KabarUFO, Jakarta - Banyak sekali penampakan UFO yang terlihat di luar angkasa, baik itu bukti foto maupun video. Tapi jangan berharap jika ada foto UFO yang bakal dirilis oleh pihak NASA. Mengapa?
Beberapa video wawancara dengan para whistleblower yang diunggah ke YouTube perlihatkan kesaksian kalau pihak NASA memang memiliki tim khusus untuk mengedit foto/video bukti keberadaan UFO di luar angkasa, sebelum dirilis ke publik.
Video-video yang diunggah oleh akun YouTube resmi Dr. Steven Greer perlihatkan kesaksian dari dua whistlerblower penting di dunia ufologi, yakni Donna Hare dan Karl Wolfe.
Donna Hare
Donna Hare adalah seorang karyawan di Philco Ford, perusahaan kontraktor NASA. Philco Ford adalah perusahaan kontraktor NASA yang mengerjakan konsol untuk misi Gemini, Apollo, Skylab, dan Space Shuttle hingga tahun 1998.
Hare ketika bekerja di Philco Ford berkantor di Gedung A NASA, pada tahun 1970-1971. Hare menjelaskan bahwa ketika dirinya sedang bekerja pada masa itu, salah satu rekan Hare menjelaskan kalau kerjanya adalah untuk mengedit foto-foto bukti keberadaan UFO di luar angkasa, sebelum dirilis ke publik."Saya juga kaget kalau ternyata NASA memiliki protokol seperti itu (menghapus foto-foto UFO sebelum dirilis ke publik)," ungkap Hare.
Ketika bekerja di sana Donna Hare juga mendengar informasi dari karyawan Johnson Space Center lainnya kalau beberapa astronot yang melihat UFO dan ingin membeberkan hal tersebut ke publik, akan mendapat ancaman.
Tonton video testimoni dari Donna Hare di bawah ini. Wawancara direkam pada awal dekade 2000-an dan baru diunggah ke YouTube pada tahun 2013.
Karl Wolfe
Karl Wolfe adalah seorang tentara di US Air Force yang mengabdi mulai tanggal 18 Januari 1964 hingga 18 Oktober 1968. Terakhir di US Air Force Wolfe berpangkat sebagai Sersan.
Pada masa 1964-1968 Wolfe bekerja sebagai teknisi elektronik di pangkalan udara militer Langley Air Force Base, Virginia, AS, di bagian tenant National Security Agency (NSA) dan ia memiliki otoritas tingkat tinggi di pangkalan tersebut.
Wolfe bercerita kalau pada Juli 1965 ia dipanggil oleh seorang Sersan bernama Taylor, karena sedang ada masalah dengan lunar orbiter dan Wolfe dipanggil untuk memeriksanya.
Ketika sedang memeriksa sistem lunar orbiter tersebut, Wolfe dikasih lihat foto-foto permukaan Bulan yang perlihatkan adanya struktur-struktur bangunan buatan. "Nampaknya kita telah menemukan sebuah pangkalan di sisi gelap Bulan," ujar Sersan tersebut.
Patut dicatat kalau misi berawak NASA (Apollo 11) baru dilakukan pada tahun 1969. Lunar orbiter dioperasikan beberapa tahun sebelum misi tersebut, yang gunanya untuk memotret calon lokasi pendaratan misi Apollo 11 di Bulan.
"Ada bangunan yang berbentuk oval, ada bangunan tinggi seperti menara komunikasi, yang semuanya seperti tergabung dalam kesatuan cluster/kompleks," ungkap Wolfe.
"Saya kira nantinya penemuan (pangkalan militer misterius di Bulan) tersebut bakal diumumkan secara resmi ke publik oleh NASA, tapi setelah menunggu puluhan tahun ternyata hal tersebut tidak kunjung dilakukan," tambahnya.
Karl Wolfe menanyakan mengapa foto-foto Bulan dan planet lainnya yang dirilis resmi ke publik oleh NASA itu kebanyakan beresolusi rendah. "Padahal sejak dekade 60-an NASA sudah memiliki teknologi untuk memotret dengan hasil resolusi tinggi," ujar Wolfe.
