa kisahnya?
High Life adalah sebuah film produksi Perancis yang bercerita tentang sekelompok tahanan terpidana mati yang diasingkan ke luar angkasa. Misi mereka adalah untuk menyelidiki sebuah Lubang Hitam di luar Tata Surya.
Film bergenre fiksi ilmiah mencekam ini dibintangi oleh Robert Pattinson dan Andre 3000, dan disutradarai oleh Claire Denis.
High Life akan ditayangkan perdana di bioskop-bioskop dunia pada tanggal 7 November 2018 nanti.
Lubang hitam adalah bagian dari ruang waktu yang merupakan gravitasi paling kuat, bahkan cahaya tidak bisa kabur. Teori Relativitas Umum memprediksi bahwa butuh massa besar untuk menciptakan sebuah Lubang Hitam yang berada di Ruang Waktu.
Di sekitar Lubang Hitam ada permukaan yang di sebut Horizon Peristiwa. Objek ini disebut "hitam" karena menyerap apapun yang berada di sekitarnya dan tidak dapat kembali lagi, bahkan cahaya.
Secara teoretis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.