Tonton video testimoni dari Karl Wolfe di bawah ini. Wawancara direkam pada awal dekade 2000-an dan baru diunggah ke YouTube pada tahun 2013.
KabarUFO, Jakarta - Hari ini (20/7) adalah perayaan 50 tahun mendaratnya misi berawak ke Bulan via Apollo 11 pada tahun 1969. Namun ada sekira 40 roll film dokumentasi yang hilang dari misi tersebut. Apakah ada yang ingin disembunyikan oleh NASA?
Dilansir dari Express, ada banyak dokumentasi yang hilang dari misi Apollo 11 (1969). Para ufologis pun menuding kalau ada upaya dari NASA untuk menutup-nutupi eksistensi alien di Bulan.
Pada 20 Juli 1969 NASA melalui misi Apollo 11 berhasil mendaratkan manusia di Bulan, yakni Neil Armstrong dan Buzz Aldrin. Namun masih banyak footage yang publik tidak bisa lihat. Pihak NASA beralasan kalau film dokumentasinya hilang.
Pada tahun 2009 Robert 'Bob' Dean (1929 - 2018), ufologis ternama, yang juga mantan Command Sergeant Major di US Army dan pernah bertugas di Supreme Headquarters Allied Powers Europe (SHAPE), NATO, menyatakan kalau NASA sengaja menghapus 40 buah roll film dari misi Apollo NASA.
"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, pemerintahan saya, NASA, yang bagi sebagian dari kami kepanjangannya adalah Never A Straight Answer, sengaja menghapus 40 roll film dari Program Apollo; penerbangan ke Bulan, penerbangan di sekitar Bulan, pendaratan di Bulan, astronot berjalan di sini, dan di sana," ujar Bob Dean di acara European Exopolitics Summit, Barcelona, 25 Juli 2009.
"Mereka menghapus, ya Tuhan, 40 roll film dokumentasi dari misi bersejarah tersebut!" tambah Dean.
Kemudian pada tahun 2012, Steven M. Greer, ufologis ternama, pakar traumatologis, dan juga pendiri dari Center for the Study of Extraterrestrial Intelligence (CSETI), menyatakan kalau ia pernah melakukan perbincangan rahasia dengan keluarga dan kerabat dekat Neil Armstrong serta Buzz Aldrin.
Di postingan blog-nya tersebut, Dr Greer mengklaim kalau orang-orang terdekat Armstrong-Aldrin, bilang kalau kedua astronot tersebut mengakui lihat bukti keberadaan alien ketika di Bulan.
"Teman dekat dan keluarga dari Neil Armstrong dan Buzz Aldrin secara terpisah memberitahu saya kalau memang ada beberapa UFO ukuran besar di dekat tempat pendaratan misi Apollo 11," terang Dr Greer.
NASA Mengaku Memang Ada yang Hilang dari Dokumentasi Misi Apollo 11
Dari 2.614 buah boks isi dokumentasi (video, foto, catatan, dll.) misi Apollo 11, pihak NASA mengakui ada yang hilang, yakni sebanyak dua boks dokumentasi.
Misi Apollo 11 mendarat di Bulan pada tanggal 20 Juli 1969 dengan menggunakan Apollo Lunar Module Eagle. Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang berjalan di Bulan. Ia berjalan selama enam jam 39 menit, sebelum akhirnya diikuti oleh Buzz Aldrin 19 menit kemudian. Keduanya sempat berjalan berbarengan di permukaan Bulan selama dua setengah jam.
NASA pada 15 Mei 2019 resmi mengumumkan bahwa pada tahun 2024 nanti mereka akan kembali menerbangkan manusia ke Bulan, dan kali ini untuk membuat kolonisasi di sana. Mudah-mudahan dengan kemajuan teknologi saat ini (tidak hanya bergantung dari satu sumber saja), nantinya kita bisa dapat informasi lebih mengenai Bulan yang hingga kini masih penuh dengan misteri dan ditutup-tutupi oleh NASA